Month: October 2015

5 Tips Mengunjungi Grand Palace, Bangkok. Jangan Sampai Lupa Nomor Tiga!

Para prajurit istana? Sebuah monumen di kompleks luar Istana Berpegang pada informasi yang ada dalam buku Lonely Planet pemberian bang Hendra ‘Let’s Escape’, yang udah keliling Asia Tenggara itu, yang baru saja meluncurkan buku travel-nya itu, kami melangkah dengan penuh percaya diri menuju loket pembelian tiket Grand Palace. Di...

Terdampar di Keriuhan Flower Market dan Khaosan Road, Bangkok

Mango Sticky Rice and Thai Tea Suasana Samsen Road, Bangkok, malam itu Kami lalu turun di sebuah jalan yang, menurut pengamatan gue dari balik jendela bus, adalah Phahurat Road. Tapi entahlah, kami nggak menemukan deretan warung pinggir jalan atau lentera warna-warni yang bergelantungan seperti yang ditampilkan di mesin pencari...

Ini Dia Serunya Berkunjung ke Bangkok National Museum!

Trotoar luas dan bersih di kawasan Sanam Luang, Bangkok Tiba di Bangkok National Museum, kami disambut dengan sebuah kompleks bangunan bergaya arsitektur tradisional ala Thai. Rupanya, setelah dicari tahu, National Museum ini memang menempati lahan Istana Wang Na, garda depan Grand Palace, yang dibangun untuk sang putra mahkota pada...

SUPERTRIP2: Sebuah Perjalanan Menuju Tiga Negeri

Sekelompok pakcik Malaysia di ruang tunggu Melalui jalan pintas di Kuburan Pandu, gue berhasil tiba di bandara di waktu yang sangat aman untuk check-in di konter. Saat gue dateng, ada pengumuman di layar konter bahwa penerbangan ditunda selama 1 jam. Oke, masih bisa ditolerir, gue bisa menggunakan waktu yang...

Perpanjang SIM di Hari Minggu (2015)

HQnudeDaily.Info – Prolog Sesuai judul, untuk kami pekerja yang lumayan sibuk di hari kerja, termasuk hari Sabtu, ketika harus perpanjang SIM (Surat ijin Mengemudi) inginnya sih yang buka hari Minggu. Maklum konon katanya urusan SIM ini bisa memakan waktu 1-3 jam. Kalo Minggu kan enak, santai, ga terburu-buru. Sayangnya...

Menggapai Gunung Cikuray, Tertawan Samudera Awan [Part 2, Habis]

Semburat fajar yang tersingkap Gelap sudah mendekap, namun mas Amri dan yang lain tak kunjung tiba. Aku duduk merangkul lutut di dalam tenda, mencoba menawar dingin yang mulai merambat masuk. Johan dan Iqbal sudah tergeletak pulas di samping kanan dan kiriku, baru saja menghabiskan nasi bungkus yang (untungnya) sempat...