[Bi-Lingual Post] MRT Jakarta: Review & Travel Guide

Sebagai seorang pecinta transportasi publik dalam kota berbasis rel, gue sungguh dibuat puas dengan kinerja pemerintah dalam beberapa bulan terakhir ini. Dari LRT Palembang sebagai rapid transit system pertama di Indonesia (itu juga jika KRL Jabodetabek nggak masuk hitungan), skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kereta bandara Soekarno-Hatta, hingga akhirnya MRT atau Mass Rapid Transit. Setelah selama 6 tahun hanya bisa mencicipi MRT di negara-negara tetangga, sekarang gue tinggal naik kereta api 3 jam ke Jakarta.

Sebagai seseorang yang udah berkali-kali naik MRT dan LRT di Singapore, Kuala Lumpur, dan Bangkok, mudah-mudahan review gue ini bisa menjadi review yang mencerahkan.


Saat ini, MRT Jakarta baru memiliki 1 jalur atau rute sepanjang hampir 16 km yang menjulur dari Lebak Bulus di ujung Jakarta Selatan hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang merupakan pusat kawasan bisnis di Jakarta Pusat. Dari 13 stasiun, 7 di antaranya adalah stasiun layang (dari Lebak Bulus ke ASEAN) dan 6 di antaranya ada di bawah tanah (dari Senayan hingga Bundaran HI). Jalur yang sudah beroperasi ini juga baru fase 1 dari keseluruhan rute pertama, rencananya fase 2 akan dilanjutkan sampai Kota Tua.

The MRT Jakarta, made in Japan
An MRT entrance seen in Jakarta
MRT Jakarta station connected to TransJakarta (busway/BRT) bus stop

For more info about Greater Jakarta KRL Commuter Line, please read: Getting Around Jakarta Using The Rapid Transit System

Bundaran HI, Blok M, dan ASEAN adalah stasiun MRT yang terhubung dengan busway TransJakarta. Dari halte Bundaran HI malah udah tersedia akses langsung ke stasiun bawah tanahnya tanpa harus berjalan ke luar halte. Tonton video di bawah ini untuk melihat bagaimana halte Bundaran HI terhubung secara langsung dengan stasiun MRT.

Bundaran HI, Blok M, and ASEAN are connecting stations to TransJakarta BRT (busway). From Bundaran HI bus stop platform, there is even a direct stair to the underground MRT station. Check my video below. Take a look at this video to see how Bundaran HI bus stop is connected to the underground MRT station.

A convenience store inside underground MRT station in Jakarta
Sayangnya Stasiun Gambir belum terhubung dengan MRT, bahkan angkutan pengumpan pun nggak ada. Padahal menurut gue konektivitas Stasiun Gambir dengan MRT bakal mendongkrak jumlah ridership lho, jaraknya juga nggak jauh-jauh amat. Kalo mau enak, dari Stasiun Gambir tinggal naik GOJEK atau GRAB aja ke Bundaran HI. Kalo dengan busway, harus transit satu kali. Ikuti petunjuk menuju pintu keluar, lalu masuklah ke dalam halte Gambir 1. Jangan salah halte, karena ada Gambir 2 dan rutenya beda. Ambil bus menuju Harmoni Central Busway, lalu ganti dengan TransJakarta koridor 1 (Kota – Blok M), turun di Bundaran HI.

Unfortunately, currently Gambir Railway Station is not connected to the MRT, there is no any feeder bus either. If so, I believe it will increase the MRT ridership, they’re just less than 4 kilometers away. For a convenient way, simply take a GOJEK, GRAB, or taxi ride from Gambir to Bundaran HI. But if you want to take the public transportation, follow the exit sign, and hop on Gambir 1 TransJakarta bus stop. Please note that there is Gambir 2 bus stop, and both have different bus routes! From Gambir 1, take any bus to Harmoni Central Busway, transfer to Line 1 for Blok M, then alight at Bundaran HI.


Karena baru ada 1 jalur, yang mana setiap stasiun cuma punya 2 peron, jadi gue nggak perlu susah-susah jelasin gimana cara naik MRT Jakarta kayak di review-review MRT yang lain. Yang mau gue jelaskan di sini adalah cara membayarnya.

Since there is only 1 operational line, which means each station has only 2 platforms, I don’t need to make an explanation here about how to ride the Jakarta MRT like I did on previous MRT reviews. What I want to highlight here, is how you pay for the ride.

Elevated platform at Blok M MRT Station, Jakarta
Baca Juga: Memahami Transportasi Publik di Bangkok

Sampai saat ini, masih dikit banget vendor komersil di dalam stasiun MRT Jakarta. ATM juga nggak ada. Jadi sebelum masuk stasiun, pastikan saldo e-money kamu masih cukup. Seingat gue, baru Stasiun Bundaran HI aja yang punya vendor komersil, ada Starbucks dan minimarket.

At the moment, some stations don’t have any commercial tenants yet. I couldn’t even see any ATMs. As I recall, Bundaran HI is the station where most tenants exist, it has Starbucks and a minimarket.


Nyaris nggak ada tempat sampah di dalam stasiun, jadi tolong simpan sendiri sampahmu. Jangan makan dan minum di dalam stasiun dan kereta. Kalo kamu membawa minuman dingin, pastikan minumanmu diletakkan di dalam tas. Gue kesel pas liat ibu-ibu naroh tas belanjaan di atas lantai kereta, dan air mengalir ke luar membasahi lantai. Posisinya memang lagi menggendong anaknya, tapi itu bukan alasan. Masih muda pula, mungkin usia 30an.

You might can’t find any trash bins inside the station, so please keep your own garbage. Do not eat or drink inside train and station. If you are bringing cold bottled or can drink, make sure it is well kept inside your bag. I was upset seeing a mom putting her shopping bag on the train floor, and water flows from the melted cold drink inside the plastic bag. She was hugging her baby, but it is not an excuse. She is young, maybe around 30s.

Underground platform at Bundaran HI MRT Station, Jakarta

Tempat wisata paling terkenal di Jakarta kayaknya sih Kota Tua yang terletak bersebelahan dengan Glodok, pecinannya Jakarta. Stasiun MRT Bundaran HI, naik busway TransJakarta koridor 1 ke Kota. Mau ke MONAS juga sama aja, tinggal turun di halte Monas. Dari Monas, kamu bisa sekalian mampir ke Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Lapangan Banteng.

The most notably tourist attraction in Jakarta may be the old city, locally known as Kota Tua. Jakarta’s Chinatown, Glodok, is also located next to it. To get here, take the Jakarta MRT to Bundaran HI MRT station and take the TransJakarta bus line (corridor) 1 to Kota. Same direction applies for MONAS or Monumen Nasional (National Monument). Take busway no. 1 from Bundaran HI to Kota and alight at Monas bus stop. The Istiqlal Great Mosque, the gothic style Gereja Katedral, and Banteng Square are located in this neighborhood.

Nah, memilih hotel yang deket stasiun MRT Jakarta itu agak tricky. Karena kawasan pusat bisnis, hotel-hotel yang deket stasiun MRT ini biasanya adalah hotel-hotel mahal yang harga per kamarnya di atas Rp600.000,00 per malem. Masih jauh di bawah toleransi gue yang pengen nyaman tapi juga mau murah. Monmaap anak ini memang banyak maunya. Ada banyak penginapan-penginapan murah, tapi namanya masih asing banget, jadi ragu sama servis dan fasilitasnya. Akhirnya, pilihan gue jatuhkan pada Favehotel Melawai.

Choosing the right hotel near the MRT station is a bit tricky. As a business central district, hotels around Jakarta MRT stations are usually 3-stars hotel or above, cost more than 600,000 IDR / room / night. Yes, there are some cheap hotels, but I’m not sure with the service and comfort as they all sound new for me, not from any popular hotel chains I know. Finally, I chose Favehotel Melawai.

Sarapan di Favehotel Melawai

Kamar di Favehotel Melawai dilengkapi dengan kotak keamanan, sandal, teko listrik, kopi, dan teh lho! Hotel murah mana aja sih yang bisa kasih fasilitas kamar kayak gini? Kamar mandinya cukup luas dan terbuat dari material yang baik, bukan kamar mandi kapsul hehe. Sarapannya berlimpaaahhh! Selain menu utama (nasi, kwetiaw goreng, pokchoi, daging sapi, dan gorengan), juga ada mie ayam, soto ayam, bubur ayam, omelet, puding, ubi, kacang, buah, salad, sereal, dan roti dengan selai.

Full review for Favehotel Melawai can be read on: Favehotel Melawai (Dekar Stasiun MRT Blok M), Hotel Murah Tapi Kamar dan Sarapannya Juara!

Favehotel Melawai offers guest rooms with safety box, slippers, electric kettle, and free coffee and tea. How many budget hotels in Indonesia like this? The bathroom is quite spacious, and it is made of proper concrete wall, not a capsule bathroom like you usually see at budget hotels nowadays. The breakfast was amazing! Beside the main dish (rice, fried kwetiaw, beef, pokchoi, bakwan), there were mee ayam, chicken porridge, soto ayam, omelette, pudding, snacks, bread, fruit, salad, and sereal. I was so satisfied with the breakfast!


Terlepas dari sekelumit kekurangan, MRT Jakarta adalah moda transportasi terbaik di Jakarta saat ini. Sayangnya rutenya masih sangat terbatas. Semoga segera dapat menjangkau Stasiun Gambir, Monas, Kota Tua, dan Ancol agar dapat mendukung pariwisata Jakarta sebagai kota internasional.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *