Pangandaran: Berlimpah Seafood-nya :D

Selamat datang di bagian ke-3 edisi jalan-jalan dua hari satu malam di Pangandaran – Batu Karas – Green Canyon. Buat yang belum baca tulisan sebelumnya, bisa baca di sini dan di sini ya. Di situ gue cerita soal perjalanan, penginapan, dan Batu Karas. Nah, di bagian 3 ini, gue mau cerita soal Pantai Pangandaran itu sendiri 🙂

Setelah numpang lewat di Green Canyon dan numpang makan di Batu Karas, gue dan rombongan lalu balik ke Pangandaran. Rencananya sih buat snorkeling, tapi ternyata pas kita sampai udah sore dan cuaca juga agak mendung. Batal deh snorkeling-nya

Bobo & Toto Emoticons 19

Karena nggak mau hari ini terbuang sia-sia dengan tua di jalan, kita pun cuma main-main air di pantai. Cuacanya mendung, dengan gumpalan awan hitam yang menggantung di bawah langit. Kita nggak bisa lihat sunset deh.

Image

Pangandaran saat sore yang mendung

DSC_0192 DSC_0191

Pantai Pangandaran ini nggak serapih dan sebersih Batu Karas sih, dan nggak banyak bule juga yang wira-wiri. Pengunjung Pangandaran didominasi oleh turis-turis lokal. Harusnya lebih ditata lagi sih, biar semakin banyak pengunjung yang tertarik 🙂

Malam pun tiba, dan Pangandaran semakin menunjukkan gairahnya. Turis-turis berduyun-duyun keluar hotel, memadati jalan-jalan di kawasan Pantai Pangandaran yang penuh dengan warung-warung makan dan warung-warung yang menjual oleh-oleh. Ada banyak warung makan seafood di sekitar pantai. Kita pun memilih makan di sebuah warung seafood yang nggak jauh dari hotel. Ini dia santapan-santapan kita 😀

DSC_0204

DSC_0206

Sekali lagi, menu-menu itu kita makan rame-rame dengan masing-masing sepasang menu yang sama. Ini bisa menghemat pengeluaran lo, Sob!

heyheypig emoticon 74

Selain makan-makan, lo juga bisa menghabiskan malam di Pangandaran dengan belanja oleh-oleh atau bersepeda dengan sepeda tandem atau naik odong-odong. Odong-odongnya mengingatkan gue sama odong-odong di Alun-Alun Kidul Jogja. Lo bisa muter-muter deh, seru-seruan sama temen-temen atau keluarga sambil merasakan sejuknya angin malam. Hati-hati ya, karena jalanannya sempit tapi padat dengan kendaraan bermotor dan pejalan kaki yang lain. Malah ada temen gue yang keserempet odong-odong hahahahaha. Maklum, dia emang gendut, dan saat itu dia lagi berdiri di pinggir jalan. Nah, buat yang ngerasa punya badan gede, hati-hati nih gyahahahahaha!

heyheypig emoticon 48

Untuk oleh-oleh, lo bisa beli baju-baju pantai, aneka asesoris, atau jambal roti yang tersebar di kawasan Pangandaran. Jambal roti itu bukan roti ya, tapi semacam ikan-ikan asin yang dikemas dalam satu wadah plastik. Rata-rata satu bungkus harganya Rp 10.000,00. Untuk asesoris, harganya bervariasi tergantung dengan benda apa yang lo beli. Ada gantungan kunci, kalung, gelang, hingga bingkai dengan tema laut. Cari yang khas unik dan susah lo dapet di tempat lain ya. Ada juga warung asesoris yang menerima jasa penulisan nama, istilahnya Gravier (bener nggak nih nulisnya -____-). Jadi, lo bisa menuliskan nama seseorang di situ, bisa pacar atau temen lo.

Warung asesoris

Warung asesoris

Odong-odong yang lagi nganggur :)

Odong-odong yang lagi nganggur 🙂

Overall, Pangandaran di waktu malam cukup seru. Banyak hal yang ditawarkan di sini: makan seafood, beli oleh-oleh, bersepeda, naik odong-odong, atau sekedar jalan-jalan menyusuri jalanan di sepanjang pantai. Coba ya cuacanya nggak mendung, pasti Pangandaran bakal lebih kece lagi dengan semburat merah di garis cakrawala. Ada yang punya foto sunset di Pangandaran? 😀

Besok adalah hari yang gue tunggu-tunggu, karena kita bakal nyobain body rafting di Green Canyon. Yang ini beneran, not another failed plan :D. Jadi, tunggu bagian ke-4 travel series ini ya, yang juga menjadi pamungkas cerita jalan-jalan gue ke Pangandaran – Batu Karas – Green Canyon selama 2 hari satu malam. Dadabaybayyy, Guys! Jurus menghilang!!! #pffft

heyheypig emoticon 36

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *