Usia 25 Tahun Idealnya Punya Apa? Rencana Keuangan

Dua puluh lima punya banyak makna. Sebagian memikirkan pernikahan, sebagian lagi membayangkan wacana ke Islandia. Ada yang menargetkan naik ke jajaran direksi, ada juga yang mau membuka bisnis sendiri. Meski berbeda-beda, semuanya membutuhkan 1 hal yang sama, yaitu rencana keuangan𑁋dan, rencana keuangan tak akan bisa dibangun tanpa wawasan akan produk-produk finansial atau financial literacy.

Nah, sebelum pikiran melanglang buana ke mimpi-mimpi tingkat dewa, ada 1 hal yang tak boleh dilewatkan, namun seringkali terabaikan: dana darurat.

Dana darurat adalah salah satu elemen wajib dalam cetak biru keuangan kita. Ibarat rumah, dana darurat adalah fondasi. Apakah bisa membangun dinding rumah tanpa fondasi? Bisa, tapi nggak akan kokoh, mudah goyah seperti perasaan kita sama anak Tinder yang matched. Sebagian dari kamu mungkin udah tahu soal dana darurat ini. Gue pribadi bersyukur, pengalaman bekerjasama dengan sebuah institusi perbankan selama satu tahun membuat gue sedikit banyak belajar tentang keuangan.

Dana darurat berfungsi sebagai “landasan” saat kita jatuh gara-gara kebutuhan tak terduga, sebagai contoh: sakit, jadi korban tindak kriminal, bencana alam, dipecat, bisnis bangkrut, atau di-ghosting pacar yang minjem duit seperti yang dialami Ina dalam film The ConHeartist. Jadi kalau amit-amit kita mengalami hal-hal di atas, kita nggak langsung jatuh miskin.

Jumlahnya beda-beda tergantung keadaan. Buat jomblo, eh single, minimal bangeeettt 3 kali biaya hidup, syukur-syukur bisa 6 kali biaya hidup bulanan. Buat rumah tangga muda, freelancer, atau pebisnis, minimal adalah 12 kali biaya hidup bulanan. Tentu, lebih banyak lebih baik.

Jangan sedih kalau dana darurat kamu belum sesuai angka ideal. Di tahun 2021, financial technology berkembang pesat banget! Dimulai dari aplikasi ojek online dan e-money buat sekadar naik kereta, eh sekarang tiap bank udah punya aplikasinya. Jangankan bank, Pegadaian aja udah go digital dong, ada aplikasinya! Kita bisa dengan praktis mengumpulkan dana darurat dengan nabung emas.


Buat gue yang seorang cowok, emas itu sebelumnya gue pandang sebagai perhiasan, bukan alat investasi. Entahlah, kayak kesannya emas tuh cuma buat pemanis penampilan. Sementara tunangan gue lagi seneng banget beli-beli emas (batangan, bukan digital) buat investasi di masa depan. Ini aneh, karena mamak gue sendiri secara nggak langsung udah mengajarkan buat investasi emas. Beliau membeli kalung, gelang, dan cincin emas yang kemudian terpakai dengan dijual kembali saat keluarga ada kebutuhan besar.

Namun belakangan, gue mulai melirik buat beli emas juga karena… SALAH SATU SYARAT SESERAHAN, HAHAHA.

Jadi dalam adat tunangan gue, Ara, seserahan itu juga mencakup emas minimal 1 sukuk, di luar sejumlah uang tunai dan item-item opsional lainnya. Di mana 1 sukuk itu setara dengan 6-7 gram. 

Nah, ternyata di aplikasi #PegadaianDigital, kita bisa buka tabungan emas.

Maka gue install-lah aplikasi Pegadaian Digital (gue sampe harus uninstall aplikasi-aplikasi penting nggak penting biar memorinya cukup buat download, huhu) dan buat akun di situ.

Tampilan awal dan pendaftaran di aplikasi Pegadaian Digital
Lakukan verifikasi email dan log in kembali, banner Badai Emas langsung jadi pop-up di Homepage

Langkah-langkahnya gampang banget ternyata. Setelah selesai ter-install, buka aplikasinya dan lakukan registrasi. Cukup dengan mengisi nama lengkap, nomor HP, alamat email, lalu masukkan kode OTP, akun kamu udah jadi! Data diri lainnya seperti NPWP, SID, dan yang lainnya bisa dilengkapi kemudian.

Ada beberapa layanan yang bisa kamu manfaatkan dari aplikasi Pegadaian Digital, yaitu: Emas, Gadai, Cicil Emas, Pembiayaan, Pembayaran & Top-up, bahkan bisa Pengajuan Ibadah Haji. Tapi yang mau gue highlight di sini adalah Tabungan Emas.

Begitu membuka homepage, banner berisi CTA yang clickable untuk membuka Tabungan Emas langsung nongol di bawah header utama. Klik, maka kamu akan diarahkan pada sebuah laman baru untuk mengisi data diri, nama lengkap dan nomor HP sudah terisi otomatis. Siapkan hasil scan atau fotokopi KTP ya, karena dibutuhkan dalam proses ini. 

Setelah selesai mengisi semua data diri, klik “Selanjutnya”, maka kamu akan diarahkan pada peta interaktif yang sudah terintegrasi dengan GPS untuk memilih kantor cabang Pegadaian yang diinginkan buat mencetak dan menyimpan emas batangan kamu. Ini seru banget, emas yang udah gue beli nggak cuma dalam bentuk digital tapi juga ada fisiknya! Syukurnya juga di dekat rumah udah ada outlet Pegadaian, tinggal jalan kaki atau naik motor bentar ke jalan raya hehe.

Melanjutkan proses pembuatan tabungan emas di aplikasi Pegadaian Digital
Salah satu Pegadaian di dekat rumah di Yogyakarta

Kalau sudah, kamu akan dihadapkan dengan Rincian Administrasi. Klik “Selanjutnya” untuk memilih metode pembayaran yang kamu inginkan, ada banyak pilihan kok. Gue memilih Mandiri Virtual Account. Jumlah minimal untuk pembukaan tabungan (juga top-up) adalah Rp50 ribu yang saat ini setara dengan 0,05 gram emas.

Sampai di halaman terakhir, tutup aplikasi dulu untuk menyelesaikan pembayaran. Kalau udah, buka lagi aplikasinya dan klik “Selesai”. Di aplikasi Livin by Mandiri, pembayaran ada di menu Multipayment, lalu pilih Pegadaian Digital. Salin nomor virtual account pada aplikasi lalu paste di aplikasi Mandiri pada kolom yang tersedia. Jumlah tagihannya sudah terisi otomatis.

Beberapa menit kemudian, Rekening Tabungan Emas gue udah nongol di homepage. Kalau mau top-up, klik aja banner di paling bawah homepage. Kalau udah muncul laman baru, pilih “Rekening Lainnya”. Sisanya udah gampang banget diikuti dan hampir mirip dengan langkah-langkah di atas.

Top-up Tabungan Emas di aplikasi Pegadaian Digital

Nah, Tabungan Emas ini tersedia di seluruh outlet Pegadaian dan melalui Pegadaian Digital Service, Agen Pegadaian, dan Marketplace. Biaya administrasi dan pengelolaannya enteng kok, cuma Rp30 ribu per tahun untuk biaya penyimpanan dan gratis tahun pertama! Tabungan Emas bisa kita transfer ke Tabungan Emas lainnya mulai 0,1 gram. Nasabah juga bisa melakukan buyback dan mencetak mulai dari 1 gram aja.

Jadi kalau gue rangkum, ada 5 fitur dalam layanan Tabungan Emas Pegadaian Digital: Jual, Beli, Transfer, Cetak, dan Gadai Tabungan.


Tabungan emas bisa kita fungsikan sebagai aset atau bahkan investasi. Bedanya dengan platform lain, ini ‘kan Pegadaian. Jadi kalau misalnya emas mau digunakan untuk kebutuhan mendesak, nggak perlu dijual nggak apa-apa. Gadaikan aja! Asetnya nggak hilang, kebutuhannya tetap tertangani. Kalau gue sih ya pengen dicetak aja kalau udah 7 gram buat seserahan nikahan, hehe.

Caranya gampang kok. Masuk ke menu Gadai, lalu pilih Gadai Tabungan Emas. Di dalam menu ini kita juga bisa Gadai Saham dan Booking Service. Waktu pinjamannya maksimal 4 hari, namun bisa dibayar kapan pun dan diperpanjang berkali-kali. Untuk menikmati fasilitas Gadai Tabungan Emas dan cetak emas ini, pastikan akun kamu udah upgrade ke akun Premium. Tinggal upload foto KTP aja kok.

Sebentar lagi kita akan disahkan secara hukum dan agama ya, beb
Aplikasi Pegadaian Digital terintegrasi dengan layanan pegadaian konvensional, bahkan bisa gadai emas

Keunggulan lainnya produk Tabungan Emas di Pegadaian Digital adalah dikelola secara profesional dan transparan, dijamin karatase 24 karat, harga jual dan buyback yang kompetitif, dan masih banyak lagi. Klik di sinibuat info selengkapnya.

Pas banget nih, sekarang lagi ada loyalty program Badai Emas buat nasabah Pegadaian Digital, tepatnya 1 April – 31 Juli 2021. Selama periode ada hadiah langsung, undian bulanan dan juga Grandprize di Bulan Agustus 2021 nanti dengan hadiah utamanya Rumah seharga 1,25M, ada mobil juga, tabungan emas, dll. Jadi, yuk segera download aplikasi Pegadaian Digital dan lakukan berbagai transaksi biar bisa ikut “terbawa” #BadaiEmas di Pegadaian Digital. Follow akun Instagram @sahabatpegadaian buat informasi selengkapnya atau kalau mau nanya-nanya.

Bisa cicil Logam Mulia juga di aplikasi Pegadaian Digital

Seperti kata salah satu pepatah finansial populer, jangan taruh seluruh telurmu dalam satu keranjang. Artinya, jangan kumpulkan seluruh aset dalam satu tempat. Kalau amit-amit wadahnya jatuh dan telurnya pecah, kita nggak akan kehilangan seluruh telur kita. Nah, Tabungan Emas di Pegadaian Digital bisa jadi salah satu “keranjang” kamu untuk menyimpan dan mengelola aset dana darurat kamu.


Inovasi ini mengubah kesan dan sudut pandang gue terhadap Pegadaian. Ternyata, Pegadaian nggak cuma buat mereka yang gagal merencanakan keuangan, namun juga bisa untuk mempersiapkan masa depan. Jadi buat kamu yang udah #PunyaRencana finansial masa depan, jadikan Pegadaian Digital sebagai bagian dari misimu! Nggak apa-apa belum punya tabungan Rp100 juta, namun #GenerasiPandai pasti punya rencana.

Duh, alamat tiap hari bakal cek harga jual dan harga beli emas di Pegadaian Digital nih. Habis praktis gini, hehe. 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *