Road Trip Cirebon-Solo-Semarang : 15-19 Oktober 2021 (part 1-Cirebon)

HQnudeDaily.Info –

Prolog

Kali ini kami mau mencoba nyetir mobil yang agak jauh. Masa udah road trip di Canada dan UK tapi belum pernah road trip di negeri sendiri sih. Selama ini paling jauh kami nyetir mobil itu ya ke Tanjung Lesung dan Cirebon ya, sekitar 4 jam perjalanan. Oke, kali ini tujuan nya mau ke Solo (Surakarta) di Jawa Tengah saja, berhubung kami berdua belum pernah mengunjungi kota asal dari Presiden Joko Widodo ini. Ceritanya kami sekalian mau menjajal setengah tol trans Jawa. Supaya agak santai, maka kami juga mau stop di Cirebon semalam saat pergi dan stop di Semarang semalam juga saat pulang. Di Solo sendiri rencana menginap 2 malam.

Persiapan kami sebelum berangkat road trip : kondisi ban mobil dipastikan prima, isi bensin full tank dan e-money diisi yang cukup untuk bayar tol karena tidak ada lagi tol yang menerima pembayaran tunai. Road trip pertama kami di pulau Jawa kali ini, merupakan rencana yang tertunda dari bulan Juli lalu. Saat itu ada lonjakan kasus COVID di Indonesia sehingga kami sempat cancel semua hotel yang kami sudah booking.

Day 1 – Cirebon

Kami berangkat pukul 4.30 subuh, supaya jalanan masih lancar dan sampai di tujuan masih pagi. Kali ini tujuannya adalah Telaga Biru Cicerem yang ada di Kuningan, sedikit di luar Cirebon, tepatnya berlokasi di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Berhubung foto2 yang beredar di sosmed mengenai tempat ini sangatlah cantik, jadi kami mau cek sendiri kebenarannya. Walaupun lokasinya di desa, tapi jalan ke sana mulus dan bagus aspalnya, hanya saja perlu konsentrasi, karena jalanannya menanjak terus dan lebar jalannya hanya pas untuk 2 mobil. Perjalanan lancar ditempuh dalam waktu 3,5 jam, sehingga jam 8 pagi kami sudah tiba. Ikuti saja google map, nanti keluar tol Plumbon.

Telaga biru Cicerem yang airnya lebih ke hijau sih daripada biru, hehe..

Telaga Cicerem hanya 1 dari sekian telaga yang ada di sekitaran area tsb yang konon kata orang2 juga tidak kalah bagusnya, tapi karena keterbatasan waktu, kami memilih Telaga Cicerem. Telaga ini dikelola dengan sangat profesional oleh pemerintah daerah setempat. Tiket masuk Rp.10.000,- per orang dewasa dan parkir mobil Rp.5.000,-. Harga yang sangat terjangkau. Telaga ini sebenarnya tidak terlalu luas, sehingga sangat mudah dijelajahi tanpa energi yang berlebih. Sangat cocok untuk wisata keluarga yang membutuhkan ketenangan dan kesejukan. Di sini kalo mau berenang juga bisa ya, gratis, ada area khusus yang tidak terlalu dalam dan dasarnya diberi bebatuan supaya tidak licin. Seru juga sepertinya bisa berenang sama ikan2 besar itu.

Ikannya banyak dan besar-besar banget, mungkin karena dikasi makan terus ya sama pengunjung

Di sekeliling telaga ada beberapa spot foto yang  dijaga oleh para pemuda setempat. Dari sekian banyak spot, ada 1 spot foto yang paling ramai dan paling sering muncul di medsos yaitu ayunan double di dekat dermaga kecil. Jadi cocok nih buat foto bersama pasangan. Kita harus bayar tiket sebesar Rp.10.000,- per orang untuk bisa naik ayunan nya. Di area ini paling banyak ikannya memang, karena ramai pengunjung yang kasi makan ikan2 tersebut. Ikannya besar2, campur dari ikan koi, mas, hingga mujair. Mereka hidup rukun berdampingan. Telaga ini terkenal karena airnya bening sekali sehingga kita bisa melihat dengan sangat jelas ikan2 yang berseliweran. Untuk memancing ikan2 datang, beli saja pelet makanan ikan, harganya Rp.3.000,-  per pak atau Rp.5.000,- per 2 pak.

Nah untuk foto2, bisa ambil foto sendiri atau bisa juga minta bantuan fotografer yang memang bertugas di situ. Hanya saja fotografer ini baru datang sekitar jam 9 lebih. Jadi saat kami datang belum ada. Akhirnya kami diperbolehkan foto2 sendiri saja dulu, karena sepi nih. Maklum weekday dan masih pagi. Ternyata kalo foto sendiri dengan hp atau kamera pocket, hasilnya kurang bagus ya. Airnya memantul jadi ikannya ga gitu jelas terlihat. Ya sudah, enjoy saja naik ayunan nya. Segar sekali loh udaranya di sini, air telaganya juga dingin. Saat bermain ayunan kaki kita bisa menyentuh air telaganya. Ada video2 di reels yang bisa dilihat juga di IG: jeffdandiana ya.

Hasil foto2 sendiri

Sambil nunggu fotografer nya datang, kami keliling2 dan pergi ke kolam terapi ikan. Letaknya lebih dekat ke tempat parkir, jadi sebetulnya lebih baik ke sini pas sudah mau pulang atau pas baru datang supaya ga naik turun. Ternyata di sini gratis loh, bisa sepuasnya merasakan kaki digigitin ikan2 hitam kecil yang katanya bagus untuk pengelupasan kulit mati. Cuma ini ikannya jauh lebih besar2 daripada terapi ikan yang ada di mall atau yang pernah kami coba saat di Jatim Park.

Waktu kaki kami masuk ke kolam langsung dikerubuti ikan2 tsb dan rasanya ga tahan karena serasa diserbu sama gerombolan semut atau lebah dan membuat kami cepat2 menarik lagi kaki kami. Begitu terus, haha.. ga jadi terapi kaki ini sih, yang ada pegel gara2 naik turunin kaki terus saking ga tahan. Apa gara2 ikannya banyak banget dan cuma kaki kami aja ya yang masuk jadi diserbu ya, haha.. Kolamnya sendiri memang luas banget sih, bisa untuk sekitar 15 orang duduk masih berjarak tuh.

Nah, beda kan hasil jepretan fotografer yang pake kamera DSLR

Pas kami balik lagi ke tempat ayunan, ternyata fotografer nya udah datang. Mereka akan mengarahkan gaya kita dan mengambil banyak foto. Nanti kita pilih saja mau yang mana. Setiap 3 foto, mereka hargai Rp.10.000,- Murah kan ?! Jadi sangat disarankan memang pakai fotografer saja biar hasilnya memuaskan.

Makin siang, makin ramai ternyata pengunjungnya. Untuk bisa naik ayunan dan foto2 mesti antri sekarang, untung kami sudah selesai dan sudah mau lanjut perjalanan ke kota Cirebon. Perjalanan ke Cirebon sama seperti saat kami menuju Telaga, di kiri kanan jalan mobil terdapat banyak sekali hamparan sawah hijau yang menyegarkan mata. Bisa melihat gunung juga di kejauhan. Betul2 back to nature ya perjalanan kami pagi ini.

Sekarang makan siang dulu yuk di Swike Ciledug daerah Mundu. Dulu pas tahun 2014, kami pernah ke sini dan rasanya enak. Bisa lihat di Trip Cirebon (2014). Saat kami tiba di sana, ternyata sudah tutup dan pindah ke Jl. Dr Sutomo no 45 Cirebon, seberang sekolah Putra Nirmala. Malah lebih dekat dari pusat kota Cirebon nih, good. Kami pesan swike kuah dan goreng tepung. Untuk rasa, tidak diragukan lagi, masih sama enaknya.

Waktunya check-in ke Hotel MD7 dulu. Kami booking melalui booking.com dengan harga 240 ribu tanpa breakfast. Bangunan dan warna hotel ini cukup menyolok jadi sangat mudah ditemukan. Bangunan ini dulunya adalah Hotel Ibis Budget namun sekarang sudah berganti kepemilikan. Lokasinya di Jalan Utama (Siliwangi) dan sangat dekat dengan Stasiun Cirebon serta Alun2 Kejaksan Cirebon. Walau hotel kecil dan kelas budget, tapi ternyata mereka bisa menyediakan complimentary cake untuk merayakan ulang tahun kami. Dikasi 2 slice tiramisu cake yang rasanya enak ! Wuaaaah hebat sekali !! Salut buat Hotel MD7, harganya murah tapi service nya luar biasa.

Ada tusuk gigi buat nekan tombol lift loh, keren juga cara prokes nya

Setelah mandi dan istirahat sejenak, saatnya berkunjung ke rumah family dari Diana, juga tempat family dari Mickey anjing kami berada, hehe.. Kami pernah foto2 bersama 3 pudel abu2 yang merupakan oma-mama-adik dari Mickey pudel kami di Trip Cirebon (2014). Lalu tahun 2019 kami pernah naik mobil ke Cirebon bersama Mickey, supaya mereka bisa kumpul keluarga. Hanya saja oma nya Mickey sudah meninggal, jadi tinggal mama dan adiknya saja.

Tahun 2019 : Mickey (pudel putih kami) reuni sama mama dan adiknya (pudel abu-abu), plus ada 1 anjing pom

Waktu itu seru banget, mereka bisa langsung akrab sampai pada ga mau tidur saking serunya main bareng. Kami yang pusing ga bisa tidur jadinya. Kali ini karena mau road trip jadi ga bisa ajak Mickey. Lalu ternyata dari 2 pudel itu tinggal 1 yang masih hidup, yaitu Bella, mama nya Mickey justru. Adiknya Mickey malah sudah meninggal karena sakit. Yang anjing pom juga masih ada.

Kumpul sama family di Cirebon beserta 2 anjingnya

Sore hari, waktunya wisata kuliner. Kami menuju ke empal gentong Krucuk, salah satu dari banyak empal gentong yang terkenal sebagai makanan khas Cirebon. Tempatnya sudah jauh lebih besar dan modern daripada saat kami ke sana tahun 2014. Di sini kami beli empal gentong dan sate maranggi. Rasanya ? Enak banget lah !

Kuliner Cirebon

Dari situ, kami lanjut makan mie koclok. Ini juga khas Cirebon. Bukan mie kocok ya, beda. Kalo mie kocok itu khas Bandung, mie dengan kuah kaldu dan isi kikil daging sapi. Kalo mi koclok itu mie dengan kuah santan, ada daging ayam suwir dan telur rebus. Dari sekian banyak mie koclok di Cirebon, kami pilih yang Panjunan. Waktu 2019 kami pernah makan malam di sana dan rasanya enak banget. Makanya kami mau mengulang lagi. Waktu itu sih ramai sekali pengunjungnya, tapi sekarang sepi sekali. Mungkin karena pandemi atau memang belum jam makan malam, kurang tahu juga.

Day 2 – Cirebon ke Solo

Semua penginapan kami dalam road trip ini dipesan tanpa sarapan. Rugi dong makan di hotel, mending cari makanan lokal khas kota tersebut saja. Jadi pagi ini kami memilih breakfast di nasi jamblang Pelabuhan, yang ini kami belum pernah coba. Walaupun baru jam 7 lebih, yang sarapan di sini sudah ramai sekali, baik yang di dalam maupun di luar bangunan resminya. Serem juga ya, kaya ga ada covid aja nih. Jadi kami memilih makan di mobil saja deh, biar aman dan terjaga kesehatan kami.

Sarapan nasi Jamblang

Kami pun masuk untuk pilih2 makanan nya. Porsi nasinya kecil sekali ya di sini, seperti nasi jamblang di tempat lain, hanya sekepal tangan saja. Jadi untuk Jeff tentu harus 2 porsi nasinya. Kalo Diana karena biasa sarapan sedikit cukup 1 porsi nasi. Kami diberikan piring yang sudah dilapis daun jati dan ada nasinya. Lauk bisa pilih dan ambil sendiri. Jadi memang jangan berharap ada prokes ya di sini, karena sudah pasti semua sendok2 itu akan disentuh banyak orang. Ya nanti sebelum makan cuci tangan atau pake hand sanitizer saja lah ya. Teh hangat gratis, semuanya dibawa oleh kami ke mobil. Sedap lah, sarapan di mobil kali ini sebelum menempuh perjalanan jauh ke Solo hari ini.

Perkiraan waktu tempuh Cirebon-Solo sekitar 4 jam. Tapi tujuan kami mau ke Colomadu dulu, liat museum gula. Semoga nanti tengah hari sudah bisa sampai ya, sekalian makan siang.

Bersambung ke Road Trip : 15-19 Okt 2021 (part 2- Solo)

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *