6 Tips Menyimpan Foto Untuk Travel Blogger Biar Nggak Kehilangan Foto Kayak Gue

Bahkan saat staycation pun tetap bawa-bawa laptop

Gimana perasaanmu saat udah jauh-jauh traveling, udah capek-capek foto, udah membayangkan Instagram sama blog kamu bakal ada konten hits dengan ratusan komentar “Keren!”, eh tiba-tiba seluruh foto kamu hilang? Gue pernah mengalami ini jadi tau rasanya: nyesek bangeeettt! Makanya biar kejadian ini nggak kamu alami (lagi), tips menyimpan foto dari gue ini bisa diterapkan.

Saat itu gue lagi berada di dalam bus kota di Macao dalam perjalanan menuju Hong Kong. Secara nggak sengaja, gue menghapus satu folder foto di smartphone. Sontak gue sibuk sendiri, kepala rasanya berat dan pusing memikirkan cara-cara untuk mengatasinya. Udah mencoba install beberapa aplikasi photo recovery dari Google Play, tapi nggak ada yang bener-bener berhasil.

Dari kejadian itu, gue jadi lebih rajin untuk segera melakukan back-up foto saat traveling atau review hotel. Gue udah punya awareness ini sebelumnya, tapi insiden yang gue alami sendiri pertengahan 2019 itu membuat gue jadi semakin berhati-hati. Jadi, apa saja yang udah biasa gue lakukan untuk mencegah kejadian kehilangan foto terulang lagi?


Buat sebagian orang, membawa laptop saat melakukan perjalanan dirasa berisiko. Sebaliknya, gue justru merasa lebih aman saat gue membawaserta laptop gue.

Pertama, kost gue nggak aman. Gue merasa lebih bisa memantau saat laptop ikut dibawa saat traveling. Menurut gue, laptop ini nggak segitu mudahnya dicuri karena gue hanya menggunakannya di penginapan. Yang penting selalu aware sama laptop kita dan simpan di tempat aman. Kedua, laptop bisa langsung dijadikan lokasi backup foto. Setelah seharian, gue transfer foto-foto dari smartphone dan kamera DSLR ke laptop. 

Ketiga, buat jaga-jaga kalau ada kerjaan dadakan, hehe. Maklum, budak agency kak, kadang ada request dadakan dari klien atau dari tim internal.


Setelah foto-foto dan video perjalanan tersimpan di dalam folder laptop, langkah berikutnya adalah ditransfer lagi ke flashdrive / flashdisc atau hard disk eksternal. Kelemahannya, dua benda ini berisiko rusak dan hilang atau terselip.


Banyak yang menyarankan buat mengaktifkan fitur Auto Synchronization ke Google Photos. Gue nggak melakukan ini dengan alasan: takut kuota jebol hahaha, dan belum menjadi solusi buat foto-foto di kamera jadul gue yang bahkan nggak ada kabel datanya (boro-boro bluetooth dan wi-fi). Jadi gue lebih aman melakukan backup secara manual di Google Drive.

Menyimpan semua foto (dan video) di Google Drive memang bakal butuh banyak ruang (space). Nggak akan cukup dengan 20 GB ruang penyimpanan yang disediakan Google Drive secara cuma-cuma. Makanya, gue sekarang upgrade storage Google Drive gue ke 100 GB.

Dulu pembayarannya cuma bisa pake kartu kredit. Sekarang udah bisa bayar pake GOPAY dong. Langkah-langkah menambahkan GOPAY sebagai metode pembayaran di Google Play juga gampang banget.

Cara menambahkan GOPAY sebagai metode pembayaran di Google Play (I)
Cara menambahkan GOPAY sebagai metode pembayaran di Google Play (II)
  1. Masuk ke akun Google Play kamu di smartphone
  2. Klik ikon garis 3 di kiri atas
  3. Pilih “Payment Method” / “Metode Pembayaran”
  4. Klik “Add GoPay”
  5. Klik “Continue” setelah muncul halaman baru
  6. Klik “Continue” lagi
  7. Masukkan PIN GOPAY kamu
  8. Kamu akan menerima konfirmasi “Linking successful”
  9. Aplikasi akan otomatis redirect ke aplikasi Google Play
  10. Yay! GOPAY sekarang udah masuk di PlayStore kamu!

Sementara buat membayar langganan storage di Google Drive dengan GOPAY via Google Play, langkah pertama adalah masuk ke menu Storage di Google Drive. Pilih paket langganan Google Drive yang kamu mau, terus klik Upgrade. Akan ada pop-up yang merupakan tahap akhir pembayaran. Pilih GOPAY sebagai metode pembayaran, lalu klik Subscribe.

Upgrade Google Drive dengan GOPAY via Google Play part I
Upgrade Google Drive dengan GOPAY via Google Play part II

Buruan upgrade sekarang juga ya, mumpung masih ada promo Google Drive dari GOJEK. Bisa dapet cashback hingga Rp25.000,00! Untuk aplikasi lainnya ada promo nggak? Ada! langsung aja cek di sini ya.


Salah satu fungsi tidak langsung dengan upload foto-foto atau video traveling kita di blog, Instagram, dan Youtube adalah sebagai media penyimpanan atau kapsul waktu. Makanya, kalau bisa nggak usah lama-lama buat diolah jadi konten. Sekitar H+7 harusnya udah ada yang bisa dinaikin di blog dan Instagram.


Kalau memang storage di smartphone dan SD card kamu masih lega, biarin aja foto-foto dan video kamu di situ. Memori hape gue memang kecil jadi foto-foto traveling harus segera dipindah dan dihapus, tapi gue biasa baru hapus foto-foto di kamera kalau memorinya udah hampir penuh.


Sebisa mungkin, ambil foto dari 2 devicesmartphone dan kamera, khususnya buat spot-spot yang bagus banget, atau yang penting banget buat bahan konten blog atau Instagram kamu. Pokoknya yang kalau sampe fotonya ilang, kamu bakal nyesel banget. Agak ribet memang, tapi lebih baik ribet sekarang daripada kemudian. Di beberapa kondisi di mana kamu lagi nggak nyaman buat ambil foto dari 2 alat, tips ini bisa di-skip dulu, misalnya saat dalam perjalanan atau di keramaian.


Oke, gue udah kasih 6 tips buat mencegah insiden kehilangan foto buat kamu sesama travel blogger/instagrammers. Sekarang giliran kamu yang cerita gimana pengalaman kamu atau trik kamu sendiri. Keep learning by traveling~

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *