Tips Jalan-Jalan Hemat di Singapura dan Kuala Lumpur

Singapura dikenal sebagai negara (dan kota) paling mahal di Asia Tenggara. Nilai tukar Singapore Dollar (SGD) saja bisa menembus angka 9.000 IDR. Kuala Lumpur, meskipun nggak semahal Singapura, tapi tetap saja memiliki biaya hidup yang lebih tinggi daripada Jakarta. Tapi, siapa bilang jalan-jalan di sana harus mahal juga? Di sini, gue akan meringkas tips-tips hemat untuk jalan-jalan di Singapura dan Kuala Lumpur tanpa perlu puasa makan. Bah.

Let’s start with Singapore.

Sebenarnya, yang paling menantang di Singapura bukan biaya masuk objek-objek wisatanya, karena objek-objek wisata di Singapura ya tempat-tempat publiknya sendiri yang bisa dikunjungi dengan gratis. Singapura menawarkan seisi kotanya. Kecuali kalau kamu ke Sentosa Island atau Universal Studios Singapore (USS), itu jelas mahal. Yang paling menantang menurut gue adalah biaya hidupnya, terutama makan dan minum.

Untuk sekali makan, standarnya kamu harus merogoh kocek 5 SGD untuk bisa makan dengan layak dan nggak gembel-gembel amat. Sebotol air mineral 600 ml aja harganya bisa sampai 2 SGD, which means sekitar Rp 18.000,00. Nah, di sana memang nggak ada Warteg Bahari karena jaringan rumah makan cepat saji itu belum melebarkan sayapnya sampai negeri seberang. Tapi, di sana ada Ananas Cafe dan Khun Thai.

Baca Juga: 18 Hal yang Bisa Dilihat/Dilakukan di Bandara Changi

Ananas Cafe dan Khun Thai adalah jaringan rumah makan cepat saji dengan harga murah tapi tak meriah. Abaikan saja namanya yang ala ala Thailand. Di sana kamu bisa membeli sepaket Nasi Lemak dan Nasi Hainan (Chicken Rice) dengan harga hanya 2 SGD. Ada beberapa pilihan set untuk Nasi Lemaknya.

Waktu itu gue memesan Nasi Lemak, entah set A atau set B. Isinya sepiring nasi berwarna hijau, ditemani telur ceplok, ayam goreng, dan sambal. Porsinya emang nggak banyak sih, setengah porsi nasi warteg aja masih lebih banyak dari itu. Tapi lumayanlah daripada nggak makan, apalagi harga roti atau cup noodle juga masih lebih mahal.

Ananas Cafe dan Khun Thai ini ada di beberapa stasiun MRT. Gue menemukan Ananas Cafe di Stasiun Aljunied, sementara Khun Thai gue temukan di stasiun Chinese Garden. Jadi kalau kamu lagi di stasiun MRT, pasang mata dengan jeli ya. Siapa tahu ada Ananas Cafe atau gerai makan murah lainnya. Tapi ingat, jangan makan nasinya di dalam kereta karena nenek bilang itu berbahaya, heeeyyy heeeyyy *hebohsendiri*

Sama seperti Indonesia, Singapura adalah sebuah negara tropis dengan hawa panas lembab yang menyergap setiap saat. Kamu akan membutuhkan banyak asupan air minum selama berkeliling kota. Nah, daripada kamu membeli 4 botol air mineral setiap hari, mending kamu isi air minum dari hostel / hotel aja. Siapkan botol kosong dari rumah, ada beberapa bandara di Indonesia yang melarang benda-benda cair untuk dibawa masuk ke dalam pesawat. Kamu nggak mau kan, 4 susu kotak dan 2 botol air mineral kamu dirampas secara cuma-cuma oleh petugas kastam di Bandara Adi Sutjipto kayak gue. Hiks. Padahal itu gue siapin buat sarapan.

Untuk hostel, kalau kamu giat bekerja dan rajin belajar, kamu bakal bisa menemukan hostel dengan tarif di bawah IDR 200.000 bahkan di bawah IDR 150.000. Coba cari di booking(dot)com, hostelworld, hostelbooker, atau airbnb. Dalam kunjungan gue ke Singapura kemarin, gue menginap di 98SG di daerah Geylang. Tarif total per orang cuma 14.25 SGD kok, kalau dirupiahkan hanya sekitar 130.000-an IDR. Hostel tersebut bahkan gue pesan tanpa kartu kredit melalui booking(dot)com. Yep! Ada beberapa hostel murah yang bisa dipesan tanpa kartu kredit dari situ. Solusi banget buat kamu yang nggak punya kartu kredit atau nggak punya temen yang cukup baik buat dipinjemin kartu kreditnya.

Penginapan-penginapan murah banyak terdapat di daerah Geylang dan Little India. Walaupun Geylang dikatakan sebagai red district-nya (daerah prostitusi) Singapura, tapi gue aman-aman aja tuh di sana. Nggak melihat atau mengalami yang aneh-aneh. Rejeki traveler solehah kali ya. Selama kamu hanya bepergian di jam-jam normal sih, menurut gue aman-aman aja. Di Chinatown juga banyak hostel, tapi nggak semurah di Geylang atau Little India.

Objek-objek wisata utama di Singapura saling berdekatan dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Tapi, kalau kamu juga ingin mengunjungi objek-objek lain yang agak jauh, atau kamu nggak kuat jalan kaki lama-lama, atau kombo keduanya, kamu lebih baik membeli Singapore Tourist Pass (STP) untuk efisiensi biaya transportasi. STP dapat kamu beli dari stasiun-stasiun MRT, tinggal cari loketnya. Harganya 10 SGD plus 10 SGD deposit untuk 1 hari, bisa digunakan untuk MRT, LRT, dan bus kota. Jika membeli untuk 2 atau 3 hari sekaligus, harganya bisa lebih murah. Saat sudah selesai digunakan, STP dapat dikembalikan di stasiun mana pun dan kamu akan menerima kembali deposit 10 SGD.

Buat yang mau beli oleh-oleh, kamu bisa ubek-ubek itu Bugis Street, Chinatown Street Market, Little India, sama Lucky Plaza (di Orchard Road). Chinatown Street Market buka dari sore hingga malam, ada banyak pernik oriental di situ. Di Bugis Street, kamu bisa beli pernak-pernik, baju-baju, sampai makanan-makanan impor Jepang. Waktu itu temen gue beli sebungkus besar Kitkat seharga 10 SGD. Begitu pun Lucky Plaza. Di Bugis bahkan banyak jajanan murah, misalnya jus beraneka rasa dan warna seharga 1.5 SGD.


Dari Singapura ke Kuala Lumpur dan Sebaliknya

Untuk saat ini, moda transportasi yang gue sarankan dari Singapura menuju Kuala Lumpur di Malaysia adalah bus dan pesawat terbang. Dulu sih ada sleeper train dari Johor Bahru ke KL, sekarang udah nggak ada, digantikan ETS (Electrified Train System) yang memang lebih cepat dan lebih modern tapi nggak melayani rute langsung Johor Bahru – Kuala Lumpur, harus transit di Gemas, Negeri Sembilan. Naik bus nggak cuma melayani rute langsung Singapura ke KL dan sebaliknya, tapi juga lebih murah dan total waktu tempuhnya bisa lebih cepat. Selain itu, kamu bisa memilih lokasi keberangkatan bus di Singapura yang paling dekat dengan hotelmu, biasanya bus akan berhenti sampai di Terminal Bersepadu Selatan. Bus Singapura – Kuala Lumpur ini bisa kamu book online di 12Go.Asia, klik banner di bawah ini.

12Go.Asia juga melayani pemesanan untuk bus, kereta api, ferry, van/minivan/travel, dan pesawat terbang dari dan menuju berbagai kota di Asia Tenggara.


Then how about Kuala Lumpur?

Standar biaya makan di Kuala Lumpur adalah sekitar 5-7 RM untuk sekali makan. Kalau mau lebih hemat, beli aja paket nasi goreng atau nasi lemak dari 7 Eleven. Cuma 3 RM, tapi nggak disediakan sendok. Jadi harus makan pakai tangan atau pinjem tetangga sebelah rumah. Makanya jangan lupa cuci tangan setelah cebok.

Hostelnya? Lebih murah lagi dong daripada Singapura. Kamu masih bisa menemukan hostel dengan harga 50.000 – 80.000-an IDR. Gue aja kemarin dapet hostel seharga 25 RM semalem. Namanya Serenity Hostel. Udah murah, bersih, nyaman, dapet sarapan, deket objek wisata pula. Lokasinya ada di daerah Bukit Bintang.

Untuk tips tentang transportasi publik di Kuala Lumpur, sudah gue jelaskan pada tulisan tersendiri ya. Cukuplah di sini gue katakan bahwa kamu bisa menggunakan kartu Touch ‘n Go (TnG). Sama kayak STP atau EZ Link di Singapura, TnG dapat kamu beli di stesen dengan harga 10 RM, top up minimal 10 RM. Bisa digunakan untuk LRT, Monorail, Komuter, dan Bus RapidKL. Ada fasilitas bus gratis bernama Go-KL. Informasi selengkapnya silakan klik tulisan yang sudah ditaut (berwarna biru) di atas.

Kalau mau belanja oleh-oleh, kamu bisa mampir ke Central Market (Pasar Seni), Chinatown, dan Bukit Bintang. Harga di Central Market nggak terlalu murah, masih mending ke Chinatown atau Bukit Bintang. Tapi tempatnya memang nyaman. Tips penting saat berbelanja: kalau nggak berniat membeli, lebih baik jangan tanya-tanya. Gue sempet diomelin sama mas-mas di toko suvenir di Bukit Bintang karena tanya harga doang tapi nggak beli. Padahal niat gue cuma mau membandingkan harganya.

Selain Kuala Lumpur, gue juga jalan-jalan di Georgetown (Penang) dalam rangkaian perjalanan selama satu minggu itu. Tapi karena gue di sana nggak sampai 2 hari (gara-gara nggak dapet bus dari Johor Bahru), gue merasa belum terlalu mengenal kota itu. Yang jelas biaya hidupnya hampir sama dengan KL. Hostel murah banyak terdapat di kawasan Little India, seperti gue yang saat itu menginap di Couzi Couji Venture  dengan tarif hanya 23 RM semalam.

Selain dengan bus RapidPenang, kamu bisa berkeliling kota dengan bus CAT yang gratis. Tapi busnya suka lama datang, gue aja nggak sempet naik. Lagipula ongkos RapidPenang juga murah banget, objek-objek wisata di Georgetown juga saling berdekatan. Sediakan uang receh karena sopir tidak akan memberikan kembalian, sama seperti bus RapidKL dan bus SMRT atau SBS Transit di Singapura.

Ini dia total pengeluaran gue selama satu minggu di Singapura, Kuala Lumpur, dan Penang awal Juni 2014 lalu.

Hari 1 – Mendarat di KLIA2 Airport

Aerobus KLIA2 – KL Sentral 10 RM

Dinner 10 RM

Minum 1.7 RM

KTM Antara Bandar Kuala Lumpur – Singapura 34 RM

Total: 55.7 RM

Hari 2 – Singapura

Bus dari Woodlands ke Check Point ke Woodlands MRT 1.3 SGD

MRT Woodlands – Bishan – Botanic Gardens 2.7 SGD

Makan 11 SGD

MRT Botanic Gardens – Aljunied 2.4 SGD

Hotel 1 malam 14.25 SGD

MRT Aljunied – Outram Park 1.8 SGD

MRT Chinatown – Esplanade 1.8 SGD

MRT City Hall – Aljunied 1.6 SGD

Total: 36.85 SGD

Hari 3 – Singapura dan Johor Bahru

STP 1 hari 10 SGD (deposit 10 SGD tidak dihitung karena nanti dikembalikan)

Lunch 2 SGD

Minum 3.4 SGD (2 kali pembelian)

Donasi 1 SGD (waktu itu ada kegiatan penggalangan dana anak-anak sekolah)

Bus Causeway Link Woodlands – Terminal Larkin Johor Bahru 0.8 SGD (harusnya bayar 1.3 sih, hahaha. Ada miskomunikasi di sini :D)

Bus Johor Bahru – Kuala Lumpur 40 RM

Dinner 8.5 RM

Total: 17.2 SGD dan 48.5 RM

Hari 4 – Tiba di Georgetown, Penang

Bus Kuala Lumpur – Butterworth, Penang 35 RM

Makan 13.2 RM

Ferry Butterworth – Georgetown 1.2 RM

RapidPenang Weld Quay – Hotel (Little India) 1.4 RM

Hotel 1 malam 23 RM

Jajan 2 RM

Total: 75.8 RM

Hari 5 – Georgetown, Penang

Makan 10.7 RM

RapidPenang ke Padang Kota Lama 1.4 RM

Biaya masuk Fort Cornwallis 2 RM

RapidPenang ke Kek Lok Si Temple 1.4 RM (harusnya 2 RM sih karena jauh :D)

Lift Guan Yin (Kwan Im) Temple PP 6 RM

Minum 2.8 RM (Penang panas banget, bok!)

RapidPenang Kek Lok Si – Weld Quay 2 RM

Bus Butterworth – Kuala Lumpur 40 RM

Total: 67.3 RM

Hari 6 – Kuala Lumpur

LRT Puduraya – Hang Tuah – Bukit Bintang 2.4 RM

Makan 12.7 RM

Minum 6.3 RM

Hotel 1 malam 25 RM

Oleh-oleh (teh tarik, Beryl’s Chocolate, gantungan kunci) 12.9 RM

LRT Masjid Jamek – Hang Tuah – Bukit Bintang 2.4 RM

Total: 95.9 RM

Hari 7 – Kuala Lumpur

Monorail Bukit Bintang – KL Sentral 2.1 RM

Minum 1.5 RM

KTM Komuter KL Sentral – Batu Caves PP 4 RM

KLIA Transit dari KL Sentral – Putrajaya – KLIA2 Airport 15.7 RM

Belanja di minimarket lokal 10 RM

Makan siang di bandara 9 RM

Total: 42.2 RM

GRAND TOTAL: 385.4 RM + 54.05 SGD = 1.917.482 IDR

Rate saat itu adalah, 1 SGD = 9.450 IDR dan 1 MYR = 3.650 IDR

Belum termasuk tarif pesawat dan pajak bandara. Jika biaya oleh-oleh dikurangi, bisa lebih murah lagi. Over-budget terjadi untuk transportasi antar kota, terutama dari Johor Bahru – Kuala Lumpur – Butterworth. Susun itinerari dengan baik, tidak harus PP dari kota yang sama. Jadi kamu bisa berangkat ke Singapura, tapi pulang dari Penang. Di sini kita harus memesan rute JOG-KUL PP karena terkait dengan peraturan. Baca juga: tips dan budget jalan-jalan di Singapura.

Any questions, dear? 🙂

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *