5 Hostel Recommended di Bandung dengan Harga Rp 100ribuan

lobi bandung house, hostel di dekat stasiun bandung

Setengah dekade yang lalu, keberadaan properti bertipe hostel mungkin masih terbilang jarang di Bandung. Minimnya jumlah hostel saat itu, menurut hemat gue yang nggak hemat, adalah karena budaya turis Indonesia (pasar utama wisata Bandung) yang nggak terlalu cocok dengan sharing room / dormitory room ala hostel. Seiring berjalannya waktu, Bandung semakin dikenal wisatawan mancanegara, ditambah beberapa pelancong Indonesia (biasanya yang udah sering ke luar negeri) yang sudah melek pengalaman, menjadikan hostel kini mudah ditemukan di Bandung.

Udah beberapa kali gue iseng menghabiskan weekend di hostel-hostel lokal kota Bandung. Tujuannya? Well, (1) ganti suasana — gue suka menggunakan waktu akhir pekan buat duduk menulis, sementara kost gue nggak punya fasilitas ruang bersama, balkon, atau sejenisnya. Sebelumnya, gue biasanya ngafe, tapi setelah gue pikir-pikir, daripada habis banyak cuma buat beberapa jam, mending sekalian nginep di hostel, toh? Nginep di hostel itu juga bisa buat (2) bahan konten di blog dan media sosial, dan (3) kesempatan ngobrol sama sesama traveler. Ngobrol langsung itu sensasinya beda dengan nulis atau blogwalking. Seru aja buat gue!


Pendahuluan: Tips Memilih Hostel yang Tepat (dan Cara Pembayarannya)

Ada beberapa kriteria yang gue terapkan soal pemilihan hostel ini. Pertama, harga per malamnya maksimal adalah Rp200.000,00 / orang. Kedua, desain interiornya instagrammable, hehehe. Biar bisa buat pamer di Instagram, Gan. Ketiga, fasilitasnya lengkap — ada sarapan dan ruang bersama (communal room / living room), kehadiran dapur adalah sebuah poin plus. Keempat, lokasinya di kawasan Bandung tengah atau utara (Dago, Ciumbeuleuit, Pasteur, dan sekitarnya) dan mudah dijangkau dari jalan raya.

Karena lagi ngumpulin Traveloka Points, belakangan ini gue suka booking apapun pake Traveloka, termasuk buat pemesanan hostel ini. Tiket buat perjalanan ke Phuket baru-baru ini juga gue book dari Traveloka. Kebetulan, karena lagi mengurangi transaksi dengan kartu kredit, akhirnya gue pilih opsi pembayaran Pay at Hotel di Traveloka. Ini supaya gue nggak ngutang lagi, tinggal bayar cash waktu check-in. Untuk bisa menggunakan fitur Pay at Hotel ini emang tetep perlu kartu kredit yang aktif (terserah mau punya siapa), tapi hanya sebagai jaminan. Kamu nggak akan dikenakan biaya sepeserpun sampai tanggal check-in.

Kenapa nggak bayar pake ATM atau online banking aja, Gie? Oh, itu karena gue juga belum ada duit kalau langsung bayar, nunggu gaji famtrip cair dulu, ngohahahaha.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

langkah-langkah menggunakan fitur Pay at Hotel di Traveloka

Selain itu, opsi Pay at Hotel ini menurut gue juga berguna buat elo-elo semua yang masih suka gojag-gajeg (ragu-ragu, red) pas pesen hotel / hostel. Jadi kamu bisa melakukan pembatalan secara gratis sampai batas waktu tertentu, tergantung kebijakan tiap hotel / hostel. Buka laman pemesanan hotel di Traveloka, isi setiap kolomnya (kota tujuan, tanggal check-in, durasi, jumlah orang & kamar), klik Search Hotels, terus kamu ‘kan bakal dihadapkan dengan hasil pencarian ‘tuh. Nah, ada opsi Pay at Hotel di headbar bagian atas. Klik, maka akan muncul daftar akomodasi yang menerima metode Pay at Hotel. Ini karena belum semua hotel / hostel menerima cara ini, tapi yang jelas Pay at Hotel udah tersedia di banyak daerah tujuan wisata Indonesia dari Aceh sampai Papua.

Oke, kita mulai review 5 hostel di Bandung yok. Gue urutin secara acak, sukak-sukak gue lah pokoknya.


Pinisi Backpacker Hostel (8.5/10 ala thetravelearn)

Lokasi: Sangat strategis di Jalan Pasir Kaliki 84, deket banget dari Stasiun Kereta Api Bandung. Kamu bahkan bisa jalan kaki dengan melalui gang-gang kecil yang nembus ke Jalan Kebon Kawung. Kalau mau cari makan, tinggal ngelayap di Jalan Pasir Kaliki. Kalau ke Istana Plaza sama Living Plaza juga tinggal jalan kaki.

dormitory room pinisi backpacker hostel, bandung

communal room | pinisi backpacker hostel, bandung

1 unit free PC | pinisi backpacker hostel, bandung

left: shared bathroom inside the room
right: sinks and shared bathroom outside the room

Harga: Rp 90.000,00 – Rp100.000,00

Fasilitas Kamar: kasur empuk, bantal yang nyaman, selimut, tirai penutup, colokan listrik dan tatakan kecil di tiap bed, AC, dan kamar mandi dengan shower air panas di tiap kamar. Satu kamar berisi 8 bed.

Fasilitas Hostel: internet, ruang bersama (communal room / living room), free flow water, kopi & teh, dapur, kamar mandi bersama (di luar kamar), 1 unit PC, ruang makan, dan sarapan.

left: communal room | right: my breakfast, omelette with bread

breakfast menu | pinisi backpacker hostel, bandung

dining room | pinisi backpacker hostel, bandung

Yang Gue Suka dari Hostel Ini: Hostelnya bersiiihhh, tenang, dan nyaman karena ber-AC. Sarapannya juara lho, kita bisa pilih beberapa menu yang tersedia hari itu, dimasakkin sama ibu hostel yang ramaaahhh. Saat itu, gue memilih omelet dengan roti, sementara bule cewek yang sarapan bareng gue memilih — Indomie!

Baca juga ulasan HOTEL ILOS BANDUNG, hotel murah di kawasan Pasteur Bandung.


Bandung House (7.5 / 10 ala thetravelearn)

Lokasi: Jalan Haji Akbar 19, keluar Stasiun Bandung tinggal nyebrang jalan terus masuk gang ke arah Kartika Sari. Deket banget pokoknya! Karena masih berada di kawasan Pasir Kaliki – Kebon Kawung kayak Pinisi, jadi benefit lokasinya juga idem sama Pinisi.

communal room | bandung house, a hostel in bandung

communal room | bandung house, a hostel in bandung

communal room | bandung house, a hostel in bandung

dormitory room | bandung house

Harga: Rp70.000,00 – Rp80.000,00

Fasilitas Kamar: Kamu pasti tergiur sama tarif kamarnya, hehe. Yah, you got what you paid. Semua kamar di Bandung House nggak ber-AC, cuma pake kipas angin. Di ruang bersama pun nggak ada AC. Masing-masing kamar sedikitnya berisi 4 bed dengan bantal dan selimut, colokan listrik dipake bareng-bareng sama temen sekamar. Anehnya, backpacker bule hepi-hepi aja tuh nginep di sini.

Fasilitas Hostel: internet, 3 kamar mandi bersama, communal room dengan beberapa buku (sama kayak Pinisi), free flow water, kopi & teh, dapur, dan beberapa bahan makanan buat dimasak sendiri (mie instan, telur, roti).

kitchen, bathroom, and hanging corner | bandung house

Yang Gue Suka dari Hostel Ini: Jujur, di hari pertama gue nginep di sini (gue nginep 2 malem), lantainya agak kotor. Berdebu gitu sih, tapi besoknya disapu dan dipel hehe. Bandung House ini keliatan banget kalo dia adalah rumah yang disulap jadi hostel, jadi rasanya homey bangeeettt! Gue banyak ngobrol sama pengelolanya yang orang Malaysia, sama 1 tamu dari Jakarta yang sama kurang kerjaannya kayak gue — main ke Bandung buat leyeh-leyeh di hostel, and it was not his first time hahaha. Kami juga sempet ngobrol sama beberapa tamu hostel.

Baca juga ulasan DE HALIMUN GUESTHOUSE, hotel murah di Jalan Burangrang Bandung.


INAP at Capsule Hostel (8/10 ala thetravelearn)

Lokasi: Apartemen Grand Asia Afrika unit D lantai 19, persimpangan Jalan Lengkong Kecil dan Jalan Sunda. Hostel kapsul ini deket sama kawasan wisata Jalan Asia Afrika – Alun-Alun – Masjid Raya dan kawasan kuliner Jalan Burangrang. Di sekitar hostel juga ada beberapa tempat makan kok. Dari tempat parkir, gue naik lift menuju lantai 19. Jujur, lift-nya agak serem karena goyang-goyang, hahaha. Puji Tuhan tetep selamat sampai check-out.

i love this capsule bed | inap at capsule hostel, bandung

cermin dan colokan listrik di dalam kapsul

curtain and blanket | inap at capsule hostel, bandung

naik turun tangga menuju kapsul

Harga: Rp105.000,00 (untuk standard capsule bed) dan Rp125.000 (untuk special view capsule bed)

Fasilitas Kapsul: Berbeda dengan 2 hostel sebelumnya, hostel yang satu ini menganut paham (((paham))) capsule bed. Masing-masing kapsul dilengkapi dengan bantal, selimut, cermin, colokan listrik, meja lipat, kotak penyimpanan, dan tirai. Benefit tambahan berupa jendela kaca dengan panorama kota Bandung dari ketinggian bakal kamu dapatkan kalau kamu pesen special view capsule bed.

Fasilitas Hostel: internet, AC central, ruang makan yang menyatu dengan dapur, free flow water, kopi & teh, sarapan (roti tawar), 2 kamar mandi bersama, perpustakaan mini dengan koleksi Colours (inflight magazine-nya Garuda Indonesia), TV dengan saluran internasional, dan balkon kecil dengan panorama Bandung yang tsakeeeppp! Gue lihat ada beberapa PC di lorong menuju kamar mandi, tapi nggak yakin apakah bisa dipake atau enggak.

panoramic view of bandung | inap at capsule hostel

koleksi inflight magazine “Colours” di inap at capsule hostel

bersantai di mini library sambil menonton tv

lorong inap at capsule hostel

Yang Gue Suka dari Hostel Ini: Pengalaman, jelas! Ini adalah pertama kalinya gue nginep di hostel kapsul. And it was fun, tetap nyaman kok. Terus, pemandangan dari balkonnya itu bagus bangeeettt! Cobain deh hunting sunrise atau sunset di sini, gue sih nggak sempet hehe. Koleksi bacaannya juga menarik buat dibaca. Suasananya juga homey, karena ruang gerak kita terbatas, ketemunya itu lagi itu lagi. Alhasil gue kenalan sama satu cowok terus kita pesen GoFood bareng-bareng buat makan malam.

Review lengkap INAP at Capsule Hostel bisa dibaca di SINI.


Subwow Hostel (8.5/10 ala thetravelearn)

Lokasi: Basement Hotel Grand Tebu, Jalan R.E. Martadinata (Jalan Riau) 207. Jalan Riau adalah kawasan nongkrong (café, coffee shop, restoran) dan wisata belanja baju (factory outlet dan distro). Nggak terlalu jauh dari Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan Museum Geologi.

kamar single bed di subwow hostel bandung

kiri: kamar mandi dengan pintu transparan untuk single room
kanan: lorong subwow hostel

Harga: Rp100.000,00 (single atau 4-bed sharing bathroom) – Rp128.000,00 (single atau 4-bed private bathroom)

Fasilitas Kamar: Gue nginep di kamar Single Bed with Private Bathroom. Selain ranjang yang empuk dengan bantal & selimut, juga ada TV, cermin, meja layang, dan kamar mandi pribadi dengan pintu kaca.

Fasilitas Hostel: Internet, AC central, ruang makan, sarapan, free flow water, kopi (Rp8.000,00), minuman botol dan beberapa item yang dibutuhin tamu dijual di lobi.

Yang Gue Suka dari Hostel Ini: SubWow Hostel ini kayak perpaduan hostel dan hotel. Sekiranya kamu memesan 4-bed room yang hanya diisi 2 orang, kamu nggak akan dicampur sama tamu lainnya. Terus, gue suka bangeeettt sama shower kamar mandinya yang bertipe rainforest, mengucur dengan aliran dan suhu yang pas dari atas. Sarapannya diambil dari Hotel Grand Tebu, yaitu nasi, 1 menu daging, dan 1 menu sayur. Buat yang nginep dalam jangka waktu lama, bakal dikasih akses ke fasilitas Hotel Grand Tebu seperti kolam renang. Cihuy!

Review lengkap SubWow Hostel bisa dibaca di SINI.


Loka Hostel (7/10)

Lokasi: Jalan Ciumbuleuit 155, di seberang kampus Universitas Katolik Parahyangan. Jalan Ciumbuleuit ini juga merupakan kawasan nongkrong meski nggak sebanyak di Jalan Riau. Deket banget sama Jalan Cihampelas (buat ke Cihampelas Walk atau belanja oleh-oleh) dan Jalan Siliwangi (kampus ITB).

communal room | loka hostel, bandung

kitchen | loka hostel, bandung

working desk, twin room with shared bathroom | loka hostel, bandung

twin bedroom with shared bathroom | loka hostel, bandung

Harga: Rp130.000,00 (6-bed dorm) dan Rp 215.000,00 (private room with shared bathroom)

Fasilitas Kamar: Pas gue di Loka Hostel, gue nginep di kamar Twin Room with Shared Bathroom, hehe. Lagi pengen manja dikit. Kamarnya nggak ada AC tapi adeeemmm. Mungkin karena ada di bawah tanah dan ada dinding batu alam. Kedua ranjangnya punya kasur yang empuk, selimut dan handuk udah tersedia. Selain itu juga ada coffee table, meja & kursi kerja, dan jendela yang menghadap ke taman kecil.

Untuk kamar 6-bed dorm, ada loker yang cukup besar buat masing-masing penghuni. Kasurnya juga cukup tebel dan nyaman.

Fasilitas Hostel: Saat gue tiba di Loka Hostel buat check-in, gue agak kesulitan nyari lokasinya karena ternyata nyempil di samping 2 buah tempat makan. Pas ketemu, gue agak underestimate karena lobinya biasa banget. “Wah, jangan-jangan beda dari yang di foto internet ‘nih,” batin gue. Setelah dibawa menuruni tangga ke area penghuni, baru deh keliatan bagusnya hehe.

Ada communal room yang jadi satu dengan dapur. Di dapur ada free flow water, kopi & teh, pemanggang roti, roti tawar, dan koleksi buku yang cukup banyak. Cuma topik buku-bukunya agak berat, gue juga nggak terlalu minat sih hehe. Sayangnya cuma ada 1 kamar mandi sekaligus toilet di sini, wastafelnya ada di luar. Untung saat itu tamunya cuma gue sama temen gue, jadi nggak ada acara rebutan. Ada TV dengan saluran TV internasional, tapi tangkapan sinyalnya jelek banget!

dormitory room | loka hostel, bandung

Yang Gue Suka dari Hostel Ini: Gue udah ngincer Loka Hostel ini sejak lama karena jatuh cinta sama desain interiornya! Desainnya minimalis, tapi rustic. Ada unsur kayu dan batu alam, suasananya nyaman banget. Nggak ada AC, tapi adeeemmm. Tapi jujur, gue harus bilang kalo Loka Hostel ini di bawah ekspektasi gue. Dengan harga yang lebih mahal dari Pinisi dan Bandung House, gue berharap sarapan di Loka Hostel ini akan cukup “kaya”. Mungkin ada ibu-ibu yang masakkin kayak di Pinisi. Ternyata sarapannya cuma roti tawar doang. Ada Indomie, Pop Mie, sama telur di dapur, tapi dijual. Ada kompor, tapi gasnya nggak terpasang. Padahal di Bandung House aja kita bebas buat ngambil roti, Indomie, atau telur. Itulah kenapa gue kasih nilai 7 buat Loka Hostel hehehe.

Perlu diingat, harga di atas adalah harga per orang dan per malam, serta bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi, mau pilih hostel di kawasan mana: deket Stasiun Bandung, deket Asia-Afrika, deket Jalan Riau, atau deket Cihampelas?

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *