3 Bulan ke Mana Aja? Kejenuhan Itu Datang Juga

Dulu, ketika beberapa teman blogger mengeluhkan betapa malasnya mereka menulis padahal masih ada sederet bahan cerita, gue dengan bangganya berpikir dan berkomentar bahwa gue nggak akan begitu. Gue berkata, karena gue orangnya suka berbagi, gue nggak akan kehilangan semangat buat menulis di blog. Apalagi saat itu, gue masih rutin traveling yang mana cerita perjalanan satu hari aja bisa gue breakdown dalam 2-3 tulisan berseri.

Namun ternyata kejenuhan itu menghampiri gue juga.

Iya, selama kurang lebih 3 bulanan ini gue memang masih menulis, tapi frekuensinya kacau, bahkan kalau nggak salah ada masa di mana gue nggak ada tulisan baru selama sebulan. Sebagian di antaranya juga merupakan konten profesional, bukan tulisan personal.

Gue bukan nggak ada bahan cerita. ADA BANGET. Dari review hotel yang udah di-endorse, review buku traveling, rekomendasi Youtuber K-pop reaction, kelanjutan cerita perjalanan #ragistory di Bandung dan Jogja, dan tentu saja apa yang gue alami selama sebulan terakhir di Sumatera Selatan. Tapi, ya gitu, rasanya males dan nggak ada mood. Memangnya kira-kira kenapa gue bisa sampai begitu?


Nggak Berada di Ruang Kerja Ternyaman

Dari sejak 20 Desember 2020 sampai 13 Maret 2021, gue tinggal di rumah keluarga di Jogja. Jadi setelah ke Jogja bareng sama Ara dari Bandung, terus bablas hehe. Habis ngapain juga maksain buru-buru balik Bandung? Toh kerjanya juga Work-From-Home alias bisa di mana aja, yang penting ada PC dan internet. Di Bandung gue sendirian dan harus cari makan sendiri, di Jogja rame-rame sekeluarga dan nggak usah mikirin makan. Penghematan. 

Biar pun gue tetep bayar kost bulanan di Bandung juga jatuhnya tetep lebih hemat dengan gue tinggal di Jogja.

Tapi, tantangannya adalah, kenyamanan bekerja di kamar kost itu nggak gue dapatkan di rumah. Untungnya sekarang gue udah punya kamar sendiri di lantai 2 dan ada ruang kerja di situ dengan meja kayu yang proper dan luas area kerja yang memadai. Nah, kalo di kost gue di Bandung, kursi kerjanya itu kursi kerja kantoran yang empuuuk dan bisa berputar. Ya karena emang gue beli dari kantor gue sih, hehe. Di rumah cuma ada kursi plastik. Mau beli kursi kerja tapi mikir 2 kali karena belum tau berapa lama gue di rumah dan harga kursi kerja itu nggak murah ya, bok.

Ruang kerja gue di Jogja

Selain perkara kursi, cuaca Jogja itu seringkali panas dan gerah, jadi nggak mood ngapa-ngapain termasuk kerja. Makanya gue suka banget kalo turun hujan terus jadi dingin, hahahaha.

Kondisi yang lebih menantang harus gue hadapi di Sumatera Selatan. Setelah 2 bulan 3 minggu di Jogja, tanggal 13 Maret 2021 gue bertolak ke Palembang untuk menginap di tempat Ara. Nggak di Palembang banget sih, tapi di dusun Setia Harapan, desa Sungai Rengit, kec. Talang Kelapa, kab. Banyuasin. Namanya juga di desa, nggak ada yang namanya workspace di rumah-rumah warganya. Workspace mereka kalo nggak di perkebunan kelapa sawit, karet, ya bisnis pribadi kayak warung atau bengkel. 

Selama hampir sebulan di sana, gue harus mencukupkan diri dengan ruang kerja seadanya. Meja kayu dengan sofa, di sudut ruang bersama. Dalam 1 ruangan besar itu ada area nonton TV, dapur, wastafel, dan meja makan. Menerima tamu, nonton TV, makan, semua dilakukan di ruangan itu. Meja kayunya lumayan, hanya saja sofanya mblesek, meskipun udah ditambah tumpuan sekalipun. Karena ketidaknyamanan itulah, gue semakin nggak mood buat kerja dan nulis. Produktivitas gue bener-bener menurun dalam sebulan terakhir, padahal menurut Ara gue tetep kelihatan sibuk banget.

Memang kalo ke tempat Ara ini udah paling bener ambil cuti sih, biar bisa maksimal menikmati hidup sebagai pemuda dusun.

Hello from #ragicouple

Nggak cuma blogging, instagramming aja nggak mood. Cek aja deh aktivitas gue dalam 3 bulan terakhir, terutama sebulan ke belakang. Jarang update feed dan jarang banget IG walking, hal yang biasanya rutin gue lakukan tiap hari selama di Bandung.

Jangankan kerja, nulis, dan main IG, NETFLIXAN AJA NGGAK MOOD. Di rumah gue masih kadang nonton Netflix saat weekend, atau di hari kerja saat nggak banyak kerjaan. Tapi pas di Sumsel, gue nggak Netflixan sama sekali. Selain nggak enak sama Ara yang tiap hari hapenya gue pake tethering (karena hape dan modem gue sama sekali nggak ada sinyal di sana), rasanya di sana memang bukan waktu dan tempat yang pas untuk menikmati personal space. Like, kalo misal pas lagi ada waktu senggang, ya mending gue quality time sama Ara dan keluarganya.


Kesibukan dan Kesukaan Baru

Gue nggak memungkiri juga bahwa gue sedang sangat sibuk dengan pekerjaan. Jadi ketka ada waktu kosong, gue lebih memilih refreshing dengan Youtube-an atau buka-buka Explore Instagram tanpa berkomentar, hanya like dan komentar sekenanya di postingan teratas yang nongol saat gue buka. Belakangan ini juga gue lagi suka nontonin video-video reaction music video atau dance practice K-pop dari lagu-lagu yang gue suka, terutama lagu-lagu baru 2018 ke atas. Ternyata seru! Seneng bisa melihat orang lain menghargai dan menikmati apa yang kita sukai.

Pankapan gue share beberapa rekomendasi Youtuber-nya hehe.

Gue share tulisan kayak gini bukan buat mau mengubah niche blog. Gue masih idealis dengan traveling kok haha. Hanya saja karena sekarang circle blogger gue semakin mengerucut ke orang-orang yang memang mau tulus temenan sama gue whether gue balas blogwalking apa enggak, jadi gue pengen ngabari beberapa update ini.

A day in South Sumatera, taken beautifully by Ara

So, thank you for staying. I’ll do my best to keep this blog alive and to be your friend…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *