Panduan & Cerita Perjalanan Naik Kereta Cepat (High Speed Railway) di Hainan, China

Salah satu misi (((misi))) yang gue bawa saat melakukan perjalanan ke Hainan bulan November 2019 lalu adalah pengalaman baru naik kereta cepat alias High Speed Railway (HSR). Iya, negara kita memang lagi membangun proyek kereta cepat Jakarta – Bandung yang akan rampung 2021, namun pengalaman berkelana di negeri orang itu tiada duanya. Meski nggak sebagus dan secepat kereta cepat Beijing – Shanghai, namun kereta cepat di Hainan tetap layak dicoba!

Hainan adalah tempat terdekat (saat ini) dari Indonesia untuk naik kereta cepat. Posisi Hainan masih lebih dekat daripada Hong Kong atau Guangzhou. Buat yang mau naik kereta cepat di Hainan, gue sarankan kamu traveling mandiri aja kayak gue. Nggak semua paket tur menyediakan program naik kereta cepat. Kalo pun ada, biasanya hanya mengambil rute pendek.

Jaringan kereta cepat Hainan
(source: haikouhostel.com)

Berjalan turun menuju peron di stasiun Sanya Railway Station, Hainan

Artikel ini akan berisi panduan (dari proses pemesanan di Indonesia hingga eksekusi perjalanan) sekaligus cerita perjalanan gue naik kereta cepat di Hainan dengan rute Haikou East – Sanya dan Sanya – Meilan (koneksi ke Haikou International Airport). Masing-masing gue coba dengan kelas yang berbeda, yaitu 2nd Class dan 1st Class. Kereta cepat di Hainan ini layak dicoba karena murah dan rute terjauhnya pun nggak memakan waktu lama! So, duduk yang tenang, dan baca baik-baik panduan ini.

Nah, video perjalanannya juga bisa kamu tonton di:


Oke, gue nggak akan bertele-tele, gue akan langsung masuk ke panduan praktis. Meski kereta yang gue naiki ini hanya di Hainan, namun proses pemesanan ini bisa diaplikasikan untuk rute kereta cepat lainnya di China.

Ada 2 platform yang gue gunakan untuk membeli tiket kereta cepat di China secara online: Trip.com dan TravelChinaGuide. Trip.com ini adalah sebuah online travel agent (OTA) seperti Traveloka yang berbasis di Hong Kong. Jadi selain bisa pesan tiket kereta, dia juga melayani fitur pemesanan hotel dan pesawat. Jangkauannya luas, nggak cuma China. Sementara itu, TravelChinaGuide adalah sebuah website berisi panduan jalan-jalan ke China yang juga melayani pemesanan tiket kereta.

Tampilan awal Trip.com

Tampilan awal TravelChinaGuide

Di antara keduanya, gue lebih merekomendasikan TravelChinaGuide karena akan ada staf personal (namanya Monica) yang memandu proses pemesanan kita via email, jadi bukan cuma email dari mesin atau bot. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Buka laman Trip.com atau TravelChinaGuide.com
  • Isi stasiun asal, tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang, lalu klik Search
  • Akan muncul seluruh kereta yang tersedia di rute dan tanggal tersebut, termasuk kereta reguler
  • Pilih yang sesuai dengan jadwal, kelas, dan harga yang kamu mau
  • Untuk memudahkan pemilihan jadwal, sortir daftar supaya hanya memunculkan kereta cepat dan rentang waktu yang kamu mau
  • Jika sudah mantap, lanjutkan dengan proses pengisian data penumpang, kamu akan membutuhkan informasi paspor kamu
  • Kamu akan menerima email berisi bukti pemesanan
  • Lakukan pembayaran dengan kartu kredit, baik Trip.com maupun TravelChinaGuide sama-sama menggunakan saluran PayPal, jadi nggak usah bingung atau waswas
  • Untuk pemesanan via TravelChinaGuide, kamu akan menerima email bukti pembayaran
  • Pick-up number akan dikirimkan minimal 1 bulan sebelum tanggal keberangkatan, karena menunggu dikeluarkan oleh pihak China National Railway.

Jadi memang kamu nggak langsung menerima tiket elektronik atau boarding pass. Simpan nomor pick-up karena akan kamu pakai di stasiun.

Yang gue suka dari TravelChinaGuide adalah bahwa dia menyediakan kalimat beraksara China di atas nomor pick-up untuk memudahkan petugas stasiun memahami maksud kita. Artinya kurang lebih adalah, “Halo, saya mau mencetak tiket kereta ini.” Sementara Trip.com, karena sudah OTA internasional, isi email-nya pun bahasa Indonesia dong, wkwkwk. Gue sempet cemas petugas loket akan kebingungan, tapi untungnya tidak.

Lembar panduan dari TravelChinaGuide

A high speed train in Haikou East Railway Station, Hainan

Terus kapan sebaiknya beli tiketnya? Jangan membeli tiket terlalu jauh-jauh hari. Gue sempet panik saat gue cek jadwal kereta cepat yang gue mau. Nggak di Trip.com nggak di TravelChinaGuide, tiket kereta cepat udah pada habis dong. Duh, saat itu gue pusing karena salah satu misi utama di Hainan terancam nggak akan terlaksana. Ternyata, oleh pihak TravelChinaGuide gue dikabari kalo memang jadwalnya belum keluar, disuruh coba lagi beberapa hari kemudian.


Datangilah stasiun keberangkatan kamu dan hampiri loket petugas. Ruangan loket ini bisa diakses gitu aja tanpa harus melalui pemeriksaan atau scan tanda pengenal. Ada 3 stasiun utama di Hainan: Haikou East Railway Station (Haikou-dong), Meilan Railway Station, dan Sanya Railway Station. Ingat, pilih Haikou East untuk stasiun keberangkatan dan tujuan di Haikou, BUKAN STASIUN HAIKOU. Haikou East Railway Station lebih dekat dari pusat kota. Sementara itu, Meilan Railway Station adalah stasiun kereta cepat yang terhubung dengan Bandara Haikou.

Haikou East Railway Station, Hainan

Stasiun kereta di China biasa dibangun megah seperti bandara

Sanya Railway Station, Hainan

Tunjukkan pick-up number kamu kepada petugas. Oh iya, harus tetep antre sama calon penumpang yang lain. Selanjutnya petugas akan memberimu tiket resmi yang bentuk dan ukurannya hanya seperti kartu gaple, wkwkwk.

Begitu mendapat tiket, masuklah ke dalam stasiun melalui lorong VIP atau lorong khusus yang biasanya ada di paling ujung. Ini karena lorong yang lain hanya bisa diakses dengan scan KTP China. Tunjukkan paspor dan tiket kepada petugas di entry gate tersebut. Sebelum benar-benar masuk ke dalam stasiun, ada pemindaian atau pemeriksaan keamanan yang harus dilalui. Jangan kaget ya, stasiun-stasiun kereta cepat di kota-kota besar China, termasuk di Haikou dan Sanya, memang besar dan megah layaknya bandara.

Loket tiket di Stasiun Haikou East Railway Station, Hainan

Loket tiket di Stasiun Sanya Railway Station, Hainan

Tiba di dalam stasiun, menunggulah di gerbang check-in yang sesuai untuk kereta kamu. Ada papan digital yang berisi informasi nomor kereta, tujuan, jadwal, gerbang check-in, nomor peron, dan status.

Gue nyaris nggak menyadari soal perbedaan gerbang check-in ini. Saat gue dengan pedenya duduk di ruang tunggu lantai satu Haikou East Railway Station, gue heran kenapa ada orang-orang yang langsung naik ke lantai 2. Lho, itu mereka mau ke mana? Ada apa di lantai atas? Gara-gara kekepoan itu, gue jadi ikut naik ke atas dan barulah tau kalo ada dua gerbang check-in. Gerbang check-in kereta gue ada di lantai 2. Beda check-in, beda peron dan kereta juga soalnya. Thanks God gue kepo, rasa ingin tau dan kritis memang dibutuhkan saat traveling.

Heran dengan orang-orang yang naik ke lantai 2

Waiting area | Haikou East Railway Station, Hainan

Gerbang check-in dibuka beberapa menit sebelum jadwal perjalanan. Iya, bakal chaos banget karena kamu akan masuk berduyun-duyun dengan ratusan calon penumpang lainnya. Sama seperti saat masuk ke dalam stasiun, pilihlah VIP gate atau special gate yang ada di ujung untuk masuk ke dalam area check-in.

Gue tadinya nggak aware masalah ini, dan menghabiskan beberapa menit dengan percuma untuk scan paspor di check-in gate. Hasilnya, gue harus bergerak menerobos arus massa menuju check-in gate terujung, padahal saat itu posisi gue udah nyaris di ujung yang lain. Oh, gue bisa merasakan ada beberapa calon penumpang yang mendorong-dorong gue, meminta gue untuk segera menyingkir dari jalan mereka.

Check-in gate | Haikou East Railway Station, Hainan

Masuk berduyun-duyun ke gerbang check-in di Sanya Railway Station, Hainan

Di check-in gate itu, tunjukkan paspor dan tiket kepada petugas. Kamu kemudian akan berjalan melalui lorong dengan akses peron yang ada di kedua sisi, terhubung dengan eskalator. Masuklah ke dalam kereta sesuai nomor gerbong dan nomor kursi yang sudah kamu pesan. Nah, info ini nggak tertera di tiket, jadi harus kamu inget-inget atau dicek dari bukti pemesanan dari Trip.com / TravelChinaGuide.

Tips: jangan mepet datang ke stasiun. Minimal 1 jam sebelum jadwal kereta, kamu udah tiba di stasiun.

Petunjuk arah untuk peron di stasiun Sanya Railway Station, Hainan

Lorong menuju peron di Stasiun Haikou East Railway Station

Tiba di stasiun tujuan, kamu masih harus menunjukkan tiket kepada petugas saat melalui exit gate. Ditunjukin aja, nggak usah dikasih. Gue sempet mengira dia mau pegang dan mengamati baik-baik tiket gue, ternyata kagak. Alhasil tiket gue jatuh ke lantai.


Dari 3 stasiun yang gue sambangi di Hainan, ketiganya dilengkapi ATM, penjual makanan/minuman, toilet, dan boiled water. Toiletnya bersih tapi nggak ada watergun, jadi siapkan tissue basahmu atau botol kosong. Gue sempet numpang pup di toilet Sanya Railway Station hehe.

2nd class, Hainan High Speed Railway China

My high speed train ticket, 2nd class, from Haikou East to Sanya, Hainan

Kursi untuk kereta cepat 2nd Class disusun dengan formasi 3-2, sementara kereta cepat 1st Class disusun dengan formasi 2-2. Keduanya dilengkapi tray table (meja lipat) di tiap kursi, overhead compartment, toilet, dan dispenser air panas. Ada mbak-mbak train attendant juga, nggak ada lagi pemeriksaan kereta di dalam kereta. Setau gue, nggak ada kereta Business Class dan VIP Class di Hainan.

Tentu, kursi di kereta 1st Class lebih empuk, lebar, dan ruang kaki yang lebih lega dari kursi di kereta 2nd Class. Apalagi, kereta 1st Class Sanya – Meilan yang gue naiki hari Rabu pagi itu sangat sepiii. Berbanding terbalik dengan kereta 2nd Class Haikou East – Sanya yang gue naiki di hari Senin siang sebelumnya. Rame bangeeettt dan berisiiikkk. Sepanjang jalan gue sampe nggak bisa eksplor karena mager saking padetnya, mana gue ada di kursi A dalam barisan 3 tempat duduk.

Leg room, sink, toilet, free hot water | Hainan High Speed Railway in China

1st class, Hainan High Speed Railway China

My high speed train from Sanya to Haikou, Hainan

Ternyata kereta cepat itu jalannya smoooooooth… Nggak jugijagijug kayak kereta biasa gitu. Kecepatan tertinggi China High Speed Railway di Hainan ini mencapai 250 km/jam. Memang nggak secepat kereta Beijing-Shanghai, tapi udah lumayan banget buat kita warga +62. Jalurnya ada yang menapak tanah, melayang, bahkan underground melalui lorong bawah tanah, membelah bukit dan meliuk di atas persawahan.


Senin pagi, 4 November 2019, gue check-out dari Banana International Youth Hostel. Oleh pihak hostel, gue diberitahu bahwa gue bisa ke Haikou East Railway Station dengan bus nomor 4 dari Haikou East 3rd Street. Saat gue tiba di halte yang dimaksud, gue lihat di papan informasi bahwa bus nomor 4 ini bukan bus tujuan Haikou East.

Baca cerita sebelumnya: Jelajah Tempat Wisata di Haikou, Hainan

Gedung-gedung di sekitar Stasiun Haikou East Railway Station

Karena masih ada waktu, jadi bisa muter-muter stasiun dulu

Gue lalu memastikan ke seorang ibu-ibu tentang rute bus ke Haikou East, dengan bahasa sekadarnya dan bantuan Google Maps. Ternyata rute yang benar adalah bus nomor 11, info ini dia berikan dengan menghampiri papan rute bus dan menunjuk angka yang dimaksud. Dia lalu ngomong sesuatu lagi sambil menunjuk-nunjuk hidungnya. Gue nggak paham apa maksudnya. Saat busnya datang dan dia naik, barulah gue paham bahwa dia berusaha bilang, “Saya juga naik bus itu kok.”

Gue nggak perlu bingung mau turun di mana, karena Haikou East adalah tujuan terakhir. Setelah turun, gue masuk ke dalam sebuah bangunan yang mengarahkan gue menyeberang ke Haikou East Railway Station melalui sebuah underpass entrance. Ternyata underpass-nya sepi bangeeettt, kayak parking basement yang kosong. Nggak ada apa-apa dan nggak ada siapa-siapa padahal tadi ada beberapa penumpang bus. Gue nggak tau ke mana perginya mereka semua. Kayaknya underpass ini memang jarang banget dipake.

Meninggalkan BlueSky Hostel, Sanya, dalam gelap

Bayangkan motoran melalui jalan rindang ini pagi-pagi buta di Sanya, Hainan

Lain lagi cerita saat gue mau berangkat ke Sanya Railway Station untuk naik kereta cepat ke Meilan. Gue bangun pagi-pagi buta di BlueSky International Youth Hostel lalu bergegas mandi ketika penghuni lainnya masih terlelap. Sebelum jam 6, gue udah pergi meninggalkan hostel yang bahkan petugas hostelnya aja belum siap di meja depan. Kunci gue letakkan di atas meja, uang deposit udah dikembalikan ke gue malam sebelumnya.

Gue berjalan ke jalan utama, lalu menyeberang jalan agar ojek yang mau gue tumpangi nggak perlu memutar arah. Bisa naik bus, namun saat itu bus belum beroperasi. Taksi? Jauh lebih mahal. Untunglah, beberapa menit kemudian ada satu tukang ojek yang berhenti. Dengan bantuan Google Maps untuk menunjukkan nama dan foto tempat tujuan, kami sepakat dengan harga CNY 35. Gue nggak nawar karena lokasinya memang jauh.

Gedung stasiun Sanya Railway Station yang cantik

Loket tiket yang sudah melayani pelanggan sejak pagi-pagi

Bersama babang ojek yang berperawakan kecil dengan karakter wajah yang ramah, kami menerabas dinginnya udara Sanya pagi itu. Entah berapa suhu udara saat itu, tapi prediksi gue di bawah 20° Celcius. Pokoknya dingiiinnn! Sanya memang masih beriklim tropis, tapi karena lokasi Hainan udah agak ke utara dan saat itu China memang lagi musim dingin, jadi tetep kecipratan hawa adem Tiongkok.

Meski udara dingin membuat bergidik, namun gue menikmati momen berkendara saat itu. Motor listrik melaju tanpa hambatan di lajurnya yang teduh di bawah naungan pepohonan rindang. Kami juga melalui kawasan bisnis Sanya dengan gedung-gedung kaca modern, meski tak terlalu tinggi. Rupanya karena pak sopir sempat memotong jalan dengan melawan arus, jarak perjalanan pun jadi lebih singkat.

Di dalam stasiun Sanya Railway Station

Mengintip kota Sanya dari dalam stasiun

Jadwal kereta jam 7:25, tapi jam 5:45 gue udah sampe Sanya Railway Station, berarti perjalanan naik ojek sekitar 15 menit. Tapi entah kenapa kok rasanya lebih lama. Gue berjalan menyeberang lahan parkir yang luas, melalui sepasang tram yang terdiam dalam gelap, lalu masuk ke ruang tiket stasiun. Gue belum sarapan, tapi perjalanannya hanya sekitar 1,5 jam jadi bisa gue tahan sampai tiba di Haikou Meilan Railway Station.

Nampaknya Meilan Railway Station ini adalah satu-satunya stasiun kereta cepat di Hainan yang terletak di bawah tanah. Penampilannya lebih mirip stasiun subway/metro/MRT, lengkap dengan automatic platform screen doors di kedua sisinya yang membatasi island platform di bagian tengah dengan jalur kereta di sisi kanan dan kiri. Gue naik ke atas melalui eskalator, lalu berjalan melalui travelator dan lorong panjang menuju gedung bandara. Ternyata jaraknya lumayan juga.

Meilan Railway Station, connecting hub to Haikou International Airport

Travelator at Meilan Railway Station

Burger King | Haikou Meilan International Airport, Hainan

Sebelum check-in di terminal internasional, gue masuk dulu ke terminal domestik buat makan Burger King seharga CNY 50. Masih ada cukup banyak waktu sebelum boarding jam 12an.


Puji Tuhan, rencana gue naik kereta cepat di Hainan dapat terwujud dengan baik dan lancar tanpa halangan. Jalur pemesanannya nggak bermasalah, tiba di stasiun sangat tepat waktu tanpa agenda nyasar-nyasar, cetak tiket hingga masuk ke dalam kereta pun nggak ada drama yang membumbui. Gue juga bisa tiba sesuai waktu yang ditentukan dan melanjutkan agenda berikutnya. Sebagai lokasi pertama naik kereta cepat, perjalanan ke Hainan ini nggak akan gue lupakan.

Duduk ganteng di kereta 1st class dari Sanya ke Meilan, Hainan

Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu tentang pemesanan tiket kereta cepat di China dan eksekusi perjalanannya, khususnya di Hainan. Membeli tiket dan naik kereta cepat di China ternyata gampang banget. Keterbatasan bahasa pun nggak jadi halangan, petugas mampu menyediakan yang kita butuhkan tanpa banyak berkomunikasi. Dengan harga yang terjangkau namun kualitas yang bisa diadu, naik kereta cepat di Hainan adalah sebuah pengalaman yang layak dicoba!

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *