Gathering dan Refreshing di Jambuluwuk Resorts Puncak, Ciawi

Meskipun membawa embel-embel “Puncak”, sebenernya lokasi Jambuluwuk Resort ini nggak di Puncak banget sih, masih di Ciawi. Lebih tepatnya beralamat di Jalan Raya Tapos no. 63 Ciawi, kabupaten Bogor, Jawa Barat, nggak terlalu jauh dari pintu keluar tol.

Meskipun membawa embel-embel “Puncak”, sebenernya lokasi Jambuluwuk Resort ini nggak di Puncak banget sih, masih di Ciawi. Lebih tepatnya beralamat di Jalan Raya Tapos no. 63 Ciawi, kabupaten Bogor, Jawa Barat, nggak terlalu jauh dari pintu keluar tol.

Rombongan yang berangkat sebelumnya, Agus Efendi @fndfamilytrip dan Faiz @doyandolan_91 sempat terjebak kemacetan panjang menjelang pintu keluar tol. Tapi puji Tuhan pas kami tiba di titik yang sama, kemacetannya udah terurai dan cuma sisa sedikiiittt. Kami lalu masuk ke jalan kampung untuk mengambil shortcut.

@jambuluwuk @jambuluwukpuncak. Sebelum masuk area resepsionis untuk check-in, tamu akan dicek suhunya oleh petugas keamanan. Masuk ke front desk, petugasnya juga memakai masker, sarung tangan, dan face shield. Sudah ada penanda jarak juga bagi tamu yang antre. Saat check-in dan melihat-lihat sekeliling, gue terus menemukan plakat dari Agoda dengan skor 8.2. Wah achievement Jambuluwuk Puncak nggak main-main, harusnya asyik nih nginepnya.

Beres dengan urusan check-in, kami masuk lagi ke dalam mobil, terus berkendara sampai ke depan villa kami. Jauh, coy! Areanya seluas 4,5 hektar dan dipenuhi pepohonan tinggi yang rindang. Dari pintu gerbang sampe ke reception area udah jauh. Jadi inget, kecuali kamu siap banyak jalan kaki, gue sarankan bawa kendaraan pribadi ke Jambuluwuk Puncak.


Gue dan temen-temen @thr_id menginap selama 2 malam di Villa Surabaya. Ada 25 villa di sini, dinamakan sesuai daerah-daerah di Indonesia, seperti Villa Madura, Villa Bali, VilLa Papua, dsb. Tangganya ada di dalam dan di luar dengan kunci masing-masing. Jadi yang di kamar atas seperti gue nggak harus nunggu penghuni kamar bawah buat masuk ke dalam villa.

Sebagian dari kamu paling suka bagian ini: ulasan makanan. Untuk semakin memanjakan tamunya, Jambuluwuk Convention Hall & Resorts menyediakan in-site cafe bernama Jambul Coffee yang letaknya dekat reception area.

@jambulcoffee-nya Jambuluwuk Puncak. 

Gue saranin es kopi susu gula aren sama es kopi susu pandannya deh. Segeeerrr, manisnya pas, tetap ada bitter taste-nya. Menunya scan pake QR Code, eco-friendly dan juga contactless sesuai protokol kesehatan. Buat yang gaptek atau yang hapenya nggak support kayak gue bisa tanya langsung ke waiter, hehe. Oh, menunya nggak cuma kopi, menu non-kopi dan makanan juga banyak.

Siapa nih yang suka sarapan sama nasi kuning? Gue jujur suka. Nah, walaupun resor dan udah disediakan alat-alat masak, Jambuluwuk Resort tetap menyediakan sarapan dan makan siang buat para tamunya.

Nah, pagi pertama sarapannya nasi kuning. Paket sarapan ini dibawakan oleh petugas hotel, lengkap dengan telur balado, orek tempe, bihun goreng, bakwan, buah, dan jus. Walaupun sederhana, tapi cukup mengenyangkan. Kami minta makanan dibawakan ke gazebo biar suasananya lebih asyik. Besoknya, sarapannya nasi goreng, disajikan dengan telur ceplok dan sosis. Kalau yang ini kami nikmati di communal room.

Jam-jam checkout ternyata pas kolam renangnya sepi. Jadilah gue sama temen-temen THR langsung buru-buru action. Setelah makan siang dan duduk-duduk sebentar (lokasi makan siangnya di samping kolam), gue buru-buru ke kamar buat ambil celana renang buat nyebur.

Rasanya gue pengen ke Jambuluwuk Puncak lagi bareng pasangan dan keluarga, murni buat liburan tanpa harus ada tanggungjawab cari konten. Rebahan seharian di kamar, nonton TV berjam-jam di communal room, duduk-duduk di teras atau balkon sambil seruput kopi dan menikmati suasana sejuk dan tenang, terus pagi-pagi bangun buat olahraga pagi dan melihat matahari terbit. Asli sih, ini recommended banget.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *