Pengalaman Menginap di Hotel Vio Cimanuk, Dekat Gedung Sate Bandung

Udah lama banget gue penasaran sama Hotel Vio. Gimana nggak penasaran? Salah satu unitnya berdiri di depan gang menuju kost gue di Jalan Babakan Jeruk I, Pasteur. Gue lantas jadi lebih penasaran lagi setelah kantor gue pindah ke kawasan Lapangan Gasibu, karena tepat di Jalan Surapati itu juga ada Hotel Vio. Puji Tuhan, bulan Maret kemarin gue akhirnya mendapat kesempatan di hotel yang khas dengan warna ungu ini.

Secara berurut, gue akan membahas Hotel Vio Cimanuk, Hotel Vio Surapati, dan Hotel Vio Pasteur. Kita mulai dari Hotel Vio Cimanuk dulu ya.


Lokasi Hotel Vio Cimanuk

Saat mendengar kata “Cimanuk”, gue langsung merujuk ke sebuah jalan kecil di kawasan Jalan Riau (Jl. R.E. Martadinata) yang diisi deretan café, coffee shop, dan restoran. Ternyata Jalan Cimanuk ini menjulur dari Jalan Riau sampai ke samping Museum Pos Indonesia, dan Hotel Vio Cimanuk ini berada persis di ujung Jalan Cimanuk yang dekat dengan Museum Pos Indonesia. Morning Glory Rooftop Café yang pernah gue review sebelumnya juga nggak jauh dari hotel. Ini artinya, Hotel Vio Cimanuk deket banget sama kantor gue!

tampilan fasad hotel vio cimanuk

front officer hotel vio cimanuk yang murah senyum

Hotel Vio Cimanuk ini deket banget sama Gedung Sate, Lapangan Gasibu, Museum Geologi, dan kawasan nongkrong Jalan Riau. Lokasinya di tengah kota, tapi tetep rimbun nggak berisik. Benefit itu semakin “menjadi-jadi” karena Hotel Vio Bandung ini menempati sebuah bangunan tua Belanda bergaya art-deco. Kece bangeeettt!


Check-In dan Lobi Hotel Vio Cimanuk

Dari kantor, gue berangkat menuju Hotel Vio Cimanuk dengan sepeda motor. Syukurlah lahan parkirnya cukup luas. Beberapa sepeda terparkir rapi di depan pintu masuk, disewakan buat penghuni hotel. Sayangnya karena gue cuma semalem di sini, gue jadi nggak sempet cobain sepeda-sepeda lucu itu.

space di antara lobi dan ruang makan

sofa lingkar di antara lobi dan ruang makan

sofa siku di lobi hotel vio cimanuk

Lobi Hotel Vio Cimanuk sendiri berukuran minimalis dan cukup sederhana. Ada 2 sofa lingkar berwarna ungu yang terdapat di depan front desk dan di dekat ruang makan. Di atas front desk, ada akuarium cembung berisi fishball di mana tamu dapat memasukkan kartu namanya untuk nanti diundi mendapatkan kesempatan menginap gratis! Selain itu juga terdapat konter pembelian minuman dan satu space untuk seating area berupa sofa siku dengan meja.


Kamar Hotel Vio Cimanuk

Meskipun cuma punya 3 lantai, tapi fasilitas elevator (lift) tetap ada di Hotel Vio Cimanuk. Gue menginap di kamar Deluxe Room with Balcony yang ada di lantai tertinggi alias level 2 (level paling dasar dinamakan Lobby / Ground). Rasanya kayak nginep di sebuah heritage hotel karena lantai kamar dan koridornya berupa lantai parket (lantai kayu). Bahkan ada ornamen kaca patri di langit-langit meski dengan motif geometri yang sederhana.

Kamarnya luas, sekitar 18 meter persegi. Selain fasilitas standar (king-size bed, AC, coffee table, colokan listrik, TV), kamar juga dilengkapi dengan hanging corner, safety box, slippers (sandal), kursi & meja kerja kayu yang memanjang, complimentary water, complimentary drink (kopi & teh), cangkir, dan tentu teko pemanasnya. Free flow water tersedia di sudut lorong.

Kamar mandinya luas, dry area (wastafel) dan wet area (bilik pancuran) dipisahkan oleh sekat kaca. Di dalamnya sudah ada handuk badan, handuk keset, toiletries, dan gelas berkumur. Meski pancurannya bukan yang bertipe rainforest, tapi air panas berfungsi baik dan mudah diatur kok.

complimentary drinks dan teko listrik hotel vio cimanuk

king size bed di hotel vio cimanuk

tv, working desk, hanging corner, and safety box

kamar mandi hotel vio cimanuk

pemandangan dari balkon hotel vio cimanuk

mau foto-foto ala model tapi FAIL

Namanya juga Deluxe Room with Balcony, jadi tentunya ada jendela-jendela besar dan pintu buat akses ke balkon dong. Balkonnya oke banget buat ngopi pagi-pagi sambil melihat lalu lalang para pekerja kantoran yang buru-buru. Kayak gue dong coy, bisa santai-santai dulu, nyahahahaha!


Sarapan dan Fasilitas Hotel Vio Cimanuk

Walaupun nggak terlalu berlimpah-ruah, tapi menu sarapan di Hotel Vio Cimanuk udah mencakup menu-menu dasar yang biasa kita nikmati. Ada nasi putih, ayam cabe ijo, sayur, mie goreng, bakwan, bubur ayam, roti tawar, jus jeruk, air putih, kopi, teh, 1 macam buah, dan omelet on demand.

Desain interior ruang makan Hotel Vio Cimanuk ini klasik banget. Meja dan kursinya diguyur dengan warna ivory. Ada kabinet klasik juga di sudut ruangan, cocok buat sesi foto OOTD ala 70-an atau 80-an, hihihi.

melihat ke bawah dari koridor kamar

langit-langit dengan kaca patri

koridor dengan lantai kayu (kiri) dan dispenser air minum (kanan)

spot fotogenik di ruang makan

bersantap pagi di hotel vio cimanuk

menu sarapan hotel vio cimanuk

kopi dan teh hotel vio cimanuk

jus dan buah-buahan hotel vio cimanuk

menu utama sarapan hotel vio cimanuk

Nah, ruang makan Hotel Vio Cimanuk ini terhubung dengan sebuah tempat makan di depannya yang bernama Marty’s Smokehouse. Cuma gue nggak terlalu paham juga apakah Marty’s ini bagian dari Hotel Vio Cimanuk, atau jadi vendor komersial sendiri. Gue nggak sempet cobain juga sih. Tapi yang jelas, kalau kamu laper dan males keluar, tinggal melipir aja ke sini. Buka sampai jam 23:00.


Harga dan Kesimpulan

Dengan harga termurahnya yang nggak sampai di angka Rp300.000, Hotel Vio Cimanuk gue recommend banget buat kamu. Lokasinya strategis, suasananya nyaman, dan semua kebutuhan akomodasi dasar kamu tersedia. Kamar Deluxe Balcony yang gue inapi dibanderol dengan harga sekitar Rp550.000, tipe tertinggi di hotel ini. Kabari kalau nginep di sini ya, kita bisa ngopi-ngopi ganteng di balkon.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *