Sany Rosa Hotel, Tenang dan Rindang di Bandung Utara

Jarang-jarang gue menemukan hotel di Bandung yang lokasinya strategis tapi lingkungan sekitarnya nyaman. Maksudnya, deket jalan raya di kawasan pusat kota, tapi tetap rindang dan tenang. Ternyata, kriteria seperti itu bisa gue temukan di Sany Rosa, sebuah hotel bintang 3 yang berdiri di kawasan Bandung Utara.

Lebih tepatnya, Sany Rosa Hotel beralamat di Jalan Hegarmanah no. 2a, Bandung. Mungkin sekilas kamu merasa asing dengan nama Jalan Hegarmanah, tapi kalo Jalan Setiabudhi tau ‘kan? Nah, Hotel Sany Rosa ini berada di pertigaan Jalan Hegarmanah dan Jalan Setiabudhi. Beberapa meter di sebelah Setiabudhi Supermarket, deket sama factory outlet Rumah Mode dan Cihampelas Walk. Lalu karena lokasinya udah agak ke utara, Hotel Sany Rosa cocok buat kamu yang mau ke Observatorium Bosscha, museum 3D Amazing Art World, dan kawasan wisata Lembang.

Tampilan fasad Sany Rosa Hotel Bandung

Lobi Sany Rosa Hotel Bandung

Lobi Hotel Sany Rosa Bandung cukup luas dan fungsional. Ada beberapa set tempat duduk dengan sofa yang empuk. Tersedia beberapa majalah dan surat kabar untuk menunggu antrian check-in atau sekadar teman bersantai. Ruang makan berada di sebelah lobi, tak ada pembatas masif di antara keduanya.


Oleh front officer, gue diberi kamar dengan tempat tidur double bed di kamar standard lantai 2. Kamar ini menempati salah satu bangunan lama yang ada di belakang bangunan utama, jadi memang agak terpisah dari bangunan utama. Gedung dua lantai itu menghadap halaman parkir dan gedung baru yang berdiri beberapa meter di seberangnya. Karena cuma dua lantai dan gedung lama, jadi akses ke lantai 2 hanya melalui tangga manual.

Saat udah tepar tapi nggak mau berantakin kamar

Ukuran kamarnya sendiri cukup minimalis, namun dibalut dengan desain interior bernuansa alam dan tradisional Sunda yang kaya unsur kayu dan warna coklat. Buat solo traveler muda kayak gue, luas kamarnya udah cukup.

Meski bangunan lama, namun akses pintu udah pake teknologi smart card kok. Fasilitas di dalamnya adalah:

  • Teko listrik, air mineral, kopi-teh-gula, dan cangkir
  • Meja dan kursi kerja
  • TV
  • Slippers
  • Lemari baju
  • Kamar mandi dengan hot shower
  • Toiletries: sabun bar, sabun cair, sikat gigi, pasta gigi, shower cap.

Peralatan mandi di kamar Sany Rosa Hotel Bandung

Yang gue suka dari kamar gue ini adalah meja kerja yang kokoh dan lega. Lantai kamar juga berlapis karpet, jadi nggak terasa dingin. Ada nakas di masing-masing sisi ranjang dengan beberapa laci penyimpanan.

Untuk kamar mandi memang standar, desain khas kamar mandi lama dengan shower reguler dan tirai untuk menjaga area shower dengan area kering. Karena nggak suka sama tirai ini, jadi tirai selalu gue buka. Tapi kamar mandinya lega kok, dan air panas berfungsi dengan baik.

Area duduk di depan kamar Sany Rosa Hotel Bandung

Salah satu fitur yang gue suka dari hotel-hotel lama adalah kehadiran area bersantai di teras, dan ternyata fasilitas ini nggak absen di Sany Rosa Hotel. Persis di depan kamar gue ada kursi sofa dan meja yang cocok banget buat ngopi-ngopi sembari ngobrol di malam hari. Gue suka dengan pemandangan “bukit bintang” yang terbentang, suasana jadi terasa semakin syahdu dan teduh..


Ternyata ada banyak communal space di Sany Rosa Hotel. Selain area duduk di depan kamar gue, di lantai satunya sendiri ada area duduk yang lebih luas dengan beberapa surat kabar. Lalu di bangunan utama, ada open space yang letaknya di tengah, dikelilingi oleh kamar-kamar tamu dari keempat sisinya. Area terbuka ini berada tepat di sisi lobi.

Area duduk di lantai 1 Sany Rosa Hotel Bandung

Area terbuka seperti resor di Sany Rosa Hotel Bandung

Walaupun hotel tua dan kondisinya saat itu juga sepi, namun suasananya sama sekali nggak serem. Serius! Saat malam, lorong-lorong Sany Rosa Hotel dan area terbuka itu terkesan romantis dengan pencahayaan keemasan yang sedikit temaram. Namun saat terang, aura liburan begitu terasa, apalagi dengan kehadiran pohon-pohon palem dan pilar-pilar berlapis marmer di sepanjang koridor.

Fasilitas lain yang cukup menarik di Sany Rosa Hotel adalah kolam renang. Lokasinya memang agak tersembunyi di belakang gedung baru. Gue aja baru tau di hari kedua gue nginep. Rencana mau foto-foto sebelum check-out seperti usulnya @kepinhelmy, eh begitu gue di kolam tiba-tiba ada rombongan sirkus yang ucluk-ucluk dateng, memutuskan menunggu waktu check-in dengan bermain di kolam renang. Ya udah, terpaksa cuma bisa foto-foto di sudut yang kurang instagrammable. Fasilitasnya sendiri menarik. Ada outdoor shower dan kamar mandi tertutup.

Memantau rombongan sirkus

Lokasi kolam renang Sany Rosa Hotel memag agak tersembunyi

Sany Rosa Hotel juga menempati lahan yang sama dengan restoran Jepang bernama Musouya dan sebuah toko gadget yang ada di deket kolam renang. Oh iya, untuk bangunan baru Sany Rosa Hotel, kamar bisa diakses dengan elevator alias lift.


Sany Rosa Hotel membuka sarapan dari jam 6 pagi. Tapi kalau mau seluruh menu siap, dateng aja sekitar jam 7 pagi. Buat seorang travel blogger dan hotel reviewer kayak gue, kelengkapan menu ini penting banget. Buat yang udah siap dari jam 6, tenang, main course dan beberapa menu pendamping udah siap kok.

Sarapan gue di Sany Rosa Hotel

Pilihan minum saat sarapan di Sany Rosa Hotel Bandung

Bubur ayam di Sany Rosa Hotel Bandung

Ruang makan di Sany Rosa Hotel

Variasi menu sarapan di Sany Rosa Hotel ini beyond my expectation. Lebih bermacam-macam dari yang gue duga! Selain nasi goreng dan lauk pauk sebagai main course, juga ada nasi kuning, omelet, kue-kue, puding, sushi, bubur sumsum, bubur ayam, dan snack. Untuk minumannya tersedia kopi, teh, infused water, dan jus.

Gue juga cobain menu makan malam Sany Rosa Hotel, yaitu Black Chicken Burger dan Green Fantasy yang harganya cuma Rp35.000,00 aja! Burgernya diisi daging ayam, telur ceplok setengah matang, keju, dan sayuran, disajikan dengan french fries. Green Fantasy-nya terbuat dari mojito dan buah kiwi, manis segeeerrr!

Black Burger Sany Rosa Hotel

Green Fantasy, Sany Rosa Hotel

Saat itu (bulan Oktober) paket Black Burger memang lagi jadi Promo of The Month, semoga pas kamu nginep di situ masih promo juga ya. Karena buat ukuran burger dengan porsi yang cukup besar dan udah paket sama minuman, Rp35.000,00 itu murah banget! Apalagi ini adalah menu hotel yang biasanya harganya mahal. Walaupun packaging-nya nggak mewah-mewah banget, tapi cukuplah buat difoto, dan yang penting rasanya enaaakkk.

Kangen suasana angkringan Jogja tapi bete sama hiruk pikuk lalu lintas Bandung? Nah, ada angkringan yang hadir setiap hari Jumat & Sabtu pukul 15:00-21:00. Karena gue nginep di sini hari Kamis-Sabtu, jadi gue bisa sempet cobain. Suasananya tenang, tempat duduknya banyak jadi nggak usah takut rebutan.

Menu angkringan Sany Rosa Hotel yang bervariasi

Harga angkringan Sany Rosa Hotel mulai Rp7.500,00

Menu-menu khas angkringan seperti sego kucing, sate-satean, dan gorengan lengkap tersedia berpadu dengan kuliner lokal Bandung seperti siomay, mie, dll. Harganya Rp7.500 atau Rp15.000,00 untuk item-item tertentu. Dengan alunan musik tradisional Sunda, suasana angkringan jadi semakin enakeun. Program angkringan ini terbuka buat umum, jadi bukan buat tamu hotel aja.


Selain kamar Standard Room yang gue inapi, ada beberapa tipe kamar lain di Sany Rosa Hotel Bandung, yaitu: Deluxe Room, Grand Deluxe Room, dan Suite Room. Ada yang twin bed, dan ada yang double bed. Ada yang di gedung lama, dan ada yang di gedung baru. Thankfully, gue sempet diajak hotel tour dengan mengintip beberapa tipe kamarnya.

Twin Bed kamar deluxe Sany Rosa Hotel

Deluxe Room Sany Rosa Hotel dilengkapi sepasang kursi empuk

Dari segi ukuran, Deluxe Room hampir sama dengan Standard Room. Bedanya, luas kamarnya 26 m², sementara luas kamar Standard adalah 22 m². Selain area kerja, Deluxe Room juga dilengkapi dengan area santai berupa sepasang kursi dan coffee table.

Grand Deluxe Room, dengan luas kamar 32 m², dilengkapi sofa dan kulkas, selain fasilitas yang ada seperti 2 tipe kamar sebelumnya. Sementara Suite Room lebih luas lagi, 45 m². Foto-foto di bawah ini adalah foto Suite Room di gedung lama. Selain fasilitas yang ada di 3 tipe kamar sebelumnya, kamar suite Sany Rosa Hotel dilengkapi ruang keluarga dan ruang makan, jadi ada 2 seating area yang nggak disekat.

Kamar Suite Sany Rosa Hotel di bangunan lama

Suite Room Sany Rosa Hotel versi lama memiliki 2 area duduk tanpa sekat

Lantainya dilapisi karpet, lalu kamar mandi didukung dengan bath tub selain regular shower. Sementara kamar-kamar suite yang baru udah nggak pake karpet dan desainnya lebih modern! Hal ini bisa dilihat dari aplikasi rainforest shower dan secondary shower di kamar mandi. Antara area basah dan area kering juga dipisahkan oleh sekat kaca, bukan lagi dengan tirai. Pemilihan furnitur di kamar dan kamar mandi suite baru juga lebih minimalis.

Di kamar suite Sany Rosa Hotel yang baru juga ada dua seating area. Namun nggak kayak di Suite Room yang lama, ruang tamu dan ruang makan di Suite Room yang baru berada di 2 ruangan berbeda. Jadi kayak di rumah!

Suite Room yang baru di Sany Rosa Hotel

 

Lalu berapa kocek yang harus dirogoh untuk menikmati kamar grand deluxe dan suite Sany Rosa Hotel? Gue cek di Booking.com, rate-nya masing-masing di kisaran Rp1.000.000-an dan Rp1.500.000-an per malam. Cukup jauh dengan rate standard room yang cuma Rp300.000an per malam, hehe.


Aduh, gue pengen banget sih staycation di Sany Rosa Hotel lagi, di kamar yang standard juga nggak apa-apa buat menikmati suasana malamnya. Tapi pengen juga sih coba nginep di kamar bangunan baru yang lebih modern suasananya minimalis. Kalo nginepnya pas weekend, siangnya gue eksplor café dulu di kawasan Hegarmanah yang tenang dan rindang, seperti Kineruku. Kamu gimana?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *