Macau: Tak Hanya Kasino dan Hotel Mewah

Hainan. Sebagai SAR, Macau punya beberapa kebijakan otonomi sendiri, termasuk kebijakan imigrasi dan mata uang. Pemegang paspor Indonesia diperbolehkan masuk ke Macau tanpa visa hingga 30 hari.

Waktu itu, gue mampir ke Macau hanya karena harga tiket pesawatnya (via Kuala Lumpur) lebih murah daripada langsung ke Hong Kong. Karena jaraknya yang dekat dengan Hong Kong, lalu menurut gue perjalanan dari Macau ke Hong Kong akan menjadi sebuah konten yang menarik, maka gue mengambil penerbangan KUL – MFM alih-alih KUL – HKG. Keesokan harinya, barulah gue bergerak ke Hong Kong.

Salah satu sisi modern Macau
Ruins of St. Paul, wisata andalan Macau

Sebelum gue membeli buku Cheating Hong Kong & Macau yang ditulis mas Vicky Amin, gue nggak tau kalau Macau juga punya transportasi umum bus kota. Gue taunya di sana cuma ada bus-bus gratisan dari kasino dan resor-resor mewah. Sebelum gue menginjakkan kaki sendiri di sana, gue kira Macau isinya juga cuma kasino dan hotel mewah. Gue kira juga jalanan di Macau isinya cuma mobil dan sedikit bus. Ini karena selama ini memang jarang banget travel blogger (yang gue baca) yang membahas sisi jelatanya Macau, padahal ternyata Macau juga punya banyak sisi yang membumi.


Transportasi Umum di Macau

Kita bahas mulai dari hal yang jadi ketertarikan utama gue di setiap kota dan negara, hehe. Kejutan! Selama gue di Macau, gue malah sama sekali nggak pernah naik bus-bus gratisan yang selalu dibahas dalam tips-tips wisata di Macau. Gue selalu naik bus kota regulernya. Simply sih, karena nggak ada bus gratisan yang menjangkau hotel gue hahaha.

Armada bus Macau di malam hari
Bus kota di Macau sudah nyaman dan modern
Sebuah bus melintas di seberang Senado Square, Macau

Macao atau Macau punya jaringan bus kota yang ekstensif dengan standar kenyamanan dan keamanan yang baik. Yang naik banyak juga lho sampai sering desek-desekkan, baik warga lokal atau turis. Haltenya memang sederhana banget, cuma berwujud tiang besi tanpa shelter apalagi bangku tunggu. Ongkosnya flat rate sebesar MOP 6 atau sekitar Rp12 ribuan, kecuali rute-rute jauh seperti dari bandara Macau ke pusat kota. Tulisan selengkapnya soal transportasi umum di Macau bisa dibaca di sini.

Selain bus kota, warga lokal Macau juga banyak yang naik sepeda motor atau sepeda listrik. Di beberapa kesempatan, gue kayak lagi ada di Jogja saking banyaknya sepeda motor di situ. Tapi tenang, pengendara motor di Macau ini nggak semrawut kayak di Hainan. Mereka sangaaattt menghormati pejalan kaki. Saat gue baru pertama kali mau menyeberang jalan di sana, gue berdiri dengan siaga di ujung zebra cross untuk menunggu sebuah sepeda motor melintas. Ternyata, malah sepeda motornya yang memelankan lajunya dan berhenti mempersilakan gue menyeberang. Sejak saat itu, gue merasa sangat aman jalan kaki dan menyeberang jalan di Macau.

Satu sisi macet, satu sisi lengang

Sementara untuk transportasi umum dari Macau ke Hong Kong dan sebaliknya, saat ini kita ada 2 opsi: HZMB Bus dan kapal. Gue sendiri cuma cobain HZMB Bus saat itu. Bus HZMB (Hong Kong – Macau – Zhuhai Bridge) ini juga masih tergolong anyar, baru ada saat jembatan HZMB rampung menghubungkan Macau dengan Hong Kong dan Zhuhai. Cerita perjalanan dan panduan lengkapnya bisa dibaca di: Menyeberang dari Macau ke Hong Kong dengan HZMB Bus.

Sekarang, Macau akhirnya punya Light Rail Transit (LRT).

Macau LRT mulai beroperasi pada 10 Desember 2019. Saat ini baru ada 1 jalur sepanjang 9.3 kilometer dengan 11 stasiun, menghubungkan Taipa Ferry Terminal (Terminal Maritimo de Taipa) hingga Ocean, melalui Aeroporto (bandara Macau). Keretanya driverless alias tanpa pengemudi, 1 rangkaian terdiri dari 2 gerbong kereta. Gue harus cobain ini nih kalo ke Macau lagi hehe.

Macau LRT current map (2020)
LRT Macau, sistem kereta api pertama di wilayahnya

Rencananya, Macau LRT akan punya 6 jalur, termasuk jalur yang menghubungkan Macau dengan Hong Kong.


Wilayah Administratif dan Geografi Macau

Macau adalah sebuah wilayah kepulauan, jadi bukan satu kota begitu, sama kayak Hong Kong. Secara garis besar, wilayahnya terdiri dari Macau Peninsula dan Coloane Island. Coloane Island terdiri dari 3 daerah, yaitu Coloane, Taipa, dan Cotai. Cotai adalah lahan reklamasi yang dibangun menghubungkan Coloane dan Taipa, hence the name “Cotai”. Cotai selesai dibangun pada 2005, belum lama-lama amat, jadi dulunya Coloane dan Taipa itu adalah 2 pulau terpisah.

Kamu perlu memahami pembagian daerah di Macau ini untuk menyusun itinerary perjalanan yang efektif dan efisien.

Bandara Macau ada di Taipa. Kasino-kasino besar seperti The Venetian, Parisian, dan City of Dreams ada di Cotai. Sementara kota tua Macau seperti Ruins of St. Paul Church dan Senado Square ada di Macau Peninsula. Kasino Grand Lisboa dan Macau Tower ada di Macau Peninsula.

Seisi kota tua Macau ini bisa kamu jelajah dengan jalan kaki seharian, dan memang asyiknya begitu, karena kamu akan melalui gang-gang cantik ala Portugis yang nggak akan bisa kamu temui di mana pun di Asia Tenggara/Timur! Banyak juga bangunan-bangunan cantik peninggalan kolonial Portugis yang akan kamu temukan secara nggak sengaja.

Perjalanan gue menjelajah kota tua Macau bisa dibaca di sini.

Menikmati Suasana Macau: Perpaduan Tionghoa dan Portugis

Di atas udah gue singgung sedikit bahwa Macau dianugerahi dengan seabrek bangunan kolonial Portugis. Yup, ini karena Macau adalah bekas jajahan Portugis. Inilah yang gue suka saat menyusuri jalanan Macau.

Berasa banget suasana Eropa, karena kotanya bersih dan rapi
Chinatown Singapura, tapi bentuk dekorasi dan ornamennya berbeda. Kalau di Indonesia, bangunan-bangunan Portugis banyak tersebar di Nusa Tenggara Timur, seperti Larantuka.

di sini.

Yangon. Sebagian rumah-rumah susun itu berdiri di tepi jalan raya yang lebar dan mulus. Sementara saat menyusuri gang-gang pemukiman, gue beberapa kali menemukan area parkir sepeda motor yang padat kayak parkiran motor di Jogja saat Pasar Malam Sekaten. Di beberapa titiknya memang agak gelap, tapi tetep aman. Mungkin nggak gue sarankan buat kamu yang takut sendirian atau takut gelap.

Hotel dan Makanan di Macau

Nggak bisa dipungkiri, bahwa harga akomodasi di Macau itu mahaaalll. Gue nginep di Hotel Hou Kong via Traveloka yang harganya Rp700 ribuan semalem. Itu udah tergolong yang paling murah! Gue udah nyari di Traveloka, booking.com, hostelworld, dan hostelbookers. Harga rata-rata di sana biasanya di kisaran Rp1 jutaan per kamar per malam. Jadi better kamu bisa cari travelmate buat ke Macau. Oh iya, Rp700 ribu itu juga belum termasuk sarapan, karena nggak ada sarapan.

Hotel Hou Kong Macau
Suka banget kamar mandi Hotel Hou Kong di Macau ini

Kamarnya layak huni sih. Luas, 1 queen bed dan 1 single bed, rapi, bersih, ada teko listrik meski nggak ada kopi atau teh, shower-nya elegan dengan rainfall shower dan dinding tile. Nggak ada air mineral, jadi gue kudu beli dari toserba lokal di deket situ. Oh, kasurnya agak keras hehe, tapi gue masih bisa tidur.

Hotel yang harganya lebih murah atau hostel memang ada, tapi kemungkinan nggak terdata di website OTA, atau hanya terdata di OTA lokal Tiongkok.

Soal lokasi hotel, kembali lagi dengan agenda jalan-jalan kamu di Macau: fokus dengan kasino/resor/theme park, atau fokus dengan wisata kota? Kalau jawabannya dua-duanya, menurut gue kalau gitu pilih hotel di area kota tua aja biar gampang dieksplor dengan jalan kaki. Beberapa hotel jaringan yang lokasinya di area ini adalah Best Western, Sofitel, dan 5footway inn. Kawasan ini bisa dicapai dengan bus MT4 dari bandara Macau.

Gue pengen ke Macau lagi dan menginap di hotel yang lebih layak, Best Western misalnya, dan lebih banyak menjelajah kekayaan sejarah dan kulinernya. Memang bakal boros di hotel dan makan, tapi karena penerbangannya murah dan nggak menyematkan obyek wisata berbayar, menurut gue jatuhnya nggak akan beda jauh dengan perjalanan-perjalanan gue lainnya.Kamu udah ke Maca juga? Atau berencana ke Macau? Apa yang paling menarik buat kamu? Share di kolom komentar yuk.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *