[SUPERTRIP #3] Serunya Naik Kapal Ferry, Bus, Tram, dan Mid-Levels Escalator di Hong Kong Dalam Sehari!

Hari kedua di Hong Kong ini adalah hari di mana gue menuntaskan seluruh pengalaman transportasi umum Hong Kong dalam satu hari! Gue naik kapal ferry, naik bus double decker, naik tram, dan naik Mid-Levels Escalator yang cuma ada di Hong Kong!

Gue nggak menyeberang ke Hong Kong dari Macau (atau sebaliknya) dengan kapal ferry, tapi bukan berarti gue kehilangan kesempatan. Karena kondisi geografisnya yang berupa kepulauan, kapal ferry menjadi bagian dari transportasi umum warga Hong Kong, nggak cuma rute Hong Kong – Macau. Jadi pagi itu, gue berencana naik kapal ferry buat salah satu rute yang paling populer: Tsim Sha Tsui – Central.

Baca cerita sebelumnya: Menikmati Tsim Sha Tsui Hong Kong di Malam dan Pagi Hari


Naik Kapal Star Ferry dari Tsim Sha Tsui ke Central Hong Kong

Gue ke Star Ferry Pier setelah menikmati suasana pagi Tsim Sha Tsui. Selasar depan pelabuhan ternyata diisi dengan tenant-tenant komersil. Selain itu, bagian depan pelabuhan juga jadi titik bus-bus kota menurunkan penumpang. Tiap jurusan punya dermaganya masing-masing. Gue ikuti petunjuk buat tujuan Central, tepatnya Upper Deck (tempat duduk bagian atas). Kalo mau ke Lower Deck, beda lagi arahnya.

Bahkan saat mendekati peron (dermaga), tenant-tenant komersil masih banyak tersedia. Jadi nggak perlu bingung cari tempat makan atau minum di sini. Gue lalu berjalan melalui ticketing gate yang wujudnya kayak di stasiun KRL Jabodetabek. Karena udah punya Octopus Card yang gue beli dari KKday, gue tinggal tap doang, nggak perlu beli tiket dulu di loket secara manual. Ongkos Star Ferry Pier buat Upper Deck saat itu adalah 3.7 HKD karena weekend, kalo hari kerja (weekday) lebih murah lagi. Buat yang mau sama-sama berbelanja keperluan travel kamu di KKday, masih ada kupon eksklusif dari gue buat kamu ya.

Baca ceritanya di: Persiapan Solo Traveling 4 Hari 3 Malam di Macau dan Hong Kong

Gue buru-buru duduk di bangku tepi kapal. Selama perjalanan yang singkat itu, penumpang disuguhi pemandangan gedung-gedung pencakar langit di area pesisir Hong Kong Island yang nggak ada duanya! Ternyata perjalanannya bentar banget ya. Baru juga kelar foto-foto dan bikin video buat IG Stories, eh udah sampe aja di Central Pier.

:sweating::sweating:

My Octopus Card, bought from KKday

Enjoy this special KKday coupon of mine

Buat yang masih belum paham, Tsim Sha Tsui itu ada di Kowloon, wilayah Hong Kong Special Administrative Region (SAR) yang menyatu dengan daratan Cina. Sementara Central ada di Hong Kong Island, sebuah pulau di selatan Kowloon dengan gedung-gedung jumawa di pesisir utaranya. Sebenernya, dari TST ke Central (atau Wan Chai) juga udah bisa nyeberang dengan MTR, tapi menyeberang naik kapal ferry ini menyajikan pengalaman yang berbeda! Harganya juga murah banget.

Kapal sudah merapat di dermaga, gue berjalan mengikuti papan petunjuk menuju pintu keluar. Dari Central Ferry Pier ini, gue harus menuju ke Central Ferry Pier no. 5 buat naik bus 15 ke Victoria Peak. Ada 10 dermaga yang berjajar di sepanjang Man Kwong Street ini. Keseluruh dermaga (pier) terhubung oleh sebuah jalur pedestrian berkanopi. Lalu ada juga jembatan pejalan kaki yang mengarah ke International Finance Center (IFC) Mall / Hong Kong MTR & Airport Express Station.

Hong Kong Central Pier, seen from the ferry once arrived

When I was walking from Central Ferry Pier to the Pier 5 Hong Kong

Sebelum sampe di Central Ferry Pier 5, gue top-up saldo Octopus Card gue dulu di 7 Eleven yang ada di salah satu dermaga.


Naik Bus 15 ke Victoria Peak Hong Kong

Mungkin ada di antara kamu yang bertanya-tanya, “Kenapa nggak naik The Peak Tram, Gie?” Karena lagi ditutup, beb! Sedih deh. Mau nggak mau gue harus naik bus buat ke sana. Dari website resmi The Victoria Peak, bus no. 15 dari Central Ferry Pier 5 adalah yang paling cocok sama itinerary gue. Selain dari Central Ferry Pier, kamu yang berangkat dari daratan Kowloon juga bisa naik bus 15X dari Admiralty.

Bus 15 from Central Ferry Pier to The Victoria Peak Hong Kong

Inside bus 15 Hong Kong

Ongkos bus ke Victoria Peak adalah 10.3 HKD atau sekitar Rp20.000,00 sekali jalan. Makanya, gue top up Octopus Card dulu 50 HKD (jumlah minimum) di 7 Eleven karena cuma dikasih saldo 10 HKD pas beli, itu pun udah terpotong buat naik kapal barusan. Cici-cici kasirnya ramah…

Bus 15 berangkat dari halte di depan Central Ferry Pier 5. Gue nyaris aja duduk di kursi paling belakang, sampe gue melihat seorang penumpang lain yang naik ke atas. Oh iya, ini ‘kan bus double decker! Batin gue penuh semangat, lalu segera bergegas ke lantai 2 bus, duduk di barisan pertama. Nggak banyak penumpang yang naik dari situ, namun bus segera berjalan. Ternyata busnya berhenti di halte Central Ferry Pier 1 dan banyak yang naik dari situ. Awalnya gue ngeluh, menganggap gue udah membuang waktu dan energi dengan jalan kaki ke Pier 5, tapi lalu gue bersyukur karena gara-gara itu gue bisa dapet kursi barisan pertama di lantai atas.

:good::good:

The bus journey was a bit delayed because of a small accident

Mendekati Victoria Peak, berasa di Lembang!

Dengan jendela lebar yang ada di depan mata tanpa terhalang apa pun (kecuali sebuah hand rail), gue merekam menit-menit perjalanan itu dengan action cam BRICA BPRO Alpha Edition 4K dengan leluasa. Gara-gara perjalanan itu, gue jadi sadar bahwa di Hong Kong Island inilah Central Business District-nya Hong Kong. Bus berjalan di atas jalanan yang lebar, diapit trotoar yang lega dan rapi, diiringi bangunan-bangunan modern yang bersih di kanan kiri. Make sense, karena gedung-gedung pencakar langit megah yang gue lihat semalam dan tadi pagi memang bersarang di area ini.

Laju bus sempat melambat karena terkendala macet di salah satu jalan protokol, merayap pelan tanpa berniat untuk menyalip dengan mengambil lajur berlawanan arah seperti di Indonesia. Bus kembali tersendat saat melalui jalanan menanjak meliuk-liuk mendekati Victoria Peak, gue jadi kayak lagi di jalan mau ke Lembang. Ternyata Hong Kong bisa macet juga ya, padahal rakyatnya udah kenceng naik angkutan umum. Pemandangan selengkapnya dalam perjalanan ini bisa disimak dalam video berikut.

Seperti yang udah kamu liat dari video di atas, mendekati tujuan akhir, pemandangan indah lautan beton Hong Kong dari ketinggian sudah mulai mengintip di beberapa titik. Makanya, recommended banget duduk di kabin depan atau minimal di deket jendela kalo kamu naik bus ke Victoria Peak!

Bus berhenti di sebuah terminal yang wujudnya kayak basement parkiran. Gue juga nggak paham arah mana yang harus gue ambil buat ke Victoria Peak, so I just followed the crowd.

Gue dan seisi massa lalu tiba di sebuah gedung yang puncaknya tampak unik berbentuk kayak perahu: The Peak Galleria (The Peak Tower). Di sampingnya ada sebuah plaza luas dengan undak-undakan yang dipake orang buat duduk-duduk. Sebuah replika Victoria Peak Tram ada di salah satu sudut plaza. Pria proletar ini mencoba masuk ke dalam gedung mall buat mencari sesuap nasi, apa daya harganya di atas ambang batas kewajaran dan seluruh kursi udah penuh.

:desperate::desperate:

Gue masuk ke jalan di samping gedung The Peak Galleria buat menuju spot foto Victoria Peak (The Peak) yang populer itu. Ada sebuah paviliun di tepi tebing yang berfungsi sebagai dek observasi terbuka, menghadap dengan leluasa ke arah lautan beton Hong Kong. Dasar namanya obyek wisata mainstream, suasananya rame bangeeettt! Gue juga nggak nemu orang buat dimintai tolong ambil foto. Bahkan buat selfie aja gue harus sikut-sikutan dan bodo amat sama orang lain.

The trail to the forest of The Victoria Peak, Hong Kong

Breathtaking view of Hong Kong skyscrapers (Central Business District) from The Victoria Peak

Gue mencoba menyusuri jalanan itu sejauh beberapa ratus meter yang semakin lama semakin rimbun kayak di taman hutan raya, tapi nggak ada spot foto lain yang lebih bagus. Ya udahlah yaaa, gue memuaskan diri dengan hasil foto yang bisa gue dapet. Mustahil sih bisa foto tanpa manusia-manusia itu kecuali dateng pagi-pagi buta. Gue jalan balik ke terminal dan naik bus 15 kembali ke Central.


Mid-Levels Escalator, “Transportasi” Unik Warga di Central Hong Kong

Sama kayak Macau, Hong Kong adalah wilayah yang berbukit-bukit. Jalanan yang naik-turun, berkelok-kelok, dan sempit; trotoar berundak; dan eskalator di tempat-tempat terbuka mudah ditemukan di berbagai sudut. Nah, di kawasan Central Hong Kong ini, tepatnya di Mid-Levels, ada sebuah sistem eskalator terpanjang di dunia yang menggoda rasa penasaran gue.

Hong Kong seen from the Central Ferry Pier elevated pedestrian lane

Elevated pedestrian lane to International Finance Center (IFC)

Maka setibanya di Central Ferry Pier dari Victoria Peak, gue naik ke atas jembatan penyeberangan buat ke Mid-Levels Escalator. Sampai di atas jembatan penyeberangan yang lebar itu, gue dikejutkan lagi sama salah satu fenomena sosial di Hong Kong: mbak-mbak TKW piknik di jembatan penyeberangan.

MONMAAP NIH, PIKNIKNYA HARUS DI SINI BANGET, MBAK? 😅😅😅

Mereka adalah para TKW Filipina (mungkin juga ada TKW Indonesia) yang duduk di atas tikar sambil ngobrol dan makan siang dari bekal. Mereka memang nggak menghalangi lalu lintas orang lain, jadi memang di sudut jembatan itu ada sebuah area lapang yang cukup luas. Tapi tetep aja, fenomena itu membuat gue terperangah! Di Hong Kong ini (juga Macau) emang ada banyak banget imigran Filipina. Pas lagi jalan kaki, lagi naik MTR, lagi di stasiun, ocehan dalam bahasa Tagalog itu nggak pernah absen terdengar.

Filipino workers relaxing on a bridge near Central Ferry Pier, Hong Kong

Gue masuk ke dalam IFC Mall dan kebingungan nyari jalan keluar ke arah titik mula Mid-Levels Escalator di Queen’s Road. Tower 2 – International Financial Center (IFC) yang mendominasi panorama di Tsim Sha Tsui dan Victoria Peak ada di sisi IFC Mall itu. Hong Kong MTR & Airport Express Station ada di bawah mall. Karena kelaparan, gue sempet masuk area stasiun dan ngemil gorengan yang gue lupa namanya di sebuah kedai. Eh, ternyata itu adalah salah satu cabang restoran Tim Ho Wan yang terkenal itu dong! Tau gitu tadi gue pesen makanan berat sekalian. Harga makanannya ternyata standar aja di kisaran 50 HKD.

Setelah nyasar ke Exchange Square Bus Terminal, naik jembatan penyeberangan, dan berjalan kaki beberapa ratus meter, akhirnya gue sampe di Mid-Levels Escalator.

Central Mid-Levels Escalator yang dibuka tahun 1993 ini menjulur sepanjang lebih dari 800 meter dari Queen’s Road hingga Conduit Road, naik hingga 135 meter dari atas tanah. Mid-Levels Escalator terdiri dari beberapa eskalator dan travelator, bahkan ada bagian yang hanya tangga biasa, jadi bukan 1 eskalator super panjang non-stop gitu ya. Kawasan SOHO yang terkenal sebagai kawasan hiburan malam (expect bars, cafes, clubs) dan tempat nongkrong bule-bule itu bisa dicapai dengan Mid-Levels Escalator ini. Sayangnya saat itu ada bagian Mid-Levels Escalator yang lagi dalam perbaikan. Monmaap nggak ada videonya, gue save baterainya buat naik tram.


Menikmati Romantisme Hong Kong Dari Atas Tram Tua Double-Decker

Nggak bisa naik Victoria Peak Tram, bukan berarti terus nggak bisa naik tram sama sekali. Tram di Central Hong Kong bisa jadi malah lebih menarik! Jalur tram memanjang dari barat ke timur, dari Kennedy Town hingga Shau Kei Wan. Pemberhentian tram ada di tengah jalan raya, bisa diakses dengan zebra cross atau jembatan penyeberangan. Satu halte cuma buat satu arah, jadi nggak usah bingung mau naik tram yang mana. Haltenya sederhana banget tanpa fasilitas apa pun, cuma ada atap sempit aja. Perjalanan gue naik tram dapat disimak di dalam video berikut. Full uncut!

Biaya naik tram jauh dekat adalah 2.6 HKD. Karena gue ada Octopus Card dan saldonya masih banyak, gue tinggal tap kartu di reader deket pintu. Kalo bayar pake cash, tinggal setor duitnya ke dalam kotak kencrengan. Tram di Hong Kong ini adalah tram tua, bukan tram modern yang kayak LRT. Jalannya lambat,  kadang berderak-derak, dan nggak ada AC. Jalurnya menjulur di tengah jalan raya tanpa adanya pembatas, jadi kadang kendaraan lain bisa masuk ke jalur tram. Ada juga saat-saat di mana tram harus berhenti karena bersilang sama kendaraan lain atau pejalan kaki.

Ulasan selengkapnya tentang tram Hong Kong dan transportasi umum lainnya bisa dibaca di:

Memahami Transportasi Umum di Hong Kong (MTR, Tram, Bus, dan Kapal Ferry)

Gue naik dari Jubilee Street (E25, deket Hong Kong MTR Station) sampe Luard Road (E41, deket Wan Chai MTR Station) selama kurang lebih 15 menit. Sengaja nunggu tram yang kursi depan di lantai atasnya masih kosong biar leluasa bikin video perjalanan, hehe. Gue menikmati perjalanan singkat itu, pemandangan lanskap kota yang tersaji mampu memanjakan mata. Momen yang paling gue suka adalah saat tram melalui jalanan berkelok yang, selama beberapa detik, berada dalam kondisi lengang.

A street scene in Central Hong Kong

Street crossing berjamaah di Hong Kong

Hong Kong is… lively!

Hari kedua di Hong Kong itu adalah hari yang sangat berwarna! Gue naik kapal Star Ferry, naik bus double decker ke Victoria Peak, naik Mid-Levels Escalator, sampai naik Hong Kong Tram. Tapi tunggu, petualangan belum berakhir. Gue mau lanjut makan malam di Wan Chai dan menjelajah Ladies Market di Mongkok. Jangan lewatkan cerita perjalanan berikutnya, keep learning by traveling~

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *