[Review] Makan Enak dan Kenyang di Best Western Premier La Grande Bandung

Dinner di Best Western Bandung

Oke, ini memang sebuah review lanjutan yang sudah sangat sangat terlambat. Tapi lebih baik terlambat daripada nggak sama sekali, bukan? Jadi sebelum tahun 2019 ini berakhir, gue mau menuntaskan seluruh hutang review hotel gue. Ulasan Hotel Best Western Premier La Grande Bandung sendiri udah gue tulis di sini. Tulisan ini akan fokus pada menu makan siang dan makan malam yang gue nikmati saat menginap 3 hari 2 malam di sana.

Karena gue check-in di hari Senin malam, jadi sajian pertama yang gue nikmati adalah makan malam steamboat di Parc de Ville Restaurant, lalu sarapan (yang sudah dibahas), makan siang di kamar, makan malam di kamar, sarapan lagi, dan ditutup dengan makan siang Rebo Nyunda di Parc de Ville Restaurant lagi.


Gue tau banget, kalo kapasitas perut gue yang anak kost ini memang masih limited (dan semoga seterusnya begitu), makanya gue ajak salah satu temen gereja gue buat ikut makan. Namanya ci Vania. Eh, ternyata Vania mengajak Merry dan ci Sesil turut serta and you know what? It was a right decision of hers!

Daging ayam dan sapi | steamboat Best Western Premier La Grande Bandung

Setelah menyampaikan reservasi kepada petugas restoran, kami berempat duduk menempati salah satu set meja di tepi ruangan. Nggak lama kemudian, satu per satu komponen steamboat itu datang mendarat di atas meja kami. Ada daging ayam, daging sapi, seafood, sayuran, black noodle, kuah kaldu, dan kuah tomyum. Kedua kuah ditempatkan dalam satu baskom di atas kompor gas portable yang sudah menyala. Piring, mangkok, serbet, gelas, sumpit, sendok kuah, sendok sup pun sudah tertata.

Wah, banyak juga ya, pikir gue. Dengan sigap gue segera mendokumentasikan semua makanan itu, namun lalu petugas restoran datang kembali dengan meja dorongnya. Ha? Masih ada lagi?

Seafood | Steamboat Best Western Premier La Grande Bandung

Sayuran dan black noodle | Steamboat Best Western Premier La Grande Bandung

Seolah masih kurang, meja kami lalu diisi dengan 8 buah cake, salad, dan jus. Wakgelaseh, ini sih banyak bangeeettt! Meja kami penuh nuh nuh. Cake-nya ada mocha cake, green tea cake, red velvet, dsb. Buahnya pun sudah dipotong-potong, masing-masing 4 potong, jadi kami berempat nggak perlu berebut. Di antaranya ada semangka dan pepaya.

Kami berempat lalu makan dengan lahap, yang lalu berubah jadi berlambat-lambat karena sudah merasa kenyang hahaha. Secara teori, paket steamboat ini disajikan untuk 4 pax. Namun karena kami aja yang berempat udah kekenyangan sampe bego, kayaknya bisa buat 5-6 orang. Coba tebak harganya.

Paket steamboat di Best Western Premier La Grande Bandung

Complimentary cake bersama paket steamboat

Makanan sebanyak dan seenak itu ternyata cuma dibanderol seharga Rp200.000 aja dong! Kamu bisa beli paketnya secara online di Traveloka atau MyFave. Oh ya, steamboat hanya bisa dinikmati saat hari Sabtu saja di Parc de Ville Restaurant. Saat itu gue mendapat perkecualian sebagai blogger tamu, hehe. Kue-kuenya pun ternyata juga complimentary service buat gue. Yang pasti, semua steamboat tetep ada buat kamu dan pasti bikin kamu kenyang.


Karena gue menginap di hari kerja dan enggan mengambil cuti (ditabung untuk trip ke negara impian), maka setelah sarapan gue segera ke kantor lalu kembal ke hotel saat jam makan siang. Untungnya jarak dari hotel ke kantor nggak jauh-jauh amat.

Makan siang di Best Western Premier La Grande Bandung

Bebek Seuhah | Best Western Premier La Grande Bandung

Di kesempatan pertama bersantap siang bersama Best Western Premier La Grande, makanan yang disajikan adalah Bebek Seuhah, Sop Buntut, Es Klepon, dan Cinnamon Tea. Makanan untuk 2 orang yang harus gue habiskan sendiri, hahaha. Baik Bebek Seuhah maupun Sop Buntut, dua-duanya datang dengan porsi yang cukup banyak. Jadi nggak usah dibayangin deh gimana kenyangnya gue saat itu.

Buat pecinta pedas kayak gue, Bebek Seuhah ini bikin puas! Sambelnya nendang, daging bebeknya empuk karena dipilih bebek muda yang diungkep. Disajikan dengan tahu, tempe, dan lalapan. Sop Buntutnya juga empuuukkk serius. Gampang banget dimakan pake sendok garpu aja. Maklum, pangeran kayak gue sebisa mungkin gak makan pake tangan telanjang. Sop Buntut ini terbuat dari potongan ekor sapi premium (bagian ekor luar), lalu sopnya merupakan kuah kaldu sapi dari hasil rebusan daging sapi dan rempah khas Best Western Premier La Grande.

Es Klepon dan Cinnamon Tea | Best Western Premier La Grande Bandung

Kalo biasanya kita menikmati klepon sebagai jajanan pasar atau cemilan, tapi di Best Western Bandung kita bisa menikmatinya sebagai sebuah minuman segar! Es Klepon namanya. Terbuat dari santan, susu, daun pandan, dan gula merah, lalu ditaburi sagon bakar. Kalo buat wong Jogja kayak gue, rasanya manis seger! Sementara Cinnamon Tea terbuat dari camomile tea, kayu manis, dan rempah pilihan lainnya. Rasa Cinnamon Tea ini lebih ringan, jadi cocok buat kamu yang nggak terlalu suka manis kayak Es Klepon.


Supaya nggak kekenyangan lagi, malemnya gue ajak koh James dari @jamesandlenny atau JKLdiary buat turut serta. Koh James ini sesama hotel reviewer di Bandung dan sebelumnya pernah gue ajakin makan juga di hotel lain. Untuk makan malam, menu yang datang adalah Crunchy Salmon, Iga Bakar, Persica Coffee, Blue Sunrise, dan beberapa complimentary cake.

Iga Bakar | Best Western Premier La Grande Bandung

Lava Cake | Best Western Premier La Grande Bandung

Crunchy Salmon terbuat dari daging ikan salmon dengan topping kacang pistachio, disajikan dengan sayuran. Ikan salmonnya gedeee banget, bisa buat 2 orang. Untung aja koh James ternyata suka dan bisa bantu habisin hehe. Sama kayak 3 menu sebelumnya, Iga Bakar-nya juga ngenyangin parah. Dagingnya gede banget, disajikan dengan tahu, tempe, sambal, dan lalapan.

Untuk minumannya ada Persica Coffee dan Blue Sunrise. Persica Coffee dibuat dari paduan kopi dan buah peach. Sementara Blue Sunrise adalah hasil racikan nanas, peach, dan blue curacao. Overall keduanya seger dan tingkat manisnya pas. Kopinya juga bukan jenis minuman kopi yang bikin haus kok.

Massive Ice Cream | Best Western Premier La Grande Bandung

Kreasi kue unik dengan udang dan sambal matah

Kue-kue Best Western Premier La Grande Bandung yang memuaskan!

Persica Coffee dan Blue Sunrise | Best Western Premier La Grande Bandung

Untuk cake-nya, ada Massive Ice Cream (es krim cokelat, vanilla, stroberi, rum raisin, dan green tea yang diguyur ke atas roti), Lava Cake (yang isian cokelatnya meleleh saat digigit atau dipotong), semacam chocolate cake berlapis, dan semacam gorengan yang disajikan dengan potongan udang dan sambal matah.


Sesuai namanya, Rebo Nyunda adalah paket all you can eat yang bisa dinikmati di Parc de Ville Restaurant, lantai 3 Best Western Premier La Grande Bandung setiap hari Rabu, jam 12:00-15:00. Bisa reservasi online di Traveloka (cari aja Nusantara Vaganza) atau MyFave dengan harga Rp99.000,00/pax.

Rebo Nyunda di Best Western Premier La Grande Bandung

Ada 25 sambal di Rebo Nyunda Best Western Premier La Grande Bandung

Menunya lengkap banget, gaeeesss! Selain main course, ada banyak kue-kue basah atau jajanan pasar baik yang sunda, modern, atau dari daerah lain. Buat penyuka sambal kayak gue, puas-puasin coba 25 macam sambelnya. Mau nasi goreng atau nasi putih, ada semua. Beberapa lauknya adalah ayam goreng, gepuk, mie goreng, telur suwir, orik tempe, tahu/tempe bacem, dan ikan asin. Kue-kuenya ada bika ambon, serabi, dan masih banyak lagi! Minuman khas Bandung, bajigur, juga ada lho.


Udah tau gimana asyiknya kolam renang air hangat di Best Western Bandung ini, ‘kan? Apalagi ada Cordial Pool Bar. Di Cordial Pool Bar, kita bisa memeesan makanan dan minuman. Ada kopi dan non-kopi. Jadi habis renang atau berendam, kita bisa chill dulu di sini sambil menunggu airnya kering sempurna.

Eye Opener dan Super Green | Best Western Premier La Grande Bandung

Kolam renang dan Cordial Pool Bar | Best Western Premier La Grande Bandung

Gue cobain Eye Opener (terbuat dari wortel dan jeruk) dan Super Green (terbuat dari nanas, sawi hijau, jeruk). Dua-duanya segeeerrr! Bikin mata melek. Yang pasti juga sehat dan rendah kalori, Travelearners!


Terakhir sebelum gue tutup, gue mau mengulas restorannya sendiri: Parc de Ville. Nuansa natural namun berkelas nggak bisa ditampik dari Parc de Ville Restaurant ini berkat pemilihan furnitur dan dekorasi kayu yang digunakan. Sebagian besar meja dan kursinya menggunakan material kayu, kecuali beberapa kursi yang berlapis kain hitam di ujung ruangan dan beberapa sofa di sisi yang menghadap Jalan Merdeka.

Parc de Ville Restaurant saat terang

Parc de Ville Restaurant saat malam

Suka banget sama dekorasi lampunya | Best Western Premier La Grande Bandung

Saat malam, lampu-lampu di atas barisan meja bersinar keemasan, memperkuat kesan elegan yang dibangunnya. Gue suka banget dengan lampu dalam sangkar berbentuk balok dan trapezium dengan kerangka berwarna hitam. Sementara saat hari terang, restoran terkesan segar dan sehat. Sisi restoran yang menghadap Jalan Merdeka “dibiarkan” terbuka dengan dinding kaca floor-to-ceiling untuk mempersilakan sirkulasi cahaya alami.


Wah, pokoknya makanan-makanan di Best Western Premier La Grande Bandung sukses bikin gue puas! Enak, unik, dan mengenyangkan. Nggak usah cemas soal harga, karena worth the price banget, standar harga makanan di café-café Bandung. Jadi kapan kamu makan-makan di Best Western Bandung, Travelearners?

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *