Aku Mau Jalan-Jalan di Jakarta Saja Saat Pandemi Mereda

Kereta Ratangga MRT Jakarta

Mana destinasi yang mau kamu tuju setelah pandemi berakhir, atau setidaknya mereda? Kalau lingkupnya destinasi dalam negeri, gue nggak muluk-muluk, nggak usah jauh-jauh… Jakarta.

“Heee, ngapain ke Jakarta?”
“Nggak ada yang lebih jauh, Nugs?”
“Ke Sumba aja yuk, Gie.”

Oh, gue sih mau-mau juga ke Sumba, atau Bali, Sumatera Barat. Namun, Jakarta adalah destinasi terdekat juga paling memungkinkan untuk kembali menghirup udara kota metropolis, menikmati decit kereta bawah tanah, atau jalan-jalan melalui trotoar lebar yang dikelilingi gedung-gedung pencakar langit.

Gue memang lebih ke seorang penjelajah kota. Kota-kota negara tetangga seperti Singapura, KL, Bangkok, atau Ho Chi Minh City, tak bosan-bosannya gue sambangi. Sayangnya, dengan kondisi pandemi, mungkin butuh waktu lebih lama untuk mengunjunginya. Namun tak mengapa. Dengan estimasi pandemi mereda pada 2022 atau 2023, ada banyak hal baru di ibukota untuk kita teroka.

Ini adalah beberapa agenda yang akan gue lakukan saat datang ke Jakarta kali berikutnya.


Staycation di Hotel Dekat Stasiun MRT

Di tahun 2018-2019 lalu, gue sempet bolak-balik staycation di kawasan Jakarta Pusat dan Selatan. Tapi karena gue keasikan nge-review dan menikmati fasilitas hotel (baca: leyeh-leyeh dan mager), gue jadi nggak sempet jalan-jalan di sekitar stasiun MRT, khususnya di sepanjang Jalan Jend. Sudirman yang trotoarnya lebar, bersih, rapi, dikelilingi gedung-gedung tinggi. Rasanya kayak lagi di Singapore atau KL.

Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di sekitar Stasiun MRT Bundaran HI

Sambil jalan kaki, gue akan mengabadikan banyak sudut dan lanskap dalam memori gawai untuk dinikmati dan dibagikan kemudian. Ah, bahkan sekadar duduk-duduk sambil menikmati secangkir kopi pun akan sangat nikmat sambil mengamati bagaimana hidup di Jakarta berjalan.

Makanya, nanti saat ke Jakarta lagi, kayaknya lebih baik gue nginep di budget hotel aja biar gue nggak terlena dengan fasilitasnya haha. Yang penting hotelnya nyaman, bersih, dan ada shower air panas. Tampilan adalah bonus! Hotel di Jakarta Selatan pasti banyak pilihan. Gue cek di Google Maps ada beberapa hotel RedDoorz di sepanjang jalur MRT Jakarta. Yang paling gue suka adalah RedDoorz @ Taman Bendungan Asahan di daerah Benhil, RedDoorz Plus @ Cipete Damai, dan RedDoorz @ Cipete Raya.

RedDoorz Plus near Bandung Railway Station dan RedDoorz Plus @ Moh. Toha. Dua-duanya worth the price banget! Yang di deket Stasiun Bandung ada kolam renang dan sarapan hotel bintang 3, yang di Moh. Toha desainnya lucuk!


Eksplor Stadion Gelora Bung Karno (GBK)

Ini juga belum kesampaian, padahal tahun 2019 lalu sempet mampir salah satu mall di deket GBK untuk ikut meeting dengan klien.

Ada banyak agenda yang mau gue lakukan di Stadion GBK dan sekitarnya:

  • Foto-foto di JPO-nya yang hits pada malam hari
  • Menikmati Hutan Kota sambil berburu panorama gedung-gedung CBD Jakarta
  • Ikut rangorang olahraga di Stadion GBK, meski kebanyakan bakal foto-foto doang hahaha.

Kawasan GBK adalah area yang menyenangkan, di mana kita bisa menikmati lingkungan perkotaan modern yang bersih, hutan kota dengan pepohonan rimbun, terhubung dengan MRT dan jaringan TransJakarta. Di sekitarnya pun ada beberapa pusat perbelanjaan dan cafe untuk mengisi tenaga dan meredakan dahaga.

Bakal jadi agenda sehari penuh yekan.


Naik LRT Jabodebek

Dengan estimasi bahwa pandemi akan mereda pada 2022 atau 2023, maka bisa kita asumsikan saat itu LRT Jabodebek yang kita nanti-nantikan akan sudah mulai beroperasi. Sebagai rail enthusiast, gue tentu pengen cobain setiap moda transportasi umum berbasis rel di kota-kota yang gue kunjungi, tak terkecuali Jakarta.

Nih, sebagai buktinya, gue udah pernah nulis review MRT Jakarta, LRT Jakarta, Skytrain & Kereta Bandara Soetta, LRT Palembang, Kereta Bandara Yogyakarta, transportasi umum Kuala Lumpur, transportasi umum Singapura, transportasi umum Bangkok, dan transportasi umum Hong Kong.

Armada LRT Palembang yang serupa dengan LRT Jabodebek, salah satu perbedaannya ada pada warna

Gue pengen naik dan turun LRT di Stasiun Dukuh Atas, dan stasiun-stasiun lain yang menjadi persimpangan laluan, baik dengan sesama layanan LRT Jabodebek atau dengan MRT/KRL/TransJakarta. Pengen lihat kayak gimana integrasi antarmoda di stasiun LRT Jabodebek.


Cobain Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)

Ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Karena gue tinggal di Bandung, bukankah ini adalah sebuah kesempatan emas? Rencananya Stasiun Kereta Cepat Halim juga akan terintegrasi dengan LRT Jabodebek.

Aku dan Hainan High Speed Railway, China

Oh iya, pengadaan proyek kereta cepat kita kan dibantu oleh Cina. Nah, puji Tuhan akhir 2019 lalu gue sempet cobain kereta cepat Cina alias China High Speed Railway di Hainan. Ulasannya bisa dibaca di sini. Gue jadi punya satu komparasi yang cukup apple to apple untuk mengulas Kereta Cepat Jakarta-Bandung nanti. Bahkan, kalau nggak salah kecepatan maksimalnya juga sama, 250 km/jam. Nggak apa-apa, it’s a good start to have an HSR.


Nongkrong di Cafe-Cafe Pinggir Rel

Pinggir rel di sini maksudnya bukan di bantaran rel ya, hehe. Belakangan ini ada beberapa cafe yang viral karena lokasinya strategis banget jadi tempat trainspotting MRT Jakarta. Sambil menyesap secangkir kopi hangat di pagi hari, kita bisa menikmati Ratangga wara-wiri di jalur angkasa. Kalau gue bener, salah satunya ada di kawasan Blok M.

Oh ya, Stasiun Jatinegara udah direnovasi dan jadi keren banget kayak stasiun-stasiun komuter di Malaysia bahkan (sekilas) Jepang. Mungkin saat gue ke Jakarta lagi, Stasiun Manggarai juga udah selesai direnovasi.


Sehari-hari terus berada di rumah memang membuat kita jengah. Kalau pun mau nongkrong, ngamar, atau jalan-jalan, nggak bisa tiap hari juga. Makanya, halu adalah pelarian tercepat, membayangkan ke mana kaki ‘kan membawa saat jerat corona sudah reda. Belum bisa melanglangbuana ke berbagai negara, di dalam negeri pun tak mengapa.Semoga pandemi segera usai dan kita bisa kembali mengabadikan destinasi di dalam gawai. Tetap sehat, tetap semangat. Jaga diri, nanti ada waktunya lagi kita bisa kembali learning by traveling.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *