Pelarian Akhir Pekan di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo

Staycation di Solia Zigna Laweyan, Solo

“Ha, Solia Zigna?” aku mengernyitkan dahi saat membaca nama hotel itu untuk pertama kalinya. Nama yang masih asing, bahkan buatku yang sudah lumayan malang melintang di dunia perkamaran. Aku lalu membuka galeri fotonya di salah satu situs pemesanan hotel, menelisik dari satu area ke area lainnya melalui dunia maya. Pikirku saat melihatnya, “Hm, lumayan juga kayaknya, bintang 4. Lokasi juga strategis.”

Sekitar 2 bulan kemudian, aku sudah tertidur pulas dengan nyaman di atas kasur Deluxe Room-nya. Nama yang asing itu, terasa seperti rumah bagiku.

Hari Sabtu siang itu, 27 Februari 2021, aku tiba di Stasiun Purwosari Solo setelah lebih dari 1 jam berada dalam KRL Jogja-Solo yang, ternyata, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di hari yang sama. Pantas saja tadi ada mas-mas paspampres hilir-mudik di dalam gerbong sebelum kereta berjalan. Cerita dan ulasan lebih lanjut tentang KRL Yogyakarta ini akan aku tulis kemudian. Janji deh buat yang satu ini.

Baca juga: Pengalaman Baru Naik Kereta Bandara Solo Ekspres

Petugas penerima tamu | Solia Zigna Laweyan Solo
Tampak depan Hotel Solia Zigna Solo dan Canting Londo Kitchen

Singkat cerita, dengan naik ojol yang ongkosnya cuma Rp1.000, aku tiba di Jalan Dr. Radjiman no. 525, tempat di mana Hotel Solia Zigna Kampung Batik Laweyan Solo berada. Dengan agak bingung, aku berjalan menghampiri pintu sebuah bangunan bergaya indische yang kuduga sebagai area penerimaan tamu.

Dugaanku salah. Dasar sotoy.

Seorang petugas sigap menghampiriku saat aku baru saja memeriksa suhu badan dengan termometer berdiri. “Ada yang bisa dibantu, mas?” tanyanya.

Jawabku padanya, “Mau check-in, mas.”

“Oh, lobi ada di sana, mas. Ini Restoran Canting Londo, mari saya antar,” sahutnya sembari mengarahkan tangannya kepada bangunan yang lebih besar, lebih tinggi, dan lebih modern di sisi kanan restoran bergaya kolonial itu.


Proses Check-In di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo

Tiba di depan gedung yang dimaksud, dia mempersilahkan aku masuk dan terus berjalan lurus. Aku melangkah melalui ruang tunggu bernama Sogan Lounge hingga tiba di ujung bangunan di mana area lobi berada. Lounge-nya sendiri terlihat dan terasa nyaman. Ada konter yang berhadapan dengan kursi-kursi bar, kursi-kursi sofa yang berlimpah, sejuk dengan pendingin ruangan. Aku menduga Sogan Lounge akan tampil lebih elegan saat malam hari, dan ternyata betul. Pencahayaannya menimbulkan kesan hangat, tenang, dan berkelas.

Sogan Lounge | Solia Zigna Laweyan Solo
Nikmati koleksi teh premium Savis di Sogan Lounge | Solia Zigna Laweyan Solo
Area tunggu di lobi Hotel Solia Zigna Laweyan Solo
Menyapu pandang area penerimaan tamu | Solia Zigna Laweyan Solo

“Mau check-in, mbak. Atas nama Teguh Nugroho,” aku melaporkan diri begitu disambut dengan ramah oleh sang petugas meja depan.

Sambil menunggu front desk officer melakukan pekerjaannya, aku menyapu pandang seluruh ruangan. Ada sofa-sofa dan kursi-kursi empuk sebagai area tunggu tamu, pojok surat kabar, dan spot berfoto dengan becak estetik. Tanda X ditempelkan di sela-sela sofa untuk menjaga pembatasan sosial di era pandemi. Di antara area lobi dan Sogan Lounge, ada konter cake & bakery. Di sisi lain, sepasang petugas yang sepertinya anak magang berdiri dengan siaga menjaga pintu kaca sebagai akses tamu dari Kampung Laweyan. Ah, jadi ada 2 akses untuk Hotel Solia Zigna ini.

Aku diminta memeriksa suhu tubuh pada termometer di samping meja depan, lalu melaporkan hasilnya kepada petugas.

Proses check-in berjalan lancar dan cepat, aku diberikan smart card untuk mengakses kamarku di lantai 7.


Fasilitas Kamar Hotel Solia Zigna Laweyan Solo

Senang rasanya bisa berjalan menghampiri kamar dengan suara langkah yang teredam karpet empuk. Area menunggu di depan elevator juga tampil apik dan mewah! Pintu kamar terbuka, dan… aku menyambut Deluxe Room yang akan menjadi tempatku bermalam hingga hari Senin lusa. Kamar terlihat nyaman dilihat dengan elemen kayu dan marmer pada beberapa bagian.

Twin Bedroom, Deluxe Room | Solia Zigna Laweyan Solo
Cuties yang selalu menyambut di setiap hotel bintang 4
Sambutan manis dari Hotel Solia Zigna Laweyan Bandung
Mau pilih yang mana kuenya?

Pandanganku segera tertuju pada welcome cake yang sudah tersaji dengan rapi di atas meja. Terima kasih untuk sambutan hangatnya, Solia Zigna. Karena lapar belum makan dari Jogja, aku segera mencomot satu dua dari kue-kue itu untuk mengganjal perut.

Oke, mari letakkan tas yang berat ini dan menjelajah ruangan.

Kamar yang menurutku cukup luas ini dilengkapi dengan:

Coffee & tea maker facilities
√ Working area
√ Walking closet
√ Minibar
√ Slippers
√ Safety box
√ Balkon.

Terus aku juga suka dengan lantai parketnya karena membuat nyaman dan hangat di kaki. Ada banyak lighting juga di dalam kamar, bisa diatur apakah mau kondisi kamar yang terang benderang, redup, atau nyaris gelap gulita haha. Bantalnya masing-masing ada 2 buah, ditambah 1 bantal kecil. Colokan listrik pun ada di titik-titik strategis.

Nakas dan colokan listrik | Solia Zigna Laweyan Solo
Fasilitas pembuat kopi dan teh, minibar, dan balkon | Solia Zigna Laweyan Solo
Panorama kamar Deluxe Room | Solia Zigna Laweyan Solo

Motif batik dihadirkan pada headboard area tidur, kursi kerja, dan slippers dalam warna biru. Pilihan cerdas untuk membawa sentuhan tradisional Jawa sebagai identitas kota Solo tanpa porsi yang berlebihan.

Masuk ke dalam shower area, aku dibuat kagum dengan lengkapnya amenities di kamar mandi @soliazigna

Ada hair dryer, handuk tangan, dan handuk muka. Toiletries-nya ada body wash, shampoo, lotion, soap bar, cotton bud, shower cap, comb, dan dental kit. Losionnya enak dan wangi lho, sampai kubawa pulang semua toiletries-nya hehe.

Pilihan desain shower, tile, dan pencahayaannya membuat kesan elegan tak absen dari shower area Hotel Solia Zigna Laweyan Solo. Dengan shower bertipe rainforest shower, tile berbahan marmer, dan kemasan toiletries yang eksklusif, terasa betul kualitas Solia Zigna Laweyan sebagai sebuah hotel berbintang 4. Shower juga mudah digunakan dengan tingkat semburan dan derajat panas yang nyaman, nggak ada masalah. Aliran air pun tak terhambat.

Pengering rambut dan wastafel | Solia Zigna Laweyan Solo
Lengkapnya alat mandi di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo
Pengemasan yang apik dari Hotel Solia Zigna Laweyan Solo
Hey, Cermin. Punggung siapa yang paling seksi?
Area basah dan kering dipisahkan oleh sekat kaca | Solia Zigna Laweyan Solo

Setelah sebentar beberes dan merapikan diri, aku turun ke lobi untuk menemui mbak Dhara, Public Relation dari Hotel Solia Zigna Laweyan Solo. Ternyata benar dugaanku, Hotel Solia Zigna baru mulai beroperasi sejak akhir tahun 2020. Ia juga tak menjadi bagian dari lini bisnis jaringan hotel internasional atau nasional yang sudah kukenal. Jadi, pantas namanya masih asing bagiku.

Selain di Laweyan, Solia Zigna juga punya unit hotel bintang 3 di Yosodipuran, masih di Solo. Mungkin kapan-kapan aku cobain juga hotel itu.

Namun meski sebagai pemain baru, Solia Zigna nggak kaleng-kaleng lho. Dia menunjukkan kualitasnya sebagai hotel berkelas.

Sisa hari itu kuhabiskan di dalam kamar hotel. Saat senja, aku memanjakan diri dengan kudapan kue yang sudah disediakan sambil menyaksikan video-video Youtube dan menyeduh secangkir teh panas. Merek tehnya premium, bukan Sariwangi, Tang, atau Poci, melainkan Savis, tepatnya varian English Breakfast. Saat malam, aku membeli makan dengan berjalan kaki, menghampiri sebuah kedai nasi goreng. Ada banyak tempat makan murah meriah di sepanjang Jalan Dr. Radjiman. Jadi kalo malas jauh-jauh, bisa kulineran aja di sini. Makanan-makanan khas Solo lengkap tersedia.

Memanjakan diri dengan kue-kue dan internet di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo

Meski hanya melakukan perjalanan sejauh Jogja-Solo, namun mungkin karena sudah renta atau tak pernah lagi berolahraga, malam itu sebadan-badan terasa pegal dan lelah. Niat mau jalan-jalan di kota Solo jadi urung. Aku hanya menghabiskan waktu dengan telfonan sama Ara, nonton film di TV kabel, mandi, menikmati suasana sejenak, lalu tidur. Peep peep.


Sarapan di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo

Semangat pagi! Saatnya salah satu pengalaman staycation yang kutunggu-tunggu, breakfast time.

Jelang memasuki area restoran di lantai 2, tak hanya dibuat terpukau dengan lorong di depan elevator, aku juga senang dengan prosedur kesehatan yang diberlakukan. Di depan akses masuk restoran, petugas siaga di balik meja. Prosedur standar seperti memeriksa nomor kamar dan mencuci tangan dengan hand sanitizer jelas dilakukan. Yang beyond expectation, mereka juga menyediakan sarung tangan plastik untuk digunakan tamu saat mengambil sarapan.

Eskalator di lantai 7 | Solia Zigna Laweyan Solo
Petugas FnB dengan chef hari itu | Solia Zigna Laweyan Solo
Menikmati sarapan di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo
Suasana restoran Solia Zigna Laweyan Solo saat sarapan

Cakep nih, jalan tengah. Tamu tetep mengambil sendiri sesuka hati dari buffet yang ada, namun difasilitasi dengan sarung tangan plastik. Baru kali ini lho aku menemukan hotel dengan kebijakan seperti ini. Beberapa hotel bintang 4 di Bandung yang kuinapi saat pandemi biasanya memberlakukan pembatasan kuota (yang nggak berjalan sukses) atau malah nggak ada buffet breakfast sama sekali dan hanya melayani in-room breakfast. Salut buat Solia Zigna!

Area restorannya luas. Makanan disajikan dalam satu island utama dan satu konter omelet di sudut area bagian belakang. Di sekelilingnya ada kursi-kursi sofa berbalut warna toska yang segar, kontras dengan lantai yang bernuansa coklat dan lighting keemasan di langit-langit. Selain kursi sofa, juga ada kursi-kursi rotan dan kursi-kursi bar untuk kelompok besar. 

Terus gimana makanannya?

Sebagai sebuah hotel bintang 4, Solia Zigna Laweyan Solo punya ragam menu sarapan yang lengkap! Ada main course dengan 2 pilihan nasi, pastry & bakery, soto ayam, bubur ayam, bubur mutiara, salad & buah, omelet, sosis, sereal, roti, dan konter menu pendamping. Uh, pokoknya kenyang banget sarapan di sini, kuat sampai sore 😁😁😁

Makanan utama | Hotel Solia Zigna Laweyan Solo
Donat dan aneka kue-kuean | Solia Zigna Laweyan Solo
Salad, buah, bubur | Solia Zigna Laweyan Solo
Menu-menu pendamping di gerobak | Solia Zigna Laweyan Solo
Pilihan minuman untuk sarapan | Solia Zigna Laweyan Solo

Pilihan minumannya juga ada kopi, jus, susu, dan infused water. Omeletnya disajikan sesuai permintaan, tapi sosis-sosisnya selalu ready.

Dalam waktu 2 jam, semua makanan yang kuambil berhasil kuhabiskan. Aku selalu membiasakan diri untuk #AmbilMakanHabiskan, biar bebas sampah makanan. Makanya kumakan dengan perlahan dan harus pagi-pagi ke restoran.

Besok paginya, I had a different scenario for my breakfast. Berbeda dengan pagi pertama, pagi kedua kunikmati dengan sarapan di sisi kolam renang. Makasih banget nih buat seluruh tim food and beverage (FnB) yang sudah memberikan pelayanan demi pengalaman ini. Mereka yang menyiapkan meja-kursi dan membawakan hampir seluruh sampel dari menu sarapan hari itu.

Sarapan di tepi kolam renang, difoto oleh mas Alfian | Solia Zigna Laweyan Solo

Pagi itu sarapannya ada nasi goreng, mie goreng, bola daging, tumis kacang panjang, dan rolade. Tentunya tak lupa kue-kue manisnya dan buah-buahan segar. Mereka menyajikan 2 porsi karena memang aku tak sendiri. Ada mas Alfian Widi, fotografer Solo yang keren banget dan sudi menyempatkan waktunya di sela-sela kesibukannya yang padat untuk membantuku pagi itu. Check out his Instagram to admire his amazing works, @alfianwidi.

Kamu juga bisa menikmati pengalaman seperti ini, tentunya dengan additional charge. Saranku, jangan kesiangan kalau mau sarapan di tepi kolam. Panas, cyin! Wakakaka. 


Fasilitas Hotel Solia Zigna Laweyan Solo

Solia Zigna Laweyan Solo punya rooftop yang asyik buat menikmati pemandangan kota dari ketinggian, apalagi saat sunset. Dari kolam renang, naik lagi melalui tangga penghubung. Saat cuaca cerah, anginnya kenceng banget sampai kaosku menggelembung-gelembung nggak kontrol 😁😁😁

Rooftop dan gym (fitness center) | Solia Zigna Laweyan Solo
Main-main air di kolam renang di Solia Zigna Laweyan Solo
Floaties yang terlupakan | Solia Zigna Laweyan Solo

Kolam renangnya juga cakep. Walaupun nggak infinity pool banget karena ada dinding kaca, namun karena tak terhalang bangunan atau ruangan apa pun, jadi tetap bisa menikmati Solo dari ketinggian. Di sisi kolam, berjajar beberapa flatbed untuk bersantai atau berjemur. Shower dan ruang ganti juga tersedia di ruangan di sampingnya.

Ada floaties unicorn juga lho. Sayangnya aku kelupaan meski sudah diinfokan mbak Dhara gara-gara floaties itu tak nampak saat aku berendam di kolam pada hari Sabtu sore. Besok paginya saat sarapan, baru ia muncul entah dari mana, terapung seorang diri di kolam renang.

Fitness center juga ada di lantai yang sama, di tepi rooftop. Nikmati nge-gym dengan view kolam renang dan langit biru! Ruangannya memang nggak terlalu lebar dan peralatannya juga nggak banyak, tapi minimal bisa treadmill dan olahraga angkat beban seperti yang biasa kulakukan.


Bersantap di Canting Londo Kitchen dan CL Coffee

Malam berikutnya habiskan di Canting Londo Kitchen, yang merupakan satu dari 2 outlet tempat makan di dalam Hotel Solia Zigna Laweyan. Yang satunya lagi adalah CL Coffee, yang akan aku ulas kemudian.

Buat yang di Solo dan sekitarnya, ini nih rekomendasi tempat makan yang oke banget. Ya makanannya, harganya, lokasinya, dan apalagi tempatnya. Yok ke @cantinglondo.

Bagian depan Canting Londo Kitchen | Solia Zigna Laweyan Solo
Dari depan aja, Canting Londo Kitchen udah instagram worthy! | Solia Zigna Laweyan Solo

Rumah makan Canting Londo menempati sebuah bangunan peninggalan kolonial. Paduan arsitektur dan desain interior kolonial dengan tradisional Jawa dan sentuhan Tionghoa melebur di dalamnya. Buat romantic dinner, atau makan sama temen, atau sama keluarga, cocok semua. Ada area indoor dan outdoor, communal dan private.

Bahkan dari area depan pun, Canting Londo sudah menggoda mata dengan desain ubin, kursi-kursi berbentuk sangkar burung, dan vespa batik. Karena saat itu masih dalam suasana Tahun Baru Imlek, jadi ada dekorasi bertema Imlek yang disematkan. Cocok sekali, bukan?

Masuk ke dalam bangunan, wah, aku semakin terpikat dengan interior ruangannya. Fitur yang paling menarik buatku adalah lampu-lampu gantung dan pintu-pintu lengkung, juga ornamen di atas setiap pintu dan jendela. Pemilihan langit-langit modern di langit-langit ruang utama juga cocok, nggak mengaburkan atmosfer klasik di bawahnya.

Masuk ke dalam Canting Londo Kitchen | Solia Zigna Laweyan Solo
Memperhatikan suasana sembari menunggu pesanan | Canting Londo Kitchen
Area luar yang menghadap pekarangan dalam rumah | Canting Londo Kitchen

Jika terus berjalan melalui ruang makan utama, maka kita akan dihadapkan dengan area makan luar ruangan yang menempati teras tengah yang luas. Teras itu menghadap kawasan terbuka yang dikelilingi oleh bangunan dari keempat sisinya. Tetap romantis dan syahdu, bukan? Apa malah area luar ini lebih menarik untukmu?

Oh ya, di Canting Londo Kitchen aku memesan Sapi Lada Hitam Saikoro dan Lemon Squash. Minumannya seger banget! Aku sempat khawatir Lemon Squash ini akan kemanisan atau menimbulkan efek haus, ternyata nggak sama sekali. Malah lebih ke asam, tapi asam-asam segar yang kusuka.

Memanfaatkan ruangan samping yang memanjang di sisi kanannya, ada CL Coffee nih yang bisa buat kamu nongkrong atau buka puasa. Terbuka buat umum juga kok, nggak cuma tamu hotel. Akses masuknya adalah dari sisi kanan bangunan Canting Londo Kitchen, berseberangan dengan akses ke Sogan Lounge.

Makan malam di Canting Londo Kitchen | Solia Zigna Laweyan Solo
Kopi 525, Kopi Rajiman, dan Pick Me Up | CL Coffee, Solia Zigna Laweyan Solo
Menyapu pandang CL Coffee, Solia Zigna Laweyan Solo
Ngopi-ngopi dulu di CL Coffee, Solia Zigna Laweyan Solo

Kopi dan non kopi ada semua. Mau es atau yang anget-anget, bisa juga. Mungkin karena fungsinya sebagai compliment dari Canting Londo, main course nggak ada di CL Coffee, jadi hanya ada cemilan. Kami sendiri saat itu memesan Kopi 525, Kopi Rajiman, dan Pick Me Up (karena dia nggak suka kopi). Dua nama yang kusebutkan adalah signature drink dari CL Coffee. Cobain deh, enak dan seger kok. Manis dan kekentalannya pas!

Oh iya, saat itu aku datang bertiga, ditemani 2 kawan dari Solo.

Asyiknya, lagi ada promo spesial nih selama bulan Ramadan, kamu bisa nikmati Kopi Susu Kurma! Cuuusss yang di Solo dan sekitarnya merapat ke sini. Canting Londo Kitchen juga punya paket berbuka dengan takjil dan main course, harganya cuma Rp88 ribu nett per pax. Tiap hari tema makanannya beda-beda, bayar buat 10 pax dapet 1 pax gratis!


Andai nggak kelelahan, menginap di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo sebenarnya tepat diisi dengan kunjungan ke Kampung Batik Laweyan yang selalu terlewatkan dalam kunjungan-kunjungan ke Solo sebelumnya. Kalau kamu ke sini dan waktumu banyak, agendakan wisata budaya ke Laweyan ya.

Puas menginap di Hotel Solia Zigna Laweyan Solo

Solia Zigna Laweyan adalah satu-satunya hotel bintang 4 di kawasan Jalan Rajiman, strategis di tengah kota dekat dengan Stasiun Purwosari. Dari segi tampilan, fasilitas, dan pelayanan yang diberikan, aku sangat merekomendasikan hotel ini untuk kamu yang mau liburan atau berbisnis di kota Solo. Bersama kawan, keluarga, atau pasangan. Let’s keep learning by traveling~

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *