Traveler Perlu Tahu, Istilah-Istilah Penerbangan di Bandara dan Pesawat Terbang

Sudah 2 tahun lebih sejak terakhir kali gue naik pesawat terbang lintas negara. Saat itu November 2019, dan Hainan di Republik Rakyat Tiongkok adalah destinasinya. Berhubung belum ada perjalanan baru (yang internasional) dan udah banyak juga gue rewrite beberapa cerita lama, gue mau share dulu istilah-istilah di bandara, atau secara umum dalam industri penerbangan/aviasi, yang mungkin kamu belum tahu. 

Ide ini secara nggak sengaja gue dapatkan dari konten Instagram @pegi_pegi. Masih ada banyak banget istilah yang pasti terasa membingungkan, dan 1 konten Instagram udah pasti nggak akan cukup mengupasnya. 

Oh ya, gue akan exclude beberapa istilah yang udah terlalu lazim, seperti “tiket”. So, let the post begin! Oh this is gonna be a very long one. Suit yourself. 


Departure Hall (Aula Keberangkatan) dan Arrival Hall (Aula Kedatangan)

Pertama kali mau terbang dan bingung bagian mana dari bandara (yang luasnya ajegile) yang harus kamu datangi lebih dulu? Cari saja aula keberangkatan alias departure hall. Untuk memasukinya, ada pemeriksaan keamanan yang memindai (men-scan) kamu dan barang bawaanmu. KTP atau paspor dan tiket pesawatmu (dari handphone boleh) ditunjukkan kepada petugas di depan pintu.

Check-in dan Self Check-in

Check-in adalah proses di mana kamu melaporkan kedatanganmu kepada maskapai yang bersangkutan. Pernah atau tau check-in di hotel? Nah, konsepnya sama kayak gitu lah. Pastikan kamu check-in di konter maskapai pesawat terbang, jurusan, dan jadwal terbang yang akan kamu naiki. Contoh, pesawatmu adalah AirAsia tujuan Kuala Lumpur jam 7:50. Maka carilah konter AirAsia, terus cari yang sedang melayani jurusan dan jadwal keberangkatanmu. Jadi kamu gak bisa check-in di konternya Lion Air, misalnya. 

Gue pernah ada kejadian lucu soal ini. Jadi waktu itu tahun 2018, gue lagi antre check-in buat penerbangan ke Pangkalpinang, Bangka Belitung, di Terminal 1 Soetta. Ada ibu-ibu di belakang nanya apakah dia bisa titip bagasi, tujuannya ke Medan. Langsung dijawab dengan nyolot sama petugas maskapai 😂

Boarding Pass

Inilah tiketmu yang sesungguhnya untuk masuk ke dalam pesawat terbang. Jadi nggak bisa masuk ke ruang tunggu dengan bermodalkan e-ticket yang kamu dapatkan dari aplikasi pemesanan tiket pesawat, Pegipegi misalnya. Kamu akan mendapatkan boarding pass setelah check-in. Simpan boarding pass dengan aman, tapi mudah dijangkau, karena kamu harus menunjukkannya beberapa kali dalam proses memasuki pesawat terbang. 

Boarding Pass penerbangan Yogyakarta-Jakarta dengan Lion Air

Di dalam boarding pass ada nama lengkap, nomor penerbangan, nomor kursi, tujuan, jadwal boarding, dan gate (gerbang). Kolom gate mungkin akan dikosongkan kalo bandara asalmu adalah bandara kecil yang hanya punya satu ruang tunggu (boarding room).


Boarding, Boarding Room, dan Boarding Lounge

Pada dasarnya, “boarding” bisa diartikan sebagai proses menaiki kendaraan. Belum berangkatnya lho ya, itu take off (lepas landas). 

Boarding room atau ruang tunggu adalah area di mana calon penumpang bisa duduk menunggu sampai dipanggil untuk menaiki pesawat (boarding). Pastikan kamu berada di boarding room yang dekat gate/gerbang keberangkatan, apalagi kalo kamu di bandara-bandara besar seperti Changi Airport Singapore

Boarding Time

Biasanya ditutup 30 menit sebelum keberangkatan. Jadi kalau kamu udah check-in, tapi sampai di boarding room 25 menit sebelum jadwal, hampir bisa dipastikan kamu udah nggak bisa naik pesawat. Iya, naik pesawat nggak bisa sesantai itu. Paham ‘kan kenapa orang-orang sampai lari-lari di bandara? Gue juga pernah, yang paling dramatis adalah penerbangan dari Jakarta ke Hainan dengan Jetstar di akhir 2019 hahaha.

Terminal

Tinggal di Indonesia, membuat kata “terminal” dipahami sebagai terminal bis di benak kita. Padahal, terminal nggak melulu tempat bus-bus berhenti dan mulai beroperasi, tapi juga area bandara tempat penumpang datang dan naik pesawat. Bandara-bandara besar punya lebih dari 1 terminal. Beda terminal, bisa beda maskapai yang beroperasi. Jadi pastikan kamu nggak salah terminal karena jaraknya bisa sangat berjauhan, harus naik bis atau skytrain seperti di Bandara Soekarno-Hatta

Salah satu desain interior dan arsitektur gedung terminal yang gue suka adalah Hong Kong International Airport.

Customs/Kastam (Bea Cukai)

Selain imigrasi yang mengurus kegiatan keluar-masuk penumpang antarnegara, ada satu jawatan lagi yang juga ada di bandara: bea & cukai atau disebut customs (kastam dalam bahasa Malaysia), lengkapnya “customs declaration”. Customs mengurus keluar-masuknya barang yang kita bawa sebagai penumpang antarnegara. 

Pernah mengisi formulir customs declaration saat mau memasuki beberapa negara, seperti Singapura atau Thailand? Atau saat mau balik ke Indonesia? Nah, di situ ada beberapa pertanyaan tentang barang bawaan kita kan, contohnya: binatang, minuman keras, barang dengan jumlah besar, uang dengan jumlah melebihi batasan? Barang-barang impor dan ekspor itu harus dilaporkan ke customs. Jadi buat kamu yang misalnya kulakan baju di Bangkok buat dijual lagi di Indonesia, lakukan kewajibanmu dengan membayar pajak ya :))

Oke, istilah-istilah bandara sudah selesai. Mari sedikit ke move on ke istilah-istilah di dalam pesawat terbang. 

Kabin/Cabin

Area di mana penumpang berada. Berlaku juga untuk moda transportasi lainnya, seperti mobil dan kereta api. Di dalamnya ada:

  • Ruang penyimpanan di atas kepala (overhead compartment, bedakan dengan bagasi ya)
  • In-flight entertainment, semacam TV di setiap kursi penumpang yang bisa digunakan untuk mengakses film, musik, game, dll
  • On-board meals, makanan di dalam pesawat terbang.
Kabin Malaysia Airlines penerbangan Kuala Lumpur-Phuket

Maskapai Full Service

Maskapai yang menyediakan pelayanan lengkap yang sudah termasuk dalam pembelian, termasuk: bagasi gratis, hiburan, dan makan. Nggak heran harganya terkesan mahal. Maskapai full service biasanya juga merupakan flag carrier (maskapai nasional), meski nggak selalu. 

Malaysia Airlines, dan Thai Airways adalah contoh full service airlines


Low Cost Carrier (LCC)

Disebut juga maskapai berbiaya rendah. Konsepnya adalah, “you got what you paid.” Makanya sekilas harganya murah, tapi kalo mau tambah bagasi? Beli lagi. Mau makan? Bayar lagi. Contohnya ada banyak: AirAsia, Lion Air, Citilink, Jetstar, Scoot. 

Flight Attendant (FA)

Disebut juga pramugari/pramugara, air host/hostess, atau steward/stewardess. Mereka adalah awak kabin yang memastikan keamanan & kenyamanan penumpang: memeragakan prosedur keselamatan, memeriksa sabuk pengaman (safety belt), membagikan makanan, dsb. 

Nah, mudah-mudahan tulisan gue kali ini bisa memberikan pencerahan buat kamu yang masih bingung dengan istilah-istilah di dalam bandara dan pesawat terbang, khususnya buat kamu yang mau (atau baru saja) terbang pertama kali! Next, giliran istilah-istilah perhotelan yang mungkin belum kamu tahu. Keep learning by traveling~

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published.