Tips dan Budget Jalan-Jalan ke Singapura

Yak! Selesai sudah travel series gue yang berjudul “Gempor di Singapore” ini, sukses menarik minat pembaca majalah Bobo hingga 13 episode, dengan tambahan 1 episode special untuk Johor Bahru. Gimana, enjoy nggak? 😀

Nah, di akhir seri inilah, saatnya gue share tips dan budget jalan-jalan ke Singapore kemarin, terutama buat kalian yang masih baru banget travelling. Kita mulai dari tips dulu. Perhatikan baik-baik ya, adek-adek.

Ini adalah tips PALING PENTING buat yang mau jalan-jalan ke Singapore: sedia colokan kaki tiga dari Indonesia. Standar colokan di Singapura adalah kaki tiga, bukan colokan dua kaki kayak yang lazim di Indonesia. Hotel gue aja semuanya colokan kaki tiga, dan nggak disediakan adapter. Ada sih satu, punya staf botak itu. Gue lupa banget soal perbedaan yang satu ini, padahal sebelumnya juga udah browsing dan blogwalking ke sana kemari. Alhasil, gue nggak bisa nge-charge hape. Tahu sendiri ‘kan, betapa borosnya batere smartphone itu. Nah, cukuplah gue yang mengalami kekurangpersiapan ini. Kalian silakan bawa colokan kaki 3, atau adapter, atau travel charger dari Indonesia. Beli di sini mahal, bok! Biar kalian nggak mati gaya aja sih di sana. Ingat: hape, tablet, notebook, kamera, handycam, semuanya butuh listrik!

Baca Juga: 18 Hal yang Bisa Dilihat/Dilakukan di Bandara Changi

Kalau itinerary kalian hanyalah mengunjungi tempat-tempat yang biasa dikunjungi turis (Marina Bay, Orchard, Little India, Chinatown, Bugis, dsb), maka pakai tiket single-trip dengan MRT Train juga cukup. Tapi, jika kalian juga berencana mengunjungi tempat yang agak kurang lazim, misalnya gue kemarin yang ke kampus NUS, sebaiknya kalian pakai Singapore Tourist Pass (STP) deh. Bisa pilih untuk jangka waktu 1-3 hari. Ini karena ada saat-saat di mana kalian harus menggunakan bus, dan nggak ada Ticket Machine di shelter. Shelter hanya dijadikan tempat untuk menaik-turunkan penumpang, tiap penumpang udah punya kartu sendiri-sendiri.

Untuk warga Singapura sendiri, mereka biasanya pakai EZ Link Card yang bisa dipakai hingga 5 tahun. Jadi, STP ini disarankan banget buat kalian yang punya daftar itinerary seabrek, atau sekedar pengen ngerasain gimana naik bus SMRT dan SBS Transit yang kece parah itu. Biar jangan kayak kami kemaren, harus jalan kaki bolak-balik 4 kilometer karena nggak bisa naik bus. Bisa sih bayar ongkos pakai uang tunai, tapi nggak ada kembalian. Jadi kamu harus menyiapkan uang receh pas!

 

Kalau kalian mau liburan sambil kerja, pastikan hotel tempat kalian menginap benar-benar menyediakan ruang komputer. Kecuali kalau kalian mau bawa laptop sendiri dari rumah dan rela laptop itu menambah massa ransel atau carrier kalian. Jangan sok tahu kayak gue kemarin. Yakin aja di hostelnya ada ruang komputer yang memadai, tapi ternyata hanya ada satu set komputer. Itu pun dipakai staff.

Nggak usah jalan kaki berlebihan, jalan kakilah seperlunya. Percayalah, rencana awal kalian untuk berhemat dengan berjalan kaki akan sirna karena — ujung-ujungnya — kalian kepanasan, kehausan, dan akhirnya mampir ke Seven Eleven beli sebotol Pocari Sweat. Iya kalau cuma sebotol. Gue itu kalau udah capek dan haus banget, pengennya minum yang dingin dan ada rasanya. Lagian, kalau udah capek, kalian juga nggak bakal enjoy menikmati suasana kota. Jadi, jalan kakilah seperlunya, misalnya saat bener-bener nggak ada moda transportasi apapun yang bisa kalian gunakan. Hemat tenaga, hemat uang, dan hemat waktu. Kalian bisa mengunjungi lebih banyak tempat lagi.

Nah, buat kamu yang bingung dengan rute Singapore MRT (SMRT), nih gue kasih petanya langsung. Silakan dipelajari sendiri. Karena gue nggak akan hafal dengan rute MRT dari ini ke ini, ambil warna apa, dsb dkk dst. Semua udah gue tulis di masing-masing bagian. Lagipula di setiap stasiun ada petanya kok.

Pusing baca peta MRT kayak di bawah ini? Baca tipsnya di: Panduan Menggunakan Peta MRT / LRT Untuk Pemula

Cari makan di tempat-tempat yang udah jelas murahnya, misalnya: Little India, Lucky Plaza, Wisma Atria, Chinatown, atau Northbridge Road. Singapore bukanlah tempat yang cocok buat wisata kuliner, buat cobain tempat-tempat makan yang mengundang rasa penasaran. Jadi, makan di tempat yang pasti-pasti aja deh. Jangan kayak gue kemaren, yang harus menebus niat “coba-coba” dengan harga sebesar 12 SGD

Wan Wan Emoticons 28

Nah, itu tipsnya. Sekarang gue mau kasih rekomendasi waktu buat itinerary kalian. Kalau kalian mau ke Marina Bay, gue sarankan malam hari aja. Ada pertunjukkan cahaya dari Marina Bay Sands dan gedung-gedung di sekitarnya. Saat malam hari juga, tempat-tempat ikonik di Marina Bay (Esplanade, Singapore Flyer, The Fullerton Hotel, Gardens by The Bay) memberikan pemandangan yang cantik dengan lampu berwarna-warni. Ke Sentosa juga disarankan dari sore hingga malem, biar bisa nonton pertunjukkan Songs of The Sea.

Lalu budget-nya gimendes yes? Kurang lebih kayak gini.

Buat tiket pesawat PP, standarnya adalah Rp 700.000 atau 800.000-an. Lebih dari itu berarti mahal. Syukur-syukur kalau dapet tiket promo. Jangan lupa sedia ongkos buat bayar pajak bandara di Indonesia. Gue kemaren berangkat pakai Jetstar Rp 200.000 plus plus, lalu balik naik Tiger Airways Rp 723.000. Mahal!

Standar hotel di Singapore adalah Rp 150.000 ke atas. Untung banget kalau bisa dapet yang lebih murah lagi. Gue kemarin dapet yang Rp 200.000 semalem di Tresor Tavern Hostel, Jalan Besar 243, kawasan Little India.

Untuk biaya hidup, sedia 17-20 SGD per hari. Cari hotel yang udah menyediakan breakfast. Buat makan, standarnya 4 SGD. Beli air mineral 2 botol sehari, katakanlah 3.5 SGD. Sisanya adalah ongkos MRT, sekitar 5 SGD sehari atau dua kali perjalanan, kecuali kalau kalian pakai STP yak. Gue kemarin abis 50 SGD untuk 3 hari di sana.

Kesimpulannya, budget normal di Singapore untuk 3 hari adalah sebesar Rp 1.500.000,00. Belum termasuk paspor, oleh-oleh, dan biaya tempat-tempat hiburan seperti Universal Studios, Jurong Bird Park, Singapore Zoo, dsb. Gue kemarin abis sekitar Rp 2.000.000, karena dapet tiket balik dan hotel yang agak mahal.

Transportasi umum yang gue sarankan dari Singapura ke Kuala Lumpur di Malaysia adalah bus dan pesawat terbang. Dulu sih ada sleeper train dari Johor Bahru ke KL, sekarang udah nggak ada, digantikan ETS (Electrified Train System) yang memang lebih cepat dan lebih modern tapi nggak melayani rute langsung Johor Bahru – Kuala Lumpur, harus transit di Gemas, Negeri Sembilan. Naik bus nggak cuma melayani rute langsung Singapura ke KL dan sebaliknya, tapi juga lebih murah dan total waktu tempuhnya bisa lebih cepat. Selain itu, kamu bisa memilih lokasi keberangkatan bus di Singapura yang paling dekat dengan hotelmu, biasanya bus akan berhenti sampai di Terminal Bersepadu Selatan. Bus Singapura – Kuala Lumpur ini bisa kamu book online di 12Go.Asia, klik banner di bawah ini.

12Go.Asia juga melayani pemesanan online bus, kereta api, ferry, van/minivan/travel dari dan menuju berbagai kota di Asia Tenggara.

Gue berencana ke Singapore lagi untuk mendatangi tempat-tempat yang kemarin belum didatangi seperti Bugis Street, Arab Street, SBG, Henderson Waves, dan nonton Songs of The Sea. Oh, bahkan Chinatown pun belum gue eksplor! Rencana sih sekalian ke Kuala Lumpur dan ke Melaka atau Penang. Anyone join me? 😀

Sampai jumpa di travel series berikutnya 😀

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *