Tips, Budget, dan Itinerary Jalan-Jalan di Hong Kong (+ Macao)

The boat and the skyscrapers, Hong Kong

Tiket pesawat yang murah, obyek wisata yang beragam, kemudahan berbahasa, dan tentunya kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia, menjadi daya tarik wisatawan Indonesia menjadikan Hong Kong (dan Macau) sebagai destinasi liburan. Lalu, berapa kira-kira budget yang dibutuhkan buat traveling di Hong Kong? Adakah tips dan trik supaya perjalanan di Hong Kong menjadi lebih efektif dan efisien? Seperti apa itinerary yang ideal? Nah, tulisan ini akan mengupasnya.

Buat pembaca yang baru pertama kali mampir ke blog thetravelearn.com, kamu harus tau bahwa ini bukan satu-satunya tulisan tentang Hong Kong di dalam blog ini. Tulisan ini merupakan sari atau kompilasi dari seluruh cerita perjalanan di Hong Kong dan Macau yang sudah gue tulis sebelumnya secara rinci. Jadi, kalau ada tulisan tentang satu tempat yang mau kamu baca secara spesifik, silakan klik tautan (link) yang udah gue sematkan di dalam tulisan ini. Nanti akan diarahkan ke artikel terkait.

So, shall we? Let’s start with the itinerary.


Biasanya, hal yang kemudian dilakukan traveler setelah memesan tiket penerbangan adalah memesan penginapan. Selain harga, kenyamanan, dan fasilitas, lokasi juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan supaya agenda perjalanan kamu nggak bikin tua di jalan. Sebaiknya, hotel atau hostel kamu berada di kawasan: Cental, Mong Kok, Jordan, Tsim Sha Tsui, Admiralty, atau Causeway Bay, dan pastikan dekat stasiun MTR (mass transit railway, sistem transportasi umum di Hong Kong)

Baca artikelnya: Memahami Transportasi Umum di Hong Kong―MTR (Subway/MRT), Bus, Tram, dan Kapal Ferry

View of central Hong Kong skyscrapers from Tsim Sha Tsui promenade

Watching the pedestrian from the bridge, Tsim Sha Tsui Hong Kong

Seperti inilah pembagian kawasan wisata di Hong Kong:

  • Ladies Market (dekat Stasiun Mong Kok), Temple Street Night Market (dekat Stasiun Jordan), dan Tsim Sha Tsui berada dalam satu kawasan yang sama bernama Kowloon, dalam 1 jalur MTR yang sama bernama Tsuen Wan Line (jalur merah). Tapi, ketiga tempat itu sih asyiknya dikunjungi malem-malem, hehe.
  • Jalur tram Hong Kong, tram ke Victoria Peak, Mid-Levels Escalator, Victoria Park, Tamar Park, dan Causeway Bay ada di Hong Kong Island dalam jangkauan Island Line (jalur MTR berwarna biru). Baca ceritanya di: Serunya Naik Kapal Ferry, Bus, Tram, dan Mid-Levels Escalator di Hong Kong Dalam Sehari
  • Disneyland Resort dan Ngong Ping 360 Cable Car (termasuk patung Big Buddha) sama-sama ada di Lantau Island (MTR jalur cokelat, Tung Chung Line)
  • Hong Kong International Airport ada di Chek Lap Kok Island, deket sama Disneyland dan Ngong Ping, tapi ‘kan nggak asyik juga kalau langsung ke sana setelah mendarat atau sebaliknya, karena kamu akan berada dalam kondisi ribet membawa-bawa backpack atau koper.
Hong Kong MTR route map

Jadi, seperti inilah itinerary yang berhasil gue realisasikan:

  1. Hari 1 : Tiba di Hong Kong sore hari setelah menyeberang dari Macau, check-in di penginapan, mandi & istirahat, makan malam, lalu eksplor Tsim Sha Tsui
  2. Hari 2 : Tsim Sha Tsui (lagi), menyeberang ke Hong Kong Island, Victoria Peak, Mid-Levels Escalator, naik Hong Kong Tramway, dan belanja di Ladies Market
  3. Hari 3 : Ngong Ping Cable Car, The Big Buddha, Disneyland, malamnya penerbangan kembali ke Indonesia

Sementara untuk Macau, kawasan wisatanya terbagi 2: Taipa dan Macau City Center (Macau Historic Area). Kawasan Taipa dekat dengan Macao International Airport dan kasino-kasino bergengsi seperti City of Dreams dan The Parisian. Hotel-hotel murah biasanya ada di Macau City Center yang dekat dengan Senado Square, Ruins of St. Paul’s, A Ma Temple, dan kasino Grand Lisboa.

Hasil foto di Senado Square, Macau

Hasil foto di Ruins of St. Paul’s Macau

Baca ceritanya di: Senado Square, Ruins of St. Paul’s, dan Makan Egg Tart di Margaret’s Cafe e Nata Macau

Gue mendarat di Macau malem-malem, langsung check-in ke hotel, jalan-jalan bentar, lalu istirahat. Besoknya, gue ke Senado Square, Ruins of St. Paul’s, terus siangnya udah menyeberang ke Hong Kong.

Baca ceritanya di: Larut Malam Menyusuri Gang-Gang Macau


Biaya Penginapan di Hong Kong

Gue nggak menampik fakta kalau Hong Kong dan Macau itu muahaaaaaalll. Lebih mahal dari Singapore! Bahkan kata temen gue, lebih mahal dari Jepang. Jadi, amannya anggarkan Rp1.000.000,00 per hari (penginapan, transportasi, makan, tiket wisata).

Di Singapore, hostel-hostel yang tarif per malamnya di bawah Rp200.000,00 itu masih banyak, fasilitasnya pun manusiawi. Kasur empuk, properti bersih, air putih gratis, sarapan sederhana, dan kalau beruntung malah bisa dapet penginapan yang instagrammable. Di Hong Kong, udah mahal, sempiiiiiittt pit pit pit, kagak ada sarapan, penampilannya lusuh pun. Harganya rata-rata di atas Rp300.000 per malam per orang. Gue masih dapet yang harganya Rp200.000, tapi yang harganya segitu di hasil pencarian Booking.com nggak sampai 5 bijik. Nilai review hostel-hostel di sana juga jarang banget yang di atas 8.

Itu baru hostel. Kamar privat di hotel lebih mahal lagi, tapi bisa jadi lebih murah kalau kamu pergi berdua atau lebih. Tapi tetep sih, sempiiittt! Ada penginapan yang murah dan nyaman, tapi jauh banget dari pusat kota. Masing-masing ada konsekuensinya. Jadi kalau kamu mau mengunjungi banyak tempat selama di Hong Kong, mau nggak mau harus kompromi dengan penginapan yang apa adanya.


Biaya Makan di Hong Kong

Biaya makan dengan layak di Hong Kong berkisar di angka 40-50 HKD, kita ambil 50 HKD aja deh, kita bulatkan jadi Rp100.000,00. Jadi Rp300.000,00 per hari. Bisa tambah bengkak kalau kamu selalu membeli makan dengan harga di atas 50 HKD atau nggak bisa kontrol napsu buat jajan.

Beberapa tempat makan dengan harga terjangkau yang sempat gue coba selama di Hong Kong adalah:

  • Toast Box di JD Mall (deket Stasiun Jordan, gue sampai 2 kali ke sini)
  • Ocean Empire (deket Stasiun Wan Chai)
  • Tim Ho Wan (ini ada banyak banget outlet-nya, gue cobain yang di Stasiun Central), dan tentu saja…
  • 7 Eleven hehe.


Biaya Transportasi Umum di Hong Kong

Untuk masalah transportasi, kisaran budget per hari adalah 50 HKD atau dibulatkan jadi Rp100.000,00. Hanya ada 2 anomali budget (((anomali))), yaitu transportasi dari/ke bandara dan Victoria Peak Tram. Harga tiket kereta Airport Express sekali jalan dari Hong Kong Airport ke Hong Kong Station (stasiun terakhir) dan sebaliknya adalah 115 HKD (nyaris Rp230.000,00), udah setara tiket kereta api Jakarta – Jogja kelas bisnis hahaha. Tapi tenang, ada bus yang harganya berkisar dari 18-40 HKD, jomplang bangeeettt! Sementara harga tiket Victoria Peak Tram PP adalah 99 HKD (Rp100.000,00), bisa disiasati dengan bus yang harganya cuma 20.6 HKD pulang-pergi (sekitar Rp40.000,00)

Baca juga: Perjalanan Naik Kereta Airport Express dari Bandara Hong Kong ke Pusat Kota

Ada 2 kartu sakti yang gue pake selama di Hong Kong: Airport Express & MTR Travel Pass dan Octopus Card. Kartu pertama bisa dipakai untuk naik kereta bandara pulang-pergi + akses kereta MTR sepuasnya selama 3 hari, harganya Rp600.000-an. Sementara Octopus Card gue beli dengan harga kurang dari Rp100.000 isi saldo 10 HKD, lalu gue top-up 50 HKD. Jadi total pengeluaran transportasi gue adalah sekitar Rp800.000.

Hong Kong Airport & MTR Travel Pass

My Octopus Card, bought from KKday

Tenang, kamu nggak perlu ikut-ikut keluar duit Rp800.000 juga buat transportasi selama 3 hari di Hong Kong. Itu gue bisa punya Airport Express & MTR Travel Pass karena endorse, hehe. Cukup sediakan dana buat beli Octopus Card Rp100.000 + top up 150 HKD + bus bandara PP 80 HKD, totalnya cuma sekitar Rp560.000. Mau kamu bulatkan jadi Rp500.000,00 juga masih aman banget karena kisaran yang gue terapkan itu adalah kisaran harga tertinggi.


Biaya Tempat Wisata di Hong Kong

Karena hampir semua tempat yang gue kunjungi di Hong Kong adalah kawasan publik, satu-satunya tempat wisata berbayar di Hong Kong adalah kereta gantung Ngong Ping (dan Disneyland Resort, kalau kamu masuk ke sana). Harga tiket Ngong Ping Crystal Cable Car (pulang-pergi) adalah Rp420.000-an, sementara kalau buat standard cable car-nya lebih murah, Rp300.000-an aja.

Biaya Makan, Transportasi, dan Hotel di Macau

Di Macau, standar harga makanannya kurang lebih sama kayak di Hong Kong. Gue cuma sekali aja sih makan di Macau, itu pun cuma beli sarapan 2 biji egg tart seharga 20 MOP haha.

Egg tart from Margaret’s Cafe e Nata Macau

Buat transportasi, bus umum di Macau menerapkan flat rate jauh-dekat seharga 6 MOP untuk tiap perjalanan. Ada bus-bus gratis yang disediakan oleh resor dan kasino-kasino besar, tapi gue juga nggak sempet cobain. Lagipula obyek-obyek wisata di area Macau Historic Center memang berdekatan, jadi bisa dicapai dengan berjalan kaki. Gue juga cuma 2 kali naik bus di Macau, yaitu bus MT4 dari Macao Airport ke hotel dan bus 101X dari hotel menuju HZMB Macau Port.

Baca ceritanya di: Naik Bus Menyeberang Laut dari Macau ke Hong Kong

Di Macau, gue menginap di Hou Kong Hotel yang gue pesan di Traveloka seharga sekitar Rp700.000-an per malam, nggak ada sarapan. Ini udah harga termurah yang gue cari-cari di Traveloka, Booking.com, Hostelworld, dan Hostelbookers. Tapi kamarnya oke sih, luas dan bisa ditempati buat bertiga haha. Kamar mandinya juga juara, shower-nya tipe rainforest yang biasanya ada di hotel-hotel bintang 4 di Indonesia. Lokasinya juga deket banget sama Senado Square. Tempat-tempat wisata di Macau biasanya nggak berbayar. Bahkan masuk kasino atau resor juga nggak bayar. Baru keluar duit saat mau beli-beli sesuatu.

Nah, di bawah ini adalah rincian pengeluaran makan dan transportasi umum gue selama 4 hari traveling di Macau dan Hong Kong.


Mata Uang: Hong Kong’s Dollar (HKD) atau Macao’s Pataca (MOP)?

Hong Kong dan Macau memang punya mata uang yang berbeda, tapi haruskah kita mempersiapkannya keduanya dari Indonesia? Nggak perlu, Lih. HKD bisa digunakan di Hong Kong dan Macau. Sebaliknya, MOP cuma bisa digunakan di Macau. Jadi, sebelum ke Hong Kong dari Macau, sisakan sesedikit mungkin koin-koin MOP di dalam saku. Untuk denominasi Pataca yang lebih besar, kamu bisa tukarkan dulu ke HKD sebelum tiba di Hong Kong.


Bandara Macau: Fasilitasnya Miniiimmm

Jangan pikir Macau punya bandara yang besar dan megah seperti halnya Hong Kong. Kontras dengan fakta bahwa Macau adalah surga kasinonya Asia, bandara Macau ternyata keciiilll dan minim fasilitas! Seminim apa sih?

Well, setelah gue mendarat dan tiba di Arrival Hall, gue kecewa banget karena nggak ada satu pun tempat makan! Bahkan sebatas 7 Eleven pun nggak ada, cuma ada vending machine minuman. Padahal selain buat melenyapkan rasa lapar, kehadiran tempat makan di bandara juga berguna untuk “memecah” uang yang kita punya menjadi denominasi yang lebih kecil alias receh. Apalagi, buat naik bus dari bandara, kita harus sedia uang receh sebesar 6 MOP/HKD (yang mendekati itu).

Lalu solusinya gimana? Ya kayak gue di atas, terpaksa beli minum doang dari vending machine. Atau kalau kamu ada temen yang masih punya recehan HKD/MOP, kamu bisa sedikit meminta recehannya hehe.


Apakah Hong Kong dan Macau Dingin?

Walaupun secara administratif Macau dan Hong Kong masuk dalam wilayah Republik Rakyat Tiongkok (yang notabene adalah sebuah negara 4 musim), tapi iklim di Macau dan Hong Kong sendiri sebenernya nggak 4 musim amat. Suhu saat musim dingin (Desember-Februari) memang dingiiinnn, bisa sampai di bawah 10 derajat Celcius. Tapi di luar itu, apalagi saat musim panas (April-September), ya nggak beda sama cuaca di Indonesia sih, haha. Jadi sesuaikan pakaian yang kamu bawa dengan bulan perjalanan kamu, ya.

Gue nggak merekomendasikan traveling ke Hong Kong dan Macau saat puncak musim panas, yaitu bulan Juni-Agustus. Musim panas di Hong Kong berarti badai (thunderstorm) dan hujan! Kalau nekad ke sana di bulan-bulan itu, pastikan kamu membawa payung, jas hujan, dan alas kaki yang mendukung. Sebaiknya kamu juga atur-atur lagi ekspektasi kamu, supaya nggak uring-uringan kalau itinerary kacau atau gagal naik Ngong Ping Cable Car karena cuaca buruk.

Hong Kong International Airport seen from the Ngong Ping Cable Car

Flying above the clouds, sea, and islands, in the midst of fog

Saat gue ke sana akhir Mei 2019, cuaca 2 malam pertama agak dingin dengan angin yang sembribiiittt. Tapi cuaca saat pagi-sore dan malam ketiga sih gerah dan lembab. Hujan turun saat subuh hari kedua, siang hari ketiga, dan siang hari keempat meski nggak lama. Gara-gara hujan yang cukup deras di hari terakhir, kereta gantung Ngong Ping sempat ditutup sekitar 3 jam, padahal gue udah ngantri dan siap naik. Gara-gara itu, gue harus muter-muter nggak jelas di dalam mall.


Koneksi Internet: SIM Card Lokal, Modem Wifi, atau Roaming?

Gue pilih opsi yang kedua: modem wifi (mifi) atau pocket wifi. Alasannya adalah:

  • Nggak ribet gonta-ganti SIM card
  • Nggak perlu aktivasi-aktivasi segala, tinggal hidupin modem
  • Harganya murah
  • Bisa dipake bareng-bareng, jadi bisa makin ngirit hehe.

Gue book pocket wifi dari KKday yang harganya cuma sekitar Rp130.000,00 buat 3 hari. Kuotanya unlimited buat sampai 7 hari, sinyalnya kenceeenggg! Pocket wifi ini bisa dipake di Hong Kong, Macau, dan Cina daratan sekaligus. Di website, katanya baterai modem bisa bertahan selama 12 jam. Kenyataannya, 2 hari juga masih belum habis dong. Gue memang baru nyalain modem di hari kedua, lalu sampai saat gue balikin lagi ke konter penyedia jasanya, modemnya masih hidup.

Kekurangan sewa pocket wifi ini adalah harus diambil dan dikembalikan lagi di tempat yang sama, dalam kasus ini adalah di Arrival Hall Terminal 1 Hong Kong Airport. Gue sempet agak bingung karena gue mendarat di Macau, memangnya bisa masuk Arrival Hall bandara padahal kita nggak mendarat di situ? Ternyata bisa, karena konter-konter komersil itu ada di Unrestricted Area. Jadi setibanya gue di HZMB Hong Kong Port, gue lalu naik bus B4 buat ke bandara, lalu masuk dengan lancar ke Arrival Hall Terminal 1.


Belanja di Pasar Malam Hong Kong

Ada 2 pasar malam terkenal di Hong Kong: Ladies Market dan Temple Street Night Market. Gue cuma sempet ke Ladies Market, meski sebenernya Temple Street Night Market lebih deket dari hostel. Hukum tawar menawar berlaku di sini. Gue bisa dapet jam digital berbentuk kubus berlapis kayu dengan harga 55 HKD dari yang sebelumnya 99 HKD. Sebagian besar penjual ternyata punya barang dagangan yang sama, jadi kamu nggak perlu muter-muter seisi pasar buat cari tau ada apa aja di situ.

Nggak usah sok-sok “survey harga” kalau memang nggak ada niat buat beli. Kamu harus punya alasan kuat kalau nggak jadi beli barang yang kamu kepoin. Jangan bilang “harganya terlalu mahal” sebagai alasan kalau nggak mau diajak tawar menawar sama yang jual.


Jangan Mepet Datang ke Bandara Hong Kong!

Cuma di Hong Kong Airport inilah, gue harus 2 kali naik Skytrain dari departure hall (konter check-in) sampai ke boarding room penerbangan gue! Termasuk banyak jalan kaki dan naik turun eskalator. Jadi, jangan mepet-mepet datang ke bandara Hong Kong, siapa tau kamu juga harus 2x naik Skytrain kayak gue.  Di Terminal 1 KLIA juga harus naik Aerotren sih dari departure hall ke boarding room, tapi nggak 2 kali, hehe.

Lalu, dari pengalaman gue saat itu, gue nggak menemukan banyak tempat makan di area boarding room. Ada, tapi nggak banyak, dan saat itu udah pada penuh, atau harganya mahal, atau gabungan keduanya. Jadi kalo kamu juga on tight budget, lebih baik kamu udah makan sebelum masuk ke boarding room.

Overlooking my boarding gate from an indoor bridge, Hong Kong Airport

The blue sky at dusk seen from Hong Kong Airport


Setiap traveler pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Tips, budget, dan itinerary Hong Kong yang gue bagikan di atas adalah berdasarkan pengalaman gue di sana dan informasi yang gue ketahui. Silakan sesuaikan sendiri dengan jadwal penerbangan dan anggaran pribadimu. Kalau ada kekurangan atau kesalahan informasi dari tulisan di atas, jangan sungkan untuk disampaikan di kolom komentar. Makasih banget buat semua travelearners yang anteng ngikutin seri #SUPERTRIP 3 ke Hong Kong dan Macau ini. Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya, keep learning by traveling~

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *