[SUPERTRIP #3] Perjalanan Naik Kereta Airport Express dari Bandara Hong Kong ke Pusat Kota

Hong Kong International Airport cukup sibuk saat gue datang sore itu, Jumat 24 Mei 2019. Hal pertama yang perlu gue lakukan adalah mencari konter buat ngambil Octopus Card, Airport Express & MTR Travel Pass, dan pocket wifi. Nomor masing-masing konter buat pengambilan ada dalam e-ticket yang dikirimkan KKday, lengkap dengan denah area dan foto konter. KKday ini memudahkan pelanggan banget deh. Detil harga masing-masing produk di atas bisa dibaca di tulisan ini: Persiapan Solo Traveling 4 Hari 3 Malam di Macau dan Hong Kong

Karena gue mendarat di Macau sementara seluruh pesenan harus diambil di Arrival Hall Terminal 1 Bandara Hong Kong, gue sempet takut gue bakal repot masuk ke area kedatangan itu. Tapi gue lalu tanya sama akun Twitter @hkia, dan ternyata seluruh konter tersebut ada di Non-Restricted Area HKIA, jadi sangat memungkinkan buat dimasuki meski kita nggak mendarat di situ.

Baca cerita sebelumnya: Naik Bus Menyeberang Laut dari Macau ke Hong Kong Melalui HongKong-Zhuhai-Macao Bridge (HZMB)

Airport Express & MTR counter (ticket office) at Arrival Hall Hong Kong Airport

Pick up my Airport Express & MTR Travel Pass from OBS, counter no. 13

Gue kira Airport Express & MTR Travel Pass itu gue ambil dari konter resmi MTR, tapi ternyata konternya adalah konter A13 punya sebuah agen travel bernama OBS. Gue mendapat 1 kartu buat akses MTR sepuasnya selama 3 hari + 1 single trip Airport Express dari kota ke bandara. Karena gue pesen buat Airport Express pulang-pergi, gue lalu dikasih 1 kertas kecil dengan barcode buat naik Airport Express dari bandara ke kota. Airport Express & MTR Travel Pass di KKday ini bisa dibeli dengan harga Rp 400ribuan dan Rp 600ribuan.

Sementara itu, Octopus Card ada di konter A14 (HanaTour Desk), isi saldonya cuma 10 HKD. Pocket wifi ada di konter A5 (Pocket Wifi Rental), paketnya udah termasuk kabel charger dan adapter colokan listrik.

Ulasan khusus tentang transportasi umum di Hong Kong bisa dibaca di: Memahami MTR, Tram, Bus, dan Kapal Ferry di Hong Kong

Pick up my Octopus Card from counter A14 HanaDesk Travel (HNT) Arrival Hall Terminal 1 Hong Kong Airport

Pick up my Octopus Card from counter A05 (Pocket Wi-Fi Rental) Arrival Hall Terminal 1 Hong Kong Airport

Buat kamu yang juga mau melakukan pembelian di KKday, gue ada diskon 5% nih dengan memasukkan kode TRAVELEARN. Berlaku buat semua produk di semua negara tanpa minimal pembelian! Periode pembelian dari SEKARANG sampai 30 September 2019, periode perjalanan dari SEKARANG sampai 31 Desember 2019. Tinggal masukkan kode kupon saat check-out pembayaran.

Enjoy this special KKday coupon of mine

Commercial travel agents at Arrival Hall Terminal 1 Hong Kong Airport


Naik Airport Express Train dari Bandara ke Hong Kong Station

Nggak kayak stasiun kereta bandara di Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok, peron Airport Express di Hong Kong bisa diakses tanpa ticketing gate. Kartu atau tiket baru di-tap di ticketing gate stasiun tujuan. Menurut gue, ini adalah penghematan yang masuk akal. Lalu gimana sih kereta bandaranya Hong Kong ini?

Peron Airport Express di Bandara Hong Kong ini luas, tapi hampa. Nggak banyak tempat duduk. Ada automatic platform screen doors yang menjaga penumpang dari jalur kereta. Interior keretanya baguuusss! Elegan, modern, dan lega, kursinya ditata berbaris 2-2. Ada colokan listrik dan ruang penyimpanan koper yang luas!

Travelator towards Airport Express station, Hong Kong Airport

Peron kereta bandara Airport Express Hong Kong

Makanya, nggak heran kalo harga tiketnya 115 HKD (hampir Rp230.000,00) atau 110 HKD kalo pake Octopus Card buat tujuan akhir Hong Kong Station. Ongkos ke Kowloon adalah 105/100 HKD dan ongkos ke Tsingyi adalah 70/65 HKD. Jomplang banget lah sama bus yang ongkosnya cuma di kisaran 30-40 HKD. Makanya, rakyat jelata kalo mau hemat di Hong Kong naik bus aja ya. Kalo naik kereta bandara, bisa habis duluan uang saku kau nanti 😌😌😌

Hong Kong Airport Express beroperasi dari jam 00:54 – 01:48 dengan interval kedatangan setiap 10-12 menit. Ongkos yang mahal terbayar dengan lama tempuh yang cuma 20-an menit sampai ke Hong Kong Station. Kereta bandara Hong Kong ini jalannya cepet dan smuuuuuut…  Kalo naik bus bisa sekitar 1 jam perjalanan.

Spacious luggage storage, Hong Kong Airport Express train

Inside Hong Kong Airport Express train

Pemandangan selama perjalanan itu bagus bangeeettt! Gue sarankan buat duduk di sisi kiri arah kedatangan kereta (karena barisan kursinya ada 2 arah), jangan di sisi kanan kayak gue. Pemandangan laut dan pulau-pulau Hong Kong akan tersaji di depan mataaa. Ini karena lokasi HKIA berada di sebuah pulau kecil bernama Chek Lap Kok yang terpisah dengan Kowloon dan Hong Kong Island. Disneyland Resort (stasiunnya bakal dilewati dalam perjalanan) juga berada di pulau kecil hasil reklamasi. Jadi, dari bandara ke Hong Kong Station, kamu akan menyeberang 2 selat!

:wow::wow:

Biar lebih jelas, kamu tonton aja video perjalanan gue berikut ini. Full version uncut!

Tau nggak? Sebetulnya, setelah check-out dari hotel di Macau tadi siang, gue sempet berpikir buat mampir dulu ke City of Dreams sama The Venetian. Sekadar buat foto-foto dan liat-liat suasana, “Kayak apa sih isi kasino-kasino itu?” Tapi beberapa hari menjelang keberangkatan ke Macau, gue mikir, “Kayaknya skip aja deh ke City of Dreams. Perjalanan ke Hong Kong ini ‘kan lama, nanti gue malah kesorean kalo ke COD dulu. Mending gue langsung naik bus ke HZMB.” Ternyata gue membuat keputusan yang tepat, karena hari sudah sore saat gue sampe di Hong Kong. Waktu bener-bener nggak terasa kalo kita lagi traveling.

Baca ceritanya di: Senado Square, Ruins of St. Paul’s, dan Makan Egg Tart di Margaret’s Cafe e Nata


Naik MTR dari Hong Kong Station ke Jordan Station

Hong Kong Station dan Central Station adalah 2 stasiun bawah tanah berbeda yang terhubung jadi satu. Stasiun Airport Express ada di Hong Kong Station, sementara gue harus naik MTR Tsuen Wan Line (jalur merah) menuju Stasiun Jordan. Jadi, gue harus berpindah dari Hong Kong Station ke Central Station. Masalahnya, dua stasiun ini luas bangeeettt!

:sweating::sweating:

Hong Kong Airport Express Station yang modern dan megah!

Ticketing gate, Hong Kong Airport Express station

Setelah keluar dari ticketing gate Airport Express, gue naik lift menuju Hong Kong Station. Lalu gue jalan kaki melalui area pertokoan, lalu naik travelator, lalu jalan kaki melalui sebuah aula besar, lalu naik travelator lagi, jalan kaki lagi, barulah gue sampe di Central Station. Tapi tunggu, perjalanan belum berakhir. Gue masih harus sedikit berjalan kaki lagi dan menuruni eskalator buat sampe di peron Tsuen Wan Line. 😅😅😅

Biar lebih jelasnya, tonton video di bawah ini!

Dari desain stasiunnya―langit-langitnya yang rendah, material lantai dan dindingnya, cara pemasangan papan petunjuknya―nampak kalo MTR Hong Kong ini adalah an old subway yang udah beroperasi sejak lama. Suara keretanya juga nggak “ngiiiiiinggg” kayak MRT di Jakarta, MRT & LRT Kuala Lumpur, MRT Singapura, atau BTS & MRT Bangkok. Oh iya, gue nggak typo, namanya memang MTR yang merupakan singkatan dari Mass Transit Railway. Kalo menurut gue, ini karena sistem MTR Hong Kong adalah gabungan dari MRT, komuter, dan LRT.

Choose which line you need, Hong Kong MTR Station

Nggak semua gerbang tiket di stasiun MTR Hong Kong itu modern, ada yang masih lawas kayak KRL Jakarta ini

Dari Central MTR Station sih nggak banyak yang naik. Tapi begitu sampai Admiralty, di mana Island Line (jalur biru) dan Tsuen Wan Line (jalur merah) yang bermula di Central bertemu dengan South Island Line (jalur hijau muda), keretanya jadi penuuuhhh! Total ada 11 jalur dalam sistem MTR Hong Kong, belum termasuk LRT. Saat itu gue dalam posisi duduk di dalam kereta. Gue yang lagi membuat video perjalanan pun terpaksa stop recording sampe situ karena pemandangannya udah nggak enak diliat hehe.

Gue turun di Stasiun Jordan, stasiun ketiga dari Central. Kalo hotel atau hostel kamu di Hong Kong ada di kawasan Mongkok, Yau Ma Tei, atau Tsim Sha Tsui, berarti kamu juga tinggal naik MTR Tsuen Wan Line kayak gue. Karena udah pake Airport Express Travel Pass, jadi gue tinggal tap in dan tap out, nggak usah pusing lagi ngitungin duit.

Baca ceritanya di: Menikmati Tsim Sha Tsui di Malam dan Pagi Hari


Check-in di Pandora After 80s @Jordan

Gue reservasi hostel ini dari Booking.com. Ada cashback 10% buat pemesanan kamu kalo klik dari link di bawah ini:

https://www.booking.com/s/35_6/teguh475

Sebenernya, lokasi hostelnya itu persis di depan pintu stasiun MTR. Tinggal jalan nggak sampe 5 langkah, serius! Tapi karena gue salah exit, gue jadi harus nyeberang 2 kali. Exit yang bener menuju Pandora After 80s Jordan adalah Exit B1. Kalo kamu salah ke B2 juga gapapa, tinggal jalan beberapa langkah lagi.

Pandora After 80s Jordan, there is another property in Causeway Bay

Sama kayak hostel-hostel lain di Hong Kong, Pandora After 80s Jordan ini ada di dalam apartemen (atau lebih tepat disebut rumah susun?) bernama New Lucky House. Karena salah exit, gue sempet kebingungan nyari hostel ini. Setelah masuk gedungnya, tinggal naik ke lantai 1 dari lift yang ada di kanan atau pake tangga juga bisa kalo lift-nya kelamaan.

Di Booking.com, gue pesen 5-bed dorm seharga 238 HKD buat 2 malem. Tapi saat sampe hotel, ternyata kamar 5-bed dorm itu nggak ada, cuma ada 8-bed dorm. Orang hostelnya, sebutlah Ben, nawarin kamar 8-bed dorm itu seharga 200 HKD. Karena gue udah capek dan males nyari-nyari hostel lain, gue setujui tawaran itu setelah memastikan di akun e-banking CIMB Niaga gue bahwa biaya 238 HKD itu belum tertagih dari kartu kredit. Baru kali ini mengalami situasi kayak gitu.

Thank God the front desk officer is an expatriate

Setelah proses check-in, Ben mengajak gue masuk ke dalam kamar sambil memberikan tur singkat. Ada air minum di lorong dan communal room di ruang seberang, jadi Pandora After 80s ini menempati 2 unit terpisah di New Lucky House. Di kamar ada kamar mandi, tapi in case of emergency, ada kamar mandi lain di lobi. Begitu pintu kamar dibuka, gue syok!!!

:wtf::wtf:

Di depan mata langsung ketemu bunk bed, di sebelah kanan ada kamar mandi seukuran 1×1 meter. Nyaris nggak ada ruang buat naroh backpack, itu pun udah kepake traveler sebelumnya.

Pengalaman menginap di Hong Kong ini adalah pengalaman yang nggak akan gue lupakan. Sampai saat ini, inilah kamar hostel paling sempit yang pernah gue inapi! Kasurnya tingkat 3, dan gue ada di kasur tengah, buat duduk sila aja gue nggak bisa tegak. Tapi kalo si otong sih masih tegak perkasa. Kalo mau jalan masuk atau keluar bed, gue harus jalan miring kayak kepiting karena jarak antar bed itu sempit bangeeettt. Momen paling PR adalah saat pertama dateng di mana gue harus mengangkat backpack gue ke atas bed. Hosh hosh…

Pandora After 80s Jordan, Hong Kong

Ada air gratis di ujung lorong itu

Dengan ruang pergerakan yang sangat terbatas dan kondisi kamar yang hening itu, gue jadi males mandi kayak kak Rinta Dita. Akhirnya setelah tiduran beberapa menit (gue lupa apakah saat itu gue ganti baju atau enggak), gue langsung keluar lagi buat makan malem dan menikmati Jumat malam di Tsim Sha Tsui.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *